Dharma Wanita Persatuan Pamekasan Latih warga Teknik "Baking"

PAMEKASAN HEBAT - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pamekasan, melatih wargatentang teknik "baking" atau teknik pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik dalam pembuatan kuliner.

"Pelatihan ini kami gelar untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah masakan, sehingga bisa bernilai ekonomis," kata Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja'e di Pamekasan, Kamis (31/10/2019).

Mohammad Fadil merupakan juru masak yang diundang sebagai pemateri dalam acara pelatihan itu. Teknik baking atau yang sering disebut pemanggangan ini merupakan teknik dalam pengolahan pangan menggunakan oven kompor atau oven listrik untuk mematangkan masakan tertentu tanpa menggunakan minyak atau air sebagai medium pindah panas.

Sumber panas yang digunakan oleh oven kompor adalah panas api dari kompor, sedangkan oven listrik menggunakan listrik sebagai sumber panasnya.

Proses baking ini dapat diatur atau dikontrol sehingga sesuai dengan kondisi proses yang diharapkan. Tentunya waktu pengovenannya bergantung pada jenis produk pangan yang dipanggang.

"Dan produk pangan yang diolah menggunakan teknik baking antara lain bisa berupa roti, cookies, dan pastry. Umumnya proses pemanggangan dilakukan dengan suhu diatas 100 derajat selsius atau tergantung pada jenis oven, bahan pangan, dan tingkat kematangan yang diharapkan," katanya.

Bentuk pelatihan yang disampaikan kepada ibu-ibu rumah tangga dari sejumlah desa di Pamekasan itu berupa pemaparan teori dan dilanjutkan dengan praktik secara langsung.

Namun, pada pelatihan kali ini, Fadil langsung mempraktikkan pada jenis masakan martabak rendang cheese dan pizza sosis cheese bite, karena jenis masakan ini memang banyak diminati oleh masyarakat Pamekasan.

Menurut Penasihat DWP Pamekasan Yuni Lailatul Fitriyah Raja'e, Pamekasan memiliki banyak potensi kuliner. Hanya saja, keterampilan mengolah bahan dasar makanan yang ada di Pamekasan itu belum cukup memadai.

"Maka dari itu, pelatihan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah makanya, dan pada akhirnya bisa mengembangkan makanan olahan tersebut bernilai ekonomis," katanya, menjelaskan.

Selain itu, pelatihan pengolahan makanan tersebut diharapkan bisa menjadi program pendukung dalam pengembangan pariwisata di Pamekasan.

"Akan sangat mendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat jika di Pamekasan nantinya juga dikembangkan wisata kuliner. Makanya pelatihan ini sebagai upaya untuk mempersiapkan kearah sana," kata mantan aktivis Korp HMI Wati (Kohati) Cabang Pamekasan ini.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, sambung Yuni, nantinya pihaknya akan meminta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pamekasan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada ibu-ibu rumah tangga yang tersebar di 178 desa di Kabupaten Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »