Berita Pamekasan

Kegiatan KIM

Berita UMKM

Berita Terkini

PWI Perluas Jangkauan Spektrum Pamekasan bersama Ralita FM

PAMEKASAN HEBAT - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan memperluas jangkauan dialog publik dalam program "Spektrum Pamekasan" yang digelar rutin setiap hari Kamis bersama Radio Ralita FM.

"Jadi, selain dengan JTV Madura, dialog publik yang kami beri nama 'Spektrum Pamekasan' juga bekerja sama dengan Ralita FM," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Kamis (22/8/2019).

Proram "Spektrum Pamekasan" ini disiarkan secara live di JTV Madura setiap hari Kamis dan mulai pukul 16.00 WIB. Dialog ini dipandu langsung oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS dengan tujuan untuk mengurai berbagai persoalan publik dengan tema aktual yang berkembang di Pamekasan.

Dalam pertemuan segi tiga antara Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Direktur JTV Madura Ahmad Sholeh dan Koordinator Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Ralita FM Gufron Burhanudin di studio radio yang mengudara pada gelombang 89,1 FM, Rabu (21/8/2019) disepakati bahwa kegiatan yang digelar PWI Pamekasan itu, sangat penting untuk diketahui publik. [Baca Juga: Spektrum III PWI-JTV Bahas Radikalisme]

Oleh karenanya, radio yang beralamat di Jalan Pamong Praja Pamekasan ini bersedia, dan merasa terpanggil untuk ikut menyebarluaskan isi dialog yang digelar PWI Pamekasan dengan JTV Madura ini. Apalagi, dialog yang diangkat PWI tersebut memang seputar persoalan publik dengan mengedepankan solusi, atau bersifat solutif.

"Sistemnya, kami akan merilay dari sini, dan waktu pemutaran iklan, Ralita FM akan memutar iklan sendiri dan JTV juga seperti itu," kata Gufron yang juga disetujui oleh Direktur JTV Madura Ahmad Soleh.

Hingga 22 Agustus 2019 ini, dialog publik yang diberi nama "Spektrum Pamekasan" ini telah berlangsung selama dua kali. Dialog pertama mengangkat tema tentang "Penangulangan Bencana Terintengratif di Kabupaten Pamekasan" dan pada dialog kedua membahas tentang "Persiapan Pilkades Serentak 2019". [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

"Pada 22 Agustus 2019 ini, kita mengangkat tema tentang Radikalisme, dan tema ini kita angkat, karena isu-isu radikal yang pada akhirnya berujung pada terjadinya konflik, merupakan ancaman serius yang perlu menjadi perhatian semua pihak," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz.

Program "Spektrum Pamekasan" yang merupakan kerja sama antara PWI Pamekasan dengan JTV Madura dan Ralita FM Pamekasan ini tidak hanya berbentuk dialog di media elektronik saja, akan tetapi isi dialog juga dinarasikan dengan bentuk tulisan dan berita, sehingga bisa terdokumentasikan dengan baik. [Baca Juga: Data dan Alamat Kantor Media di Pamekasan]

Dalam hal ini, PWI Pamekasan berkerja sama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat, juga dengan media online lokal Pamekasan, yakni penawarta.com, serta di situs resmi PWI Pamekasan, yakni pwipamekasan.com.

"Jadi publik yang tidak sempat menonton secara langsung atau mendengar secara langsung isi dialog yang kita gelar bisa membaca di tiga media ini, yakni di pwipamekasan.com, penawarta.com, dan kim.pamekasanhebat.com," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, menjelaskan. (Humas PWI Pamekasan)

Spektrum III PWI-JTV Bahas Radikalisme

PAMEKASAN HEBAT - Dialog Publik ketiga dalam program "Spektrum Pamekasan" yang digelar atas kerja sama antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan bersama JTV Madura Kamis (22/8/2019) mulai sekitar pukul 16.00 WIB membahas tentang Radikalisme.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz di Pamekasan Kamis (22/8/2019) pagi menyatakan, radikalisme selalu menjadi ancaman atas keutuhan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan oleh karenanya, tema ini menjadi penting untuk dibahas, agar persoalan radikalisme tidak menjadi ancaman bagi keutuhan negara bangsa.

"Melalui dialog publik yang kita siarkan di JTV Madura ini, kita berharap agar ada upaya-upaya pencegahan dan deteksi dini dari semua elemen masyarakat sehingga masalah radikalisme tidak menjadi persoalan akut dan pada akhirnya mengancam keutuhan bangsa ini," katanya. [BACA JUGA: PWI-JTV DISKUSIKAN PERSOALAN PUBLIK DALAM SPEKTRUM PAMEKASAN]

Ada tiga narasumber yang diundang hadir dalam dialog publik "Kamisan" yakni dialog publik yang digelar setiap Hari Kamis di JTV Madura. Masing-masing Rektor Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Dr Moh Kosim, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan.

Rektor IAIN Madura akan membahas tentang akar radikalisme, sejarah singkat, pandangan yang mendasari seseorang atau kelompok akhirnya menganut dan bertindak radikal. Lalu, kemungkinan masuknya paham radikal ini di berbagai kelompok masyarakat, termasuk di dunia pendidikan, dan antisipasi yang perlu dilakukan. Juga tentang faktor-faktor dan analisa akademis yang mempengaruhi seseorang atau kelompok orang terpapar paham radikal. Narasumber ini juga akan menjelaskan tentang efek paham radikal dan kaitannya dengan tindakan intoleransi.

Narasumber dari Polres Pamekasan (Kapolres atau yang mewakili) akan membahas tentang dampak paham radikal ini terhadap kondisi keamanan, dan ada tidaknya sekelompok orang atau masyarakat di Pamekasan yang terpapar paham radikal, upaya preventif yang dilakukan dalam menanggulangi berkembangnya paham radikal di Pamekasan.

Sedangkan narasumber dari Kodim 0826 Pamekasan atau yang mewakili akan membahas tentang radikalisme dan hubungannya dengan pertahanan negara, upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan dalam menanggulangi dan mencegah paham radikal, serta pentingnya pendidikan kebangsaan dalam rangka mencegah paham radikal dan upaya yang telah dilakukan selama ini, dalam meningkatkan rasa cinta tanah air di Pamekasan. Narasumber pada tema dialog ini juga akan menjelaskan tentang bentuk pencegahan dini yang dilakukan selama ini, serta upaya antisipatif seperti yang dilakukan, guna mencegah kemungkinan adanya kelompok-kelompok radikal tersebut. [BACA JUGA: Dinas PUPR Sinergikan Kegiatan dengan Program Pamekasan Cantik]

Direktur JTV Madura Ahmad Soleh menyatakan, dialog publik dalam program “Spektrum Pamekasan” sebagai salah satu bentuk pendidikan publik solutif, sebagai upaya menggugah kesadaran publik berperan serta dalam ikut mensukseskan program pembangunan di Pamekasan.

Isi dari dialog publik ini, juga akan dinarasikan dalam bentuk artikel hasil kerja sama antara PWI Pamekasan dengan media online lokal Madura, dan kelompok informasi masyarakat (KIM), yakni KIM PAMEKASAN HEBAT, sehingga penyebaran informasi dalam isi dialog akan lebih luas ke berbagai media lain dan bisa diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dialog publik dengan nama “Spektrum Pamekasan” hasil kerja sama PWI Pamekasan dengan JTV Madura digelar rutin setiap hari Kamis, dengan tema-tema aktual dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Pamekasan, baik tentang peristiwa, sosial, ekonomi, politik, tata kelola pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan kebijakan publik, sebagai bentuk sumbangsih pemikiran dalam berupaya mewujudkan Pamekasan lebih baik. (PAMEKASAN HEBAT)

Data dan Alamat Kantor Media Massa di Pamekasan

Media massa yang ada di Kabupaten Pamekasan terdiri dari media massa cetak (koran), media massa elektronik (radio dan televisi), serta media massa dalam jaringan (daring/online).

Berikut ini data dan alamat kantor media massa yang ada di Kabupaten Pamekasan.

MEDIA MASSA CETAK (KORAN)
01). KORAN HARIAN KABAR MADURA. Badan Hukum Media: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Kantor/Redaksi: Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com, (HP:085104020817).

02). KORAN HARIAN RADAR MADURA. Badan Hukum Media: PT Madura Intermedia Pers Alamat Kantor Biro Pamekasan: Jalan Kabupaten Pamekasan.

MEDIA MASSA ELEKTRONIK (RADIO)
01). RADIO SWARA PELITA ABADI (RALITA FM). Badan Hukum Media: Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Alamat Kantor: Jalan Pamong Praja Nomor 03 Pamekasan. Telepon: (0324) 332554, 087756514899, 081331043100 SMS 08155111899, Email: ralita899fm@gmail.com. Radio ini mengudara di frekwensi 89,9 FM.

02). RADIO KARIMATA FM. Badan Hukum Media: PT Radio Swara Karimata. Alamat Kantor Jalan Raya Panglegur Nomor 123 Pamekasan. Telp/ Fax: 0324–333222, 333555/ Fax: 0324–331432. Radio ini mengudara di frekwensi 103,3 FM.

03). RADIO SUARA PAMEKASAN FM. Badan Hukum Media: ‎PT Radio Suara Pamekasan. Alamat Kantor: Jalan Trunojoyo Nomor. 222 Pamekasan, Telp/Fax 0324 323131. Radio ini mengudara di frekwensi 96,6 FM.

MEDIA MASSA ELEKTRONIK (TELEVISI)
01). JTV MADURA. Badan Hukum Media: PT Jumlah Sumenep Televisi. Alamat Kantor: Jalan Ronggosukowati Nomor 13 Pamekasan. (Telepon: 081331232724).

MEDIA MASSA DALAM JARINGAN (DARING/ONLINE)
01). MediaMadura.com. Badan Hukum Media: PT Media Madura Group. Alamat Kantor: Jalan Bahagia Nomor.34, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. (Telepon: 081333354175).

Catatan: data ini merupakan data sementara, dan akan terus diupdate. Data yang sudah dipublikasikan di situs ini merupakan data berdasarkan hasil verifikasi dari imput data yang disampaikan jurnalis di masing-masing media, serta manajemen perusahaan media yang bersangkutan.

Pamekasan Bebas dari Status Kumuh Akhir 2019

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten Pamekasan memastikan pada akhir tahun 2019 ini akan bebas dari status kumuh karena pemerintah telah mencanangkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), hasil kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemkab Pamekasan.

Menurut Sekretaris Bappeda Pemkab Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso, di Pamekasan tujuh desa/kelurahan yang masuk dalam status kumuh.

"Perinciannya terdiri dari lima kelurahan dan dua desa, dan semuanya di Kecamatan Kota Pamekasan," kata Rahmat dalam rilisnya yang diterima Jumat (16/8/2019).

Dalam rilis yang disampaikan tim pendamping program Kotaku dari Kementerian PUPR RI dijelaskan, kelima kelurahan yang masuk kategori kumuh tersebut masing-masing Kelurahan Barurambat Kota, Gladak Anyar, Jungcangcang, Parteker dan Kelurahan Patemon. Sedangkan dua desa sisanya adalah Desa Nyalabu Daya, dan Desa Panempan. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Potensi Daerah Melalui KIM]

Penetapan desa/kelurahan kumuh ini, didasarkan pada SK Bupati Pamekasan Nomor: 188/545/423.131/2015 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh.

Ada tujuh indikator plus satu yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebuah desa/kelurahan masuk kategori kumuh.

Ketujuh indikator itu, meliputi bagunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka publik, serta pengamanan kebakaran. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Dalam bidang bangunan gedung, ketidakteraturan dalam hal dimensi, orientasi dan bentuk kepadatan, serta tinggi bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam rencana tata ruang, serta ketidaksesuaian dengan persayaratan teknis sistem struktur, pengamanan petir, penghawaan, pencahayaan, sanitasi merupakah indikator kumuh.

Demikian juga dengan jalan lingkungan seperti kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman, atau lebar dan kelengkapan jalan yang tidak memadai, termasuk ketidaktersediaan akses air minum.

Disamping itu, drainase lingkungan, seperti ketidakmampuan mengalirkan limpasan air hujan yang bisa menimbulkan bau, dan ketidaktersediaan sistem pengelolaan air limbah juga menjadi indikator sebuah desa/kelurahan berstatur kumuh. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Terapkan Penanganan Bencana Terintegratif]

"Demikian juga tentang pengelolaan persampahan, seperti ketidaktersediaan sistem pengelolaan persampahan, dan ketidaktersediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan, termasuk ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH)," kata Kasubid Permukiman Bappeda Pemkab Pamekasan Andri Isfaraini.

Pengamanan kebakaran juga menjadi indikator tambahan, karena ketidaktersediaan sistem pengamanan secara aktif dan pasif, kaitannya dengan pasokan air untuk pemadaman yang memadai, merupakan hal yang dinilai penting, mengingat musibah kebakaran juga sering terjadi pada saat-saat tertentu.

Andri menjelaskan, total luas daerah kumuh dari lima kelurahan dan dua desa di Pamekasan mencapai 60,91 hektare, lebih luas dari daerah kumuh yang ada di Sumenep dan Bangkalan yang juga menerima program bantuan ini. Sebab, di Sumenep luas areal kumuh hanya 35,39 hektare, sedangkan Bangkalan hanya 10,48 hektare. [Baca Juga: Dinas PUPR Sinergikan Kegiatan dengan Program Pamekasan Cantik]

Workshop tentang teknik pelaksanaan program ini telah digelar oleh tim pendamping pelaksana program dari Kementerian PUPR Republik Indonesia pada 15 Agustus 2019 dengan mengundang para pihak, seperti aparat desa dan pihak terkait lainnya.

Menurut Koordinator Kota Kluster 4 pada program Kotaku ini, Abdussalam, di Madura ada tiga kabupaten yang mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat, yakni Pemkab Pamekasan, Sumenep dan Pemkab Bangkalan.

"Dan workshop tentang program ini telah dilaksanakan sejak beberapa hari ini, termasuk di Kabupaten Pamekasan," kata Salam sapaan karib alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jungcangcang, Pamekasan itu. [Baca Juga: PWI-JTV Madura Diskusikan Persoalan Publik dalam Spektrum Pamekasan]

Sementara di Pamekasan, program "Kotaku" telah berlangsung mulai tahun 2017.

Kala itu, sekitar 20 persen atau 12,18 hektare dari total luas daerah kumuh yang ada di Pamekasan telah tergarap, lalu pada 2018 mencapai 65 persen atau 39,59 hektare, sedangkan tahun ini, sekitar 15 persen atau 9,14 hektare.

Workshop ditekankan pada teknik pelaksanaan, sistem pelaporan dan asas manfaat dari pelaksanaan program, berikut target yang hendak dicapai melalui program "Kotaku" itu, disamping sistem pelaporan dan bentuk pertanggung jawaban dari program yang telah dilaksanakan. (PAMEKASAN HEBAT)