FRPB Pamekasan Sosialisasikan Penanggulangan Bencana ke Pondok Pesantren

PAMEKASAN HEBAT - Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan, Jawa Timur, kini mulai menyasar sejumlah pondok pesantren di wilayah itu, sebagai objek sasaran sosialisasi teknik penanggulangan bencana, menyusul seringnya terjadi musibah kebakaran pada musim kemarau ini.

Menurut Ketua FRPB Pamekasan Budi Cahyono, Sabtu, hal itu dilakukan agar tercipta komunitas masyarakat yang memiliki pengetahui tentang teknik penanggulangan bencana, sebagai upaya menekan timbulnya korban apabila terjadi bencana.

"Kegiatan edukatif ini sebagai upaya kami, agar masyarakat mengetahui dan pada akhirnya bisa menekan dampak kerusakan dan korban, apabila terjadi bencana," kata Budi seperti dilansir Jatim.antaranews.com, Sabtu (27/7/2019).

Budi yang juga koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan ini menjelaskan, ada beberapa pondok pesantren di Pamekasan yang kini menjadi sasaran sosialisasi teknik penanggulangan bencana.

Hari ini, pesantren yang menjadi sasaran sosialisasi teknik penanggulangan bencana adalaj Pondok Pesantren Al-Fakih, di Desa Toronan, Kecamatan Pamekasan.

Sebelumnya, FRPB Pamekasan juga telah menggelar kegiatan yang sama di Pondok Pesantren asuhan KH Hamid Mannan Munif di Bagandan, Pamekasan dan beberapa sekolah dibawah naungan Lembaga Pendidikan Islam di Kabupaten Pamekasan.

Budi Cahyono yakin, jika kelompok masyarakat pesantren memiliki pengetahuan yang cukup tentang teknik penanggulangan bencana, maka jika terjadi bencana, seperti kebakaran dan bencana lainnya, dampak kerugiannya bisa ditekan sedemikian rupa.

"Saat ini yang materi menjadi fokus sosialisasi adalah teknik penanggulangan bencana kebakaran, karena pada musim kemarau seperti sekarang ini di Pamekasan ini sering terjadi musibah kebakaran," katanya, menjelaskan.

Pada teknil penanganan musibah kebakaran ini, petugas menyampaikan materi tentang teknik memadamkan api ringan (APAR) dan alat pemadam api tradisional (APAT).

Materi tentang teknik pemadaman pada musibah kebakaran ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Bidang Logistik FRPB Pamekasan Suparman, dan dilanjutkan dengan simulasi.

FRPB selanjutnya memberikan bantuan berupa 2 buah APAR di lembaga itu, sebagai kelengkapan sarana pemadam.

Sementara itu, berdasarkan catatan FRPB Pamekasan, jumlah kejadian musibah kebakaran di Kabupaten Pamekasan selama ini terdata sebanyak 16 kejadian dengan objek kebakaran beragam, seperti rumah, dapur, kandang, hingga lahan perkebunan. (PAMEKASAN HEBAT)

Kompak Pamekasan Latih Warga Daur Ulang Sampah Plastik

PAMEKASAN HEBAT - Puluhan warga di Dusun Nang Dajah, Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan mengikuti pelatihan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bernilai ekonomi.

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Komunitas Pamekasan Membaca (KOMPAK) bekerjasama dengan Muslimah Craft Centre Pamekasan dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Pamekasan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengajak masyarakat, khususnya pemuda dan ibu rumah tangga untuk peduli terhadap lingkungan dan mengubah pandangan mereka terhadap sampah," ujar Koordinator Kompak Pamekasan Moh Hasanuddin, Minggu (28/07/2019).

Dalam kegiatan bertajuk "Pemberdayaan Pemuda dan Ibu Rumah Tangga, dalam  Memanfaatkan Sampah Plastik Menjadi Barang Bernilai ekonomi" itu, diikuti oleh para pemuda dan ibu rumah tangga di lingkungan sekitar, dan ibu-ibu PKK Desa Konang.

Mereka diajarkan tentang teknik mengolah sampah plastik menjadi berbagai kerajinan seperti, pot bunga, bunga, dan berbagai jenis model hiasan lainnya.

"Dalam kesempatan ini, para peserta langsung diajarkan oleh pemateri yang dalam hal ini dari teman-teman muslimah craft centre. Sembari menerima materi, para peserta pun langsung diberikan keleluasaan untuk mempraktikkan," tutur pemuda yang juga seorang jurnalis itu.

Menurutnya, pelatihan semacam ini, selain memberikan penyadaran terhadap masyarakat berkenaan dengan sampah, juga menjadi salah satu metode baru dalam meningkatkan produksi ekonomi kerakyatan.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAIN Pamekasan berharap, para peserta setelah mengikuti pelatihan itu dapat mengolah plastik yang awalnya tidak bernilai, menjadi memiliki nilai lebih dan memberikan fungsi pakai baru sehingga masa pakai pun menjadi lebih lama.

"Berbagai kerajinan dari sampah plastik bekas ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, hal ini juga akan meningkatkan ekonomi kerakyatan," paparnya.

Eeng, seorang peserta pelatihan mengaku senang dapat belajar bagaimana mengolah sampah plastik menjadi barang lain yang bermanfaat.

"Biasanya sampah plastik seperti ini langsung saya buang begitu saja. Namun, ternyata jika diolah masih bisa menjadi barang yang bernilai jual," katanya.

"Semoga pelatihan-pelatihan seperti ini tidak dilaksanakan hanya sekali, agar kami dapat belajar lebih baik sehingga nantinya akan menjadi lebih kreatif dengn bimbingan para mentor yang ada," sambung dia.

Kegiatan yang dihadiri Pjs Desa Konang, Penggerak PKK Konang, dan beberapa tamu undangan lainnya itu didukung oleh PWI Pamekasan, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan dan sejumlah perusahaan media massa lokal di Kabupaten Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Dua Kelurahan di Pamekasan Terima Anugerah Berseri Gubernur Jatim

PAMEKASAN HEBAT - Dua kelurahan di Kabupaten Pamekasan menerima anugerah penghargaan sebagai kelurahan bersih dan lestari (Berseri) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Provinsi Jatim Tahun 2019 yang digelar di Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (28/7/2019).

"Kedua kelurahan ini masing-masing Kelurahan Kangenan dan Kelurahan Patemon," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Pamekasan Amin Djabir di Pamekasan, Senin.

Program "Berseri" ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan desa/kelurahan yang bersih dan lestari atau ramah lingkungan.

Program ini juga dimaksudkan untuk mendorong kesadaran sistemik dengan melibatkan semua pihak mulai dari perangkat desa/kelurahan dan seluruh lapisan masyarakat, sehingga ada kebijakan peduli lingkungan, membangun budaya ramah lingkungan dalam memanfaatkan dan mengelola sumberdaya alam.

Selain itu, melalui program "Berseri" tersebut diharapkan tercipta upaya upaya untuk mengembangkan kemampuan dan kebersamaan dalam mengelola lingkungan.

Segenap lapisan masyarakat desa/kelurahan diharapkan ikut bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

"Semangat dari program ini adalah mewujudkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan," katanyar.

Untuk menyukseskan program ini, sambung Djabir, memang tidak mudah, yakni memerlukan langkah-langkah pendekatan insentif atau rangsangan, dan pemberdayaan.

Di antaranya berupa pembinaan, fasilitasi dan pembentukan kader lingkungan dengan pendampingan atau pendekatan secara intensif.

"Dua kelurahan ini mampu melakukan hal itu, sehingga Pemprov Jatim memberikan penghargaan," katanya.

Kepala DLH berharap, keberhasilan dua kelurahan dalam meraih Anugerah Berseri itu bisa menginspirasi desa/kelurahan lain yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang digelar di Probolinggo, Minggu (28/7/2019) itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menyerahkan penghargaan tentang Laporan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Kab/Kota terbaik tahun 2019, penghargaan Pelestari Lingkungan Hidup Tahun 2019, dan penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2019.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga melakukan penandatanganan kerjasama atau MOU tentang Program Adopsi Sungai Brantas dengan 23 pimpinan perusahaan. Beberapa perusahaan tersebut antara lain PT Adiprima Suraprinta, PT Keramik Diamond Industries, PT. Miwon Indonesia, PT Mega Surya Eratama, PT Pakerin, dan PT Ispat Indo.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, kesadaran kolektif antarinstitusi pemkab dan semua lapisan masyarakat penting, untuk menyukseskan program.

"Kami berharap, prestasi yang telah diraih dua kelurahan ini bisa menginspirasi bagi desa-desa dan kelurahan lainnya di Pamekasan jni," katanya.

Bupati menyatakan, prestasi ini merupakan modal bagus untuk mewujudkan program Pamekasan Cantik dan ramah lingkungan. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak 2019

PAMEKASAN HEBAT - Kabupaten Pamekasan kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten/ Kota Layak  Anak kategori Pratama tahun 2019, yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise, di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019) malam.

Penghargaan yang diterima Pemkab Pamekasan tahun ini, berkat komitmen kepala daerah yang senantiasa terus memberikan dan meningkatkan pelayanan dan meningkatkan fasilitas yang terbaik terhadap anak. Baik dalam segi Pendidikan, Kesehatan, fasilitas ruang bermain dan hal lainnya yang menunjang terhadap hak-hak anak.

Iklim kebersamaan antara semua institusi, seperti legislatif, lembaga perlindungan anak dan perempuan, serta seluruh stakeholder, tercipta dengan baik, sehingga pemerintah pusat menilai Pamekasan sudah layak menyandang sebagai kabupaten layak anak, apalagi didukung oleh perundang-undangan, yakni Perda Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kabupaten Layak Anak.

Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak setiap tahun memberikan penghargaan kepada kota/kabupaten layak anak. Tahun ini terdapat 432 kabupaten/kota yang mengikuti proses penilaian dan hanya 247 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada empat kategori yaitu Utama, Nindya, Madya dan Pratama.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak, penghargaan Penggerak Provinsi Layak Anak dengan jumlah Kabupaten/Kota Layak Anak terbanyak kepada delapan provinsi.

Delapan provinsi tersebut adalah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Lampung, dan Jambi.

Penghargaan Penggerak Provinsi Layak Anak juga diberikan kepada Riau dengan kategori peningkatan peran dunia usaha terbanyak.

Selain Provinsi Layak Anak dan Kabupaten/Kota Layak Anak, malam penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak juga memberikan penghargaan kepada provinsi dan kabupaten/kota pembina Forum Anak terbaik.

Sementara itu, sebanyak 135 kabupaten/kota di Indonesia berhasil meraih predikat Pratama, 86 kabupaten/kota meraih predikat Madya, dan 23 kabupaten/kota meraih predikat Nindya. (PAMEKASAN HEBAT)

MTsN 3 Pamekasan Raih Penghargaan Studi ke Korea

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah melalui Kantor Kementerian Agama mengutus Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan Mohammad Holis untuk mengikuti kuliah singkat di Seoul National University korea selatan mulai 28 April hingga 05 Mei 2019.

Kepala MTsN yang sebelumnya bernama MTsN Sumber Bungur yang beralamat di Komplek Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan ini mendapat anugerah untuk belajar di luar negeri, berkat prestasinya tingkat nasional.

“Saya merupakan satu-satunya kepala MTsN di Madura yang dipercaya oleh pemerintah untuk mengikuti ‘shot course’ di Korea Selatan,” kata Holis dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Minggu (28/4/2019).

Kesempatan menimba ilmu di negeri yang terkenal dengan musik populernya, “K-Pop” ini merupakan kali kedua belajar ke luar negeri. Pada 2017 ia juga ditunjuk pemerintah mengikuti kegiatan studi visit pendidikan ke Brunai Darussalam yang diadakan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.

Di Jawa Timur, sebenarnya ada dua orang guru lagi yang ditunjuk mengikuti kegiatan itu, dari total sebanyak 21 guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah dari seluruh Indonesia dengan tujuan yang perguruan tinggi yang sama di Korea Selatan.

Khusus Mohammadi Holis, kesempatan belajar di Korea Selatan di Seoul National University tersebut, setelah ia dinobatkan sebagai juara I Kepala MTs berprestasi tingkat nasional dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Berprestasi tahun 2017 yang berlangsung di Tangerang Selatan, Banten 22-24 November 2017.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama RI, yang merupakan bentuk afirmasi dan penghargaan bagi GTK madrasah berprestasi dalam rangka menigkatkan, knowlage, kreativitas, skill, learning dan melihat secara langsung sistem pendidikan terbaik dunia, karena menurut catatan korea selatan telah menggeser finlandia pada tahun 2019

Sebagaimana rencana kegiatan yang disampaikan oleh pihak panitia dari Direktorat GTK Kementerian Agama, rombongan yang terdiri dari 22 GTK madrasah berprestasi (pemenang I) tahun 2017 dan 2018 se-Indonesia ini bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada tanggal 28 April 2019, pukul 20.00 WIB menuju Incheon International Airport, Seoul, Korea Selatan.

Selama sepekan peserta akan menjalani perkuliahan singkat di SNUE dan direncanakan dibimbing sedikitnya 5 (lima) profesor ahli di bidangnya yakni (1) Prof Yu Cheol, (2) Prof Yun Ji Yoon, (3) Prof Lee Yeong Hee, (4) Prof Sin Yee Yon, (5) Prof Kim Dong Sop . Disamping itu peserta juga akan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia, dan kunjungan lapangan ke sejumlah sekolah, salah satunya adalah Seoul National University Middle School.

Prestasi MTsN 3 Pamekasan
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur merupakan lembaga pendidikan paling aktif mempromosikan Pamekasan melalui prestasi akademik.

Prestasi yang diraih siswa di lembaga ini, bukan hanya di tingkat lokal, Pamekasan saja, akan tetapi regional, nasional, bahkan beberapa kali telah berhasil meraih prestasi akademik di tingkat internasional.

Akibatnya, banyak penghargaan yang diraih oleh lembaga ini. Hingga 1 Maret 2019 ini, tercatat sebanyak sembilan penghargaan yang diraih lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan tersebut.

Berikut rincian penghargaan yang telah diraih MTsN 3 Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur selama kurun waktu 2013 hingga 1 Maret 2019 ini:

1). Aku Bangga Madrasahku pada tahun 2016
2). PWI Pamekasan Award 2017
3). Kepala MTs Prestasi 2017
4). Adiwiyata 2018
5). Inovasi Pengembangan Madarsah 2018
6). The Best Kategori Madarsah Wisata Edukasi dan Loterasi 2018
7). Satya Lencana Karya Satya 2018
8). Kemenkeu Pengelolaan Keuangan 2018
9) The Best Islamic School in Achievement & Development Of Learning Innovation 2019. (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Pamekasan Raih dua Rekor MURI Sekaligus

PAMEKASAN HEBAT - Terobosan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam membuat pelayanan cepat berupa Mall Pelayan Publik (MPP) dan branding batik seluruh mobil dinas di kalangan Pemkab Pamekasan, dalam rentang waktu 100 hari kerja, mendapat pujian dan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pemberian piagam penghargaan MURI ini , diserahkan Manager Senior MURI, Awan Raharjo, kepada Bupati Baddrut Tamam dan Wakil Bupati, Raja’e, berbarengan dengan Malem Sokkoran (Malam Tasyakkuran. Madura) dan peluncuran Pesona Wisata Pamekasan, di area monumen Arek Lancor, Pamekasan, Sabtu (2/3/2019) malam.

Dalam dua piagam MURI yang disaerahkan itu, terdapat tulisan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Bupati yang membuat Mall Pelayanan Umum Tercepat dalam Masa Baktinya dan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, yang Memberi Identitas Batik Mobil Dinas Pemerintahan.

Bupati Baddrut Tamam, mengungkapkan, acara ini merupakan sukuran 100 hari kerja, karena dalam rentang waktu 100 hari kerja, pemkab melakukan sesuatu yang luar biasa, berupa MPP, branding batik seluruh mobil dinas, membuat aplikasi Pamekasan Smart.

Dikatakan, dengan meningkatkan 80 jenis pelayanan cepat terhadap masyarakat Pamekasan, program ini mendapat apresiasi yang luar biasa, dari berbagai kalangan. Karena satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mampu membangun MPP dengan waktu singkat, termasuk branding batik seluruh mobil dinas. Sehingga MURI memberikan penghargaan kepada Pemkab Pamekasan.

“Tanpa terasa, kami mengabdi dan memimpin di Pamekasan ini sudah memasuki 100 hari kerja. Rentang waktu 100 hari kerja ini, sangat singkat untuk mewujudkan hasil kerja yang luar biasa. Sehingga dalam 100 hari kerja ini, merupakan fondasi kerja nyata menuju Pamekasan hebat,” kata Baddrut Tamam, seperti dilansir tribunnews.com.

Menurut Baddrut Tamam, mulai saat ini dalam kepemimpinan dirinya bersama wabup, tidak ada lagi istilah pimpinan dinas yang hanya melayani bupati dan wakil bupati saja. Tapi pihaknya mendorong, pimpinan dinas melayani masyarakat semaksimal mungkin dengan memberikan pelayan yang terbaik.

Baddrut Tamam berharap, semua inovasi yang dilakukan di luar kebiasaan ini, ingin membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil jajaran Pemkab Pamekasan. Agar ke luar dari zona yang biasa dan zona nyaman, menuju zona yang luar biasa. Sehingga semuanya bisa berinovasi lebih cepat. Bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat lebit tepat dan profesional.

Diakui, sejak menerima amah memimpin Pamekasan, terdapat lima program perioritas utama yang dilakukan. Di antarnya, reformasi pelayanan cepat kepada seluruh lapisan masyarakat berupa MPP. Kemudian reformasi yang difokuskan pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi.

“Dari lima hal ini, saya dan wabup berfikir, tidak ada yang nomor dua atau nomor tiga, nomor empat dan nomor lima. Semuanya nomor satu untuk memberikan yang terbaik kepada rakyat di Pamekasan.  Alhamdulillah,  dalam MPP ini, melakukan percepatan pendekatan semua pelayanan publik kepada rakyat dalam waktu 62 hari kerja di tengah beberapa rintangan,” ujar Baddrut Tamam.

Dikatakan, reformasi di bidang ekonomi, salah satunya Batik Pamekasan yang kini mengalami gairah cukup bagus. Branding batik mobil dinas dan sarana publik, dari perkotaan hingga ke wilayah kecamatan telah menumbuh kembangkan kembali gairah produksi batik, yang sempat mengalami kelesuan.

Ditegaskan, ke depan arah penguatan di bidang ekonomi berupaya menekan dan mengurangi angka kemiskinan di Pamekasan. Kondisin ini harus sejalah dengan penyediaan infrastruktur yang berkeadilan. Sehingga pada akhirnya, sebagian program ini bisa berkembang dan mampu menciptakan 10.000 wirasa usaha baru, yang menyejahterakan masyarakat dan merata di seluruh Pamekasan.

Ia menambahkan, dalam 100 hari kerja ini, juga memperoleh beberapa penghargaan yang membanggakan. “Ini i merupakan kebanggaan kita dalam 100 hari kerja untuk mewujudkan Pamekasan hebat. Ke depan, kami ingin membangun dinamika kerja yang lebih gesit dan lebih produktif dan inovatif untuk menuju Pamekasan yang kita cita-citakan,” imbuh Baddrut Tamam.

Hadir dalam acara itu, Kepala Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) IV Pamekasan, Alwi Beig, Dandim 0826, Letkol (Inf) M Effendi, perwakilan dari Polres Pamekasan, Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli dan pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Terima Anugerah Kabupaten Layak Pemuda

PAMEKASAN HEBAT - Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menerima anugerah sebagai kabupaten layak pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda pada "Malam Anugerah Kepemudaan 2018" di Balai Samudera, Boulevard Barat Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin (29/10/2018) malam.

"Ini hadiah yang baik untuk rakyat Pamekasan," kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam seperti dilansir Kantor Berita ANTARA Senin (29/10/2018) malam.

Adapun kategori penghargaan diantaranya Anugerah Pemuda Pelopor 2018, Wirausaha Muda Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional 2018, serta Kabupaten dan Kota Layak Pemuda 2018.

Anugerah Kabupaten/Kota Layak Pamuda yang diterima Pemkab Pamekasan kali ini kategori pratama dan anugerah itu diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki gagasan visioner dalam hal gagasan dan program kepemudaan.

"Pernghargaan ini merupakan kali pertama, dan semoga tahun depan kita mendapatkan penghargaan lagi kabupaten layak pemuda tapi dengan kategori utama," ujar Baddrut.

Bupati muda yang juga mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan, penghargaan itu akan menjadi pemicu bagi Pemkab Pamekasan untuk terus memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada rakyat.

"Saya berkeyakinan bahwa kedepan Pamekasan akan banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas kerja cerdas dan inovasi yang akan kami lakukan," katanya.

Bupati Baddrut Tamam didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Muhammad hadir langsung menerima penghargaan yang diserahkan Menpora Imam Nahrowi, dalam acara bertajuk "Malam Anugerah Kepemudaan Tahun 2018" tersebut.

Bupati hadir dengan memakai baju pesak, yakni baju berwarna hitam dan celana gombor hitam dengan kaos merah.

Menurut bupati, pakaian tradisional Madura itu sengaja dipakai, sebagai bentuk promosi karena dirinya memang berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam memajukan seni budaya dan tradisi Madura.

Rangkaian kegiatan anugerah kepemudaan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga itu dilaksanakan dua hari. Sebelumnya juga digelar Youth Expo di Velodrome Rawamangun Jalan Pemuda No. 6 Jakarta Timur. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Raih Penghargaan Adipura 2018

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mendapat penghargaan bergengsi di bidang lingkungan berupa Adipura 2018 pasca ‘puasa penghargaan’ selama tiga tahun terakhir.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Penganugerahan Adipura dan Green Leadership di Jakarta, Senin (14/1/2019).

“Alhamdulillah untuk pertama kalinya pasca tiga tahun ‘puasa’, kita kabupaten Pamekasan, kembali mendapat anugerah dan penghargaan Adipura 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam seperti dilansir beritajatim.com, Senin (14/1/2019).

Selain itu pihaknya menyampaikan penghargaan tersebut tidak lepas dari peran aktif semua pihak khususnya yang bergerak di bidang kebersihan lingkungan. “Terima kasih kepada masyarakat Pamekasan, khususnya dari pihak terkait dalam bidang kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

“Prestasi ini merupakan anugerah, semoga penghargaan ini bisa menjadi pemicu kedepan agar bisa lebih baik dan lebih baik lagi. Khususnya dalam bidang kebersihan lingkungan,” jelas pimpinan yang akrab disapa Ra Badrut.

Dari itu pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang bersama-sama memiliki tujuan menjadikan Pamekasan Rajjhe, Bhejre tor Parjhuge. “Adipura dan Green Leaders Ini merupakan penghargaan untuk seluruh masyarakat dan pemerintah kabupaten Pamekasan. Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik antara semua pihak,” pungkasnya.

Sebelumnya daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, kerap menjadi langganan anugerah Adipura di bidang lingkungan. Terakhir tercatat penghargaan serupa diraih sejak 2014 silam, namun tiga tahun terakhit yakni 2015, 2016 dan 2017 gagal direalisasikan.

Dalam kurun waktu 2015 hingga 2017, pemkab Pamekasan gencar melakukan berbagai perbaikan guna menggapai prestasi di bidang lingkungan. Salah satunya dengan memperbaiki tata kelola Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah, sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Tata Kelola TPA. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Produk Unggulan

PAMEKASAN HEBAT - Bupati Badrut Tamam bersama tiga bupati lainnya dari Pulau Madura, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Kabupaten Sumenep, meraih penghargaan dari Menteri  Koperasi karena mereka dinilai memilik kepedulian yang tinggi dalam upaya memajukan dan promosi hasil produksi unggulan daerahnya.

Penghargaan diberikan pada saat empat daerah dari Pulau Madura ini menggelar pameran bersana produksi unggulan daerah, Rabu (05/12/2018) lalu, di Gedung Smesco Indonesia Jakarta Selatan. Acara ini digelar bekerjasama dengan Skills Enterprise dan juga pebisnis lain yang ada di Jakarta.

Pameran tersebut dibuka oleh Menteri Koperasi. Atas inisiatif dan upaya dalam memajukan dan mengembangkan hasil produk unggulan Madura tersebut, empat kabupaten di Madura mendapat penghargaan langsung dari Menteri Koperasi, dana penghargaan itu diterima langsung oleh ampat bupati dari Madura tersebut," Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan Drs Ec Jon Yuliyanto MM, Selasa (11/12/18).

Jon Yuliyanto menjelaskan pameran promosi produk unggulan Madura di Jakarta ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan  bersama empat bupati di Madura pada acara Semalam di Madura,  tanggal 28 Oktober 2017 lalu. Saat itu emat bupati di Madura sepakat untuk bersama sama mempromosikan produk unggulannya di Jakarta.

Pameran promusi produk unggulan daerah tersebut, kata Jon Yulianto, bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong agar usaha kecil menengah khususnya produk unggulan di daerah  mendapatkan perluasan pasar.


Pembinaan dan Produk Unggulan
Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan, selanjutnya terus meningkatkan pembinaan kepada para pengurus koperasi syarian di wilayah itu, sebagai upaya untuk menyukseskan program pengembangan ekonomi mikro di pedesaan di wilayah itu.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Pamekasan Jhon Yulianto di Pamekasan, langkah itu dilakukan karena di Pamekasan kini masih banyak koperasi yang belum aktif.

"Belum aktif dalam artian tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT) secara rutin sebagaimana memang menjadi ketentuan dalam sebuah koperasi," katanya, menjelaskan.

Menurut dia, saat ini di Kabupaten Pamekasan jumlah koperasi yang aktif tercatat sebanyak 484 koperasi, sedangkan yang tidak aktif sebanyak 139 koperasi. "Yang kita terus dorong adalah koperasi yang tidak aktif ini," katanya.

Kepala Diskop dan UKM Jhon Yulianto menuturkan, Kabupaten Pamekasan telah menetapkan diri sebagai kabupaten yang memiliki perhatian khusus pada upaya pengembangan koperasi.

Kabupaten Koperasi
Peluncuran Pamekasan sebagai kabupaten koperasi telah digelar pemkab pada tahun 2017 saat Achmad Syafii masih menjabat sebagai Bupati Pamekasan beserta Wakilnya Halil.

Kala itu diumumkan bahwa di Pamekasan sudah ada 160 koperasi syariah, dan hingga akhir tahun 2017 ditargetkan terbentuk 200 koperasi syariah.

Sejak Pamekasan menetapkan sebagai kabupaten koperasi, berbagai prestasi terkait pengembangan koperasi juga telah diraih Pemkab Pamekasan, bahkan sebelum Pamekasan ditetapkan sebagai kabupaten koperasi, juga pernah meraih penghargaan, antara lain penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM RI terkait Penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) terbanyak pada tahun 2015, lalu penghargaan Natamukti Pranata dari International Council for Small Bussines (ICSB) tahun 2016.

"Penghargaan Natamukti diberikan kepada kota dan/atau kabupaten yang berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya," kata Jhon Yulianto, menjelaskan.

Penghargaan berikutnya adalah Bhakti Koperasi pada acara rapat kerja nasional (Rakernas) Koperasi Tahun 2017 di Jakarta, lalu penghargaan yang diserahkan Menteri Koperasi di Smesco Jakarta tahun 2018.

Menurut Jhon Yulianto, penghargaan di Smesco ini diterima Pemkab Pamekasan karena Pamekasan dinilai berhasil membina dan menumbuhkembangkan koperasi dan usaha mikro.

"Maka dari itu, kedepan kami akan terus meningkatkan pembinaan, karena masih banyak kekurangan perlu terus kita benahi terkait koperasi ini. Dan harapan Bupati Pamekasan menginginkan agar koperasi benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Pamekasan ini," kata Jhon Yulianto, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM), yakni sebagai dalam kategori "Kabupaten Peduli HAM 2018".

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menkum dan HAM RI, Yosanna H Laoly kepada Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mewakili Bupati Pamekasan Badrut Tamam di Gedung Kemenkum-HAM RI di Jakarta, Selasa (11/12/2018) lalu.

Penghargaan tersebut diraih bersamaan dengan peringatan HAM se-Dunia Ke-70 yang mengusung tema "Sinergi Kerja Peduli Hak Asasi Manusia", diraih berdasar tingginya komitmen Pemkab Pamekasan terhadap perlindungan dan pemenuhan HAM sesuai dengan Peraturan Menkum-HAM Nomor 32 Tahun 2016 tentang Kriteria Daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM.

“Adapun parameter penilaian kepedulian HAM ini meliputi hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan, serta hak lingkungan yang berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, Jum’at (14/12/2018) malam.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. “Prestasi ini diraih berkat peran aktif semua pihak, dan dukungan dari seluruh masyarakat Pamekasan,” ungkapnya.

Ada tujuh kriteria dalam implementasi hak asasi manusia yang sudah dilakukan Pemkab Pemkab Pamekasan hingga berhasil meraih penghargaan bergengsi ini. Diantaranya Pemkab Pamekasan sudah memenuhi Hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas perkerjaan.

Selanjutnya, Pemkab Pamekasan juga telah mengimplementasikan hak atas perumahan dan hak atas lingkungan berkelanjutan dengan adanya peraturan daerah yang menjamin adanya rencana tata ruang.

Wakil Bupati Raja'e menambahkan, Pemkab Pamekasan akan terus komitmen menjalankan program yang mengedepankan hak masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Penghargaan Kabupaten/Kota peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM tersebut diterima oleh sebanyak 271 Bupati dan Wali Kota di Indonesia dan salah satunya akan diterima Bupati Pamekasan yang diwakili oleh Wabup Pamekasan Raja'e.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Komnas HAM yang telah banyak menerima aduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.

"Saya berterima kasih dan salut atas kerja yang sangat baik dari Komnas HAM. Walaupun tadi disampaikan juga memerlukan fasilitas yang lebih baik lagi. Namun yang penting bukan fasilitasnya. Hasil kerjanya juga. Harus sepadan dengan hal tersebut," kata Kalla, seperti dilansir sejumlah media massa.

Jusuf Kalla juga berpesan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk selalu mengedepankan kepentingan HAM di wilayah masing-masing. "Selamat bagi kepala daerah yang diberikan penghargaan, dan terus komitmen menjaga dan mengedepankan HAM di wilayah masing-masing," pungkasnya. 

Sementara Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyatakan, prestasi yang diraih Pamekasan kali ini diharapkan menjadi pemicu untuk terus berbenah ke arah yang baik.

"Dengan prestasi ini tentunya kita berharap kedepan semakin baik, demi merealisasikan cita-cita Pamekasan Hebat, Bhejre, Rajjhe tor Parjughe,” kata Baddrut Tamam. (PAMEKASAN HEBAT)

Pekan KIM Jatim 2019 Usung Misi Pemberdayaan Literasi Media

PAMEKASAN HEBAT - Pekan dan jambore Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Jawa Timur yang akan digelar Diskominfo Pemprov Jatim 2019, mengusung misi pemberdayaan literasi media dan cara mencegah penyebaran berita bohong.

"Terkait literasi media ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Pawaransa yang akan menjadi narasumber dalam acara pekan KIM itu," kata Kepala Seksi Sumberdaya Komunikasi Publik Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Eko Setiawan, seperti dilansir antaranews.com, Rabu (24/7/2019).

Saat memimpin rapat koordinasi bersama perwakilan pengurus KIM dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur yang digelar di Diskominfo Jatim, Rabu (24/7/2019), Eko menjelaskan, untuk materi pencegahan penyebaran konten berita bohong, akan disampaikan secara langsung oleh Kominfo pusat.

Pekan KIM Ke-10 kali ini, akan digelar di Kabupaten Magetan, selama empat hari, yakni mulai tanggal 1 hingga 4 Oktober 2019.

Pekan dan jambore KIM ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menguatkan pengelolaan komunikasi publik di tingkat daerah, selain berupaya untuk meningkatkan pemberdayaan literasi di kalangan masyarakat dan mewujudkan tatanan masyarakat melek media.

Baca juga: Bangka Barat akan bentuk KIM di setiap desa

Beragam hasil produk jurnalisme warga dari kelompok informasi masyarakat yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur akan dipamerkan pada pekan KIM ke-10 itu.

"Yang jelas, keinginan kami dalam pameran KIM nanti adalah menekankan pada upaya dan kinerja humas pemerintah, serta peran serta komunitas media sosial, selain dari KIM itu sendiri," kata Eko menjelaskan.

Berbagai jenis kesenian tradisional daerah, juga akan ditampilkan selama pagelaran pekan KIM dan Jambore KIM itu berlangsung.

KIM Pamekasan Hebat dan KIM Kamboja asal Kabupaten Pamekasan merupakan dari puluhan KIM yang meramaikan kegiatan yang akan digelar di Magetan, Jawa Timur mulai 1 hingga 4 Oktober 2019 itu. (PAMEKASAN HEBAT)