KIM Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Pamekasan

Ketua KIM Pamekasan Hebat yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan saat menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM di Radio Karimata FM Pamekasan pada 24 Januari 2019.
PAMEKASAN HEBAT - Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat Abd Aziz menyatakan, KIM bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan apabila dikelola dengan serius dan didukung oleh pemerintah daerah, bahkan KIM bisa menjadi media alternatif di tengah maraknya berita bohong yang akhir-akhir ini tersebar luas di media sosial.

"Hanya saja, peran KIM belum dioptimalkan, sehingga keberadaan KIM belum begitu dirasakan oleh masyarakat," kata Abd Aziz saat menjadi pembicara dalam dialog bertema "Media dan Ekonomi Digital" di Radio Karimata FM pada 24 Januari 2019.

Sebagaimana media massa, media berbasis kelompok masyarakat ini, menurutnya juga memiliki kemampuan untuk menciptakan opini publik, dan apa yang dianggap penting oleh media yang dikelola KIM itu, juga akan dianggap penting oleh masyarakat.

Hanya saja, sambung dia, yang membedakan nantinya, adalah pada sisi nilai sosial. Jika media massa lebih berorientasi pada kepentingan pasar KIM justru lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok yang akan menjadi sasaran informasi yang dikelola oleh KIM itu. [Baca Juga: Gerakan Literasi KIM Pamekasan Hebat Bersama Kompak]

Aziz yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan itu lebih lanjut menjelaskan, kontribusi insan pers dan para anggota KIM di Pamekasan pada peningkatan dan pemberdayaan ekonomi mikro dan ekonomi kreatif harus ditingkatkan, mengingat penguatan ekonomi telah menjadi komitmen masyarakat pers bahkan menjadi tema pokok pada Hari Pers Nasional 2019.

Sebab, tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital' pada HPN 2019 tahun ini, merupakan komitmen insan pers dan masyarakat pers di negari ini," katanya.

Ketua PWI Abd Aziz yang juga Ketua KIM Pamekasan Hebat Pamekasan merupakan satu dari dua narasumber yang diundang manajemen Radio Karimata FM di acara itu yang dipandu penyiar Juned Adinata itu. Narasumber lainnya adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Pamekasan Djon Yulianto.

Aziz dalam kesempatan itu memaparkan, pers memiliki kemampuan mendorong elemen masyarakat untuk melakukan sebuah tindakan, termasuk dalam mengenalkan produk dan hasil kerajinan masyarakat. Ini terjadi, karena pers bukan hanya sebatas menyampaikan informasi kepada khalayak, akan tetapi juga bisa membingkai informasi yang dianggap penting yang perlu disampaikan kepada khalayak.

"Dengan demikian, pers akan menjadi ruang efektif, dan oleh karena itu, yang terpenting dan harus dilakukan oleh insan pers kedepan adalah pada fokus dan pembingkaian informasi tersebut," katanya. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Kampanyekan Literasi Bersama Bupati-Wabup]

Maraknya media sosial atau yang disebut dengan "new media/media baru" seperti facebook, twitter dan youtobe, dan sejenisnya, menurut Aziz, bisa menjadi sarana efektif dalam mendistribusikan infosmasi hasil produk jurnalistik insan pers yang telah diterbikan di masing-masing media massa.

Mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) jurusan Media dan Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini lebih lanjut memaparkan, seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, media berpotensi menjadi penggerak ekonomi paling efektif di masa-masa yang akan, dan hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya penjualan hasil produk kerajinan masyarakat melalui media online, seperti bukalapak.com, dan sejenisnya.

"Pada HPN 2019 kali ini, masyarakat pers telah meneguhkan komitmen untuk menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis digital tersebut, dan ini harus diiringin komitmen di tingkat lokal, Pamekasan," kata Aziz.

Menurut Pewarta Perum LKBN Antara ini, hal tersebut bisa terwujud, apabila ada komitmen dan kerja sama baik, antara elemen pers dan elemen-elemen lainnya, seperti pemkab, para pelaku usaha, dan kelompok profesional dan akademisi di Pamekasan.

"Jika hanya media massa dan insan pers yang memiliki keinginan kuat, sesuai amanat tema HPN kali ini, akan tetapi elemen lain kurang bergairah, tentunya akan sulit terwujud," ujar Aziz.

Pada bagian lain, Aziz juga memaparkan pentingnya mengubah paradiga lama yang berkonotasi kurang baik di kalangan masyarakat pers, yakni "good news is bad news" menjadi "good news is good news", tanpa mengabaikan peran dan fungsi pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai kontrol bagi semua elemen masyarakat dan pemangku kebijakan publik.

"Dan peran adaptif, partisipatif yang menjadi idealisme yang mengacu kepada kaidah dan aturan normatif inilah yang menurut saya, merupakan pers insan pers sejati yang harus kita perankan," urai Abd Aziz.

Ia meyakini, kemampuan insan pers dalam menempatkan peran-peran strategis, akan tetapi tetap komitmen pada nilai-nilai normatif itu, akan menjadi insan pers lebih disegani, karena dengan demikian, mampu menempatkan diri pada posisi yang semestinya. Informasi yang disajikan kepada publik akan bernilai positif, penting, dan dibutuhkan, bukan hanya menjadi berita sampah dan menakutkan. "Tugas mulia insan pers, saya kira pada posisi ini," katanya, menegaskan.

KIM Pamekasan Hebat merupakan satu dari 13 kelompok informasi masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan. (Humas KIM Pamekasan Hebat)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »