Bupati Baddrut Tamam Ajak Umat Teladani Kesabaran Nabi Ibrahim

PAMEKASAN HEBAT
- Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak umat Islam meneladani ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ia menyatakan banyak ibrah yang bisa dipetik dari pelajaran sejarah Nabiyullah itu, hingga akhirnya menjadi manhaj syariah bagi umat Islam hingga kini.

"Dan mari kita maknai Idul Adha di tengah wabah pandemi COVID-19 ini agar senantiasa tetap menjaga hati dan pikiran untuk selalu mengharap rida dan ampunannya," kata dia saat menyampaikan sambutan sebelum Shalat Id di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan, Jumat (31/7/2020).

Virus corona yang telah menyerang warga di 270 lebih negara di dunia, telah menyebabkan banyak perubahan dalam banyak hal, terutama bidang ekonomi di samping banyak warga yang meninggal akibat terpapar COVID-19 itu. [Baca Juga: PN Pamekasan Putuskan Kades Laden Alimudin Tidak Bersalah]

Oleh karena itu, ikhtiar untuk menekan dan mencegah penyebaran COVID-19 harus terus dilakukan.

Di Pamekasan, tercatat 777 orang suspek kasus ini dan sebanyak 233 terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak.

Memang, sambung mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, untuk menciptakan kesadaran yang menyeluruh tentang pentingnya mengantisipasi penyebaran COVID-19 tidak mudah, karena ada sebagian yang beranggapan bahwa pandemi adalah konspirasi. [Baca Juga: PWI Pamekasan Terbitkan Buku Madura dalam Sorotan Media]

Namun, upaya serius dan bersungguh-sungguh demi keselamatan bersama dalam menekan penyebaran COVID-19 harus tetap dilakukan.

Selain Bupati Baddrut Tamam, Wakil Bupati Raja'e, Sekda Pemkab Pamekasan Totok Hartono dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan lainnya juga melaksanakan Shalad Id di masjid terbesar di Kabupaten Pamekasan itu.

Pelaksanaan shalat dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak. Jamaah yang datang ke masjid itu dilakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu oleh petugas dan diminta untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Bertindak sebagai khatib pada Shalat Id itu Ketua Umum Yayasan Takmir Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan K.H. Baidawi Absar dengan tema khotbah "Keikhlasan Berkurban dalam Mengokohkan Keimanan dan Jiwa Sosial di Masa Pandemi".

Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyerahkan hewan kurban kepada takmir masjid didampingi Wakil Bupati Raja'e, Sekda Totok Hartono dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Halifaturrahman.

Total jumlah hewan yang dikurbankan pada Idul Adha 1441 Hijriah 65 ekor kambing dan 13 ekor sapi. (PAMEKASAN HEBAT)

PN Pamekasan Putuskan Kades Laden Alimudin Tidak Bersalah

PAMEKASAN HEBAT
- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan memutuskan bahwa keputusan Kepala Desa Laden Alimudin atas dakwaan telah melakukan perbuatan melawan hukum karena memberhentikan sejumlah perangkat di desa itu, tidak bersalah dan menolak gugatan para penggugat.

Pada sidang pembacaan putusan dengan perkara nomor 02/Pdt.G/2020/PN.Pmk tetanggal 29 Juli 2020, keputusan Kades Laden Alimudin memberhentikan beberapa orang aparatnya sudah dinilai prosedural, karena faktanya para aparat desa yang diberhentikan memang tidak bisa menunjukkan bukti SK Pengangkatan oleh kepala desa sebelumnya. Akibatnya, gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan oleh Dayat Hermanto dan kawan-kawan ditolak oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri Pamekasan.

"Menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya, dan menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp251.000 (dua ratus lima puluh ribu satu rupiah)," kata Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara itu Fidiyawan Satriantoro, SH, saat membacakan putusan di PN Pamekasan pada 29 Juli 2020.

Dua anggota majelis hakim lainnya yang juga menangani perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum ini adalah Muhammad Sukamto, SH dan Hirmawan Agung Wicaksono.

Gugatan yang dilayangkan Dayat Hermanto dan kawan-kawan melalu  tim kuasa hukumnya, Nisan Radian itu pada pokoknya mempermasalahkan tiga hal. Pertama, para penggugat merasa telah diberhentikan secara lisan sejak tanggal 2 Desember 2019.
 
Kemudian yang kedua, pada posita tergugat telah mengangkat perangkat desa baru pada tanggal 4 Desember 2019, dan yang ketiga, para penggugat mendalilkan tergugat telah melanggar Pasal 1365 KUH Perdata karena memberhentikan para penggugat.

Berdasarkan alasan itu, maka para penggugat merasa dirinya mengalami kerugian materil sebesar Rp1.000.000.000 (Satu Miliar Rupiah) dan kerugian immaterial sebesar Rp1.600.000.000 (Satu Miliar Enam Ratus Juta Rupiah).

Namun tergugat Alimudin melalui kuasa hukumnya  Sulaisi Abdurrazaq menyatakan, tuduhan para penggugat lemah dan faktanya tidak terbukti di persidangan.  Alat bukti surat dan saksi-saksi yang diajukan tergugat telah mampu mematahkan dalil-dalil serta alat bukti surat dan saksi dari para peggugat, sehingga beralasan secara hukum apabila gugatan para penggugat ditolak.

"Maka wajar apabila Majelis Hakim menolak seluruh gugatan pada pokok perkara yang diajukan para penggugat untuk seluruhnya," kata pengacara yang juga Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur ini.

Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, masalah di Desa Laden tersebut sebenarnya sudah lama terjadi, dan sebelum adanya gugatan ke pengadilan, sebagian dari para penggugat terus mengganggu kinerja Kepala Desa Laden dengan cara melaporkan sang Kades seolah-olah telah melakukan tindak pidana korupsi ke Kejaksaan, ditembuskan Polda Jatim, hingga ke Presiden RI.

"Jadi sudah ada iklim suasana tidak sehat yang menurut hemat kami sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana," katanya.

Syukuran Kemenangan
Terkait kemenangan dalam perkara Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan oleh Dayat Hermanto bersama 10 penggugat lainnya, masing-masing Lilik Kustini, Subahan, Diki Warisandi, Maftuhah Maulidiyah, Khairul Ramadhan, Abdul Gafur, Ediyanto, Sri Agustiningsih, Rini Indrayati dan Hartono Hidayat itu, Kades Laden Alimudin langsung menggelar syukuran.

Purnawirawan TNI yang dikenal peduli dan selalu membantu masyarakat Desa Laden ini langsung mengumpulkan para aparat desanya, dan meminta agar mereka bisa lebih fokus bekerja untuk membangun dan memajukan Desa Laden.

Alimudin juga mengajak semua elemen masyarakat menghormati keputusan pengadilan dan saling menjaga kondisi yang kondusif, tidak memperkeruh suasana, sehingga kepentingan masyarakat bisa terlayani dengan baik.

"Sebagai Kepala Desa Laden, saya berharap agar Desa Laden kondusif, tidak saling mengganggu dan hendaknya menghormati putusan pengadilan, atas putusan ini saya sujud syukur dan menerima," katanya sumringah.

Purnawirawan TNI yang berusia 61 tahun ini lebih lanjut menyatakan, program desa tematik yang dicanangkan Pemkab Pamekasan sebagai upaya untuk mengembangan perekonomian masyarakat berbasis pedesaan harus didukung penuh, sehingga cita ideal "Pamekasan Hebat" yang tumbuh dan berkembang berkat kerja sama baik antarsemua elemen. (PAMEKASAN HEBAT)


PPS Jokotole Pamekasan Raih Juara 2 di Festival Korem Bhaskara Jaya

PAMEKASAN HEBAT - Perguruan Pencak Silat (PPS) Jokotole Pamekasan berhasil meraih Juara II pada ajang Festival Bela Diri Tradisional Pencak Silat Korem 084/Bhaskara Jaya 2020 yang digelar di Surabaya, Jumat (24/7/2020).

Festival Bela Diri Tradisional Pencak Silat bertema "Membentuk SDM Kreatif dan Adaptif" ini diikuti berbagai kontingan dari beberapa kodim di Pulau Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan), Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Kontingen Kodim 0826 Pamekasan diwakili dua perguruan pencak silat yakni, PPS Jokotole dan PPS Pamur untuk dua kategori, yakni ganda dan berkelompok
.
PPS Jokotole yang tampil dengan nomor undi 01 ini membuat semua penonton terpukau dengan gerakan seni yang dipertunjukkan. Taat pada etika dan estetika serta kaidah pencak silat yang baik dan benar dengan durasi waktu tampil selama 3 menit, membuat PPS Jokotole bisa tambil dengan menarik. [Baca Juga: Santri Peraih Juara Tahfidz Asean Disambut di Pendopo Pamekasan]

Penanggung jawab Kontingen Kodim 0826 Pamekasan Serma Hidayatullah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah mengharumkan nama Kodim 0826 Pamekasan pada festival Pencak Silat Tradisional tingkat Korem 084/Bhaskara Jaya
 tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua atlet, manajer,  dan offical tim kontingen kodim 0826 Pamekasan yang telah ikut berpartisipasi di festival Seni Bela Diri Pencak Silat di Korem 084/Bhaskara Jaya ini," katanya.

Berkat usaha serius para atlek, utusan Kodim 0826 Pamekasan, yakni PPS Jokotole akhirnya berhasil meraih juara II untuk kategori ganda,  dan juga PPS Pamor berhasil meraih peringkat 4 untuk kategori beregu.  [Baca Juga: Berbaur Sowan kepada Mantan Bupati dan Wabup Pamekasan]

"Bagi kami, ini semua karena putra dan putri terbaik yang dimiliki Kabupaten Pamekasan. Yang juara kami ucapkan selamat dan yang belum, teruslah berlatih, karena prestasi akan bisa diraih dengan latian keras dan bersungguh-sungguh," katanya "Dayat" sapaan akrab Serma Hidayatullah ini.

Sementara itu, Manajer Kontingen Atlek Pencak Silat Kodim 0826 Pamekasan Safiudin menyatakan, pihaknya telah berupaya memberikan yang terbaik bagi Kodim 0826 Pamekasan dan masyarakat Pamekasan. Juara 2 memang belum memuaskan, akan tetapi harus disyukuri dengan cara lebih giat lagi dalam menjalani latihan dan menjadikan festival sebagai pengalaman terbaik dalam meraih prestasi yang lebih baik lagi.

"Kita sudah tampil maksimal dan memberikan yang terbaik buat Kodim 0826 Pamekasan, persolanan juara atau tidak bagi kami tidak masalah, karena atlet-atlet kami telah berupaya untuk memberikan yang terbaik buat Pamekasan," ungkap Safiudin. [Baca Juga: PWI Pamekasan Terbitkan Buku Madura Dalam Sorotan Media]

Pada ajang Festival Pencak Silat Tradisional yang digelar oleh Korem 084/Bhaskara Jaya 2020 ini, tercatat pemenang juara 1 ganda dari PPS Jokotole Bangkalan disusul juara 2 dari PPS Jokotole Pamekasan dan juara 3 SPKM Surabaya Selatan

Sementara untuk tingkat regu, juara diraih oleh PPS Jokotole Bangkalan, juara 2 Pagar Nusa Surabaya Utara dan juara 3 dari PPS Jokotole Sampang. Secara umum, PPS Jokotole mendominasi perolehan juara pada ajang festival itu. (PAMEKASAN HEBAT)

PWI Pamekasan Terbitkan buku Madura dalam Sorotan Media

PAMEKASAN HEBATPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menerbitkan buku karya jurnalistik berjudul "Bukan (tanda tanya): Madura dalam Sorotan Media" yang menyajikan berbagai fenomena sosial kemasyarakatan hingga olahraga.

Buku yang dikemas dalam buku rampai setebal 454 halaman tersebut, merupakan karya para wartawan yang tergabung di organisasi profesi wartawan, yakni PWI Pamekasan.

"Jadi buku rampai ini merupakan kumpulan karya jurnalistik teman-teman jurnalis Pamekasan," kata Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz dalam keterangan pers di Gedung Graha Insan Media, Kantor PWI di Jalan Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (7/5/2020) malam.

Dalam karya yang mendapatkan apresiasi dari Ketua PWI Provinsi Jawa Timur, Ainur Rohim juga mengupas tuntas berbagai fenomena di Madura. Mulai dari aspek budaya, ekonomi, pendidikan, politik, sosial kemasyarakatan maupun berbagai aspek lainnya. [Baca Juga: PWI-JTV Diskusikan Persoalan Publik dalam Spektrum Pamekasan]

"Ungkapan terima kasih kami sampaikan kepada Ketum PWI Jatim yang telah bersedia memberikan sambutan di buku ini, termasuk juga para pengurus PWI Jawa Timur lainnya yang terus mendorong agar budaya literasi tetap terjaga di kalangan insan pers," ungkapnya.

Tidak hanya itu, inisiasi menerbitkan buku tidak lepas dari upaya jajaran pengurus PWI Pamekasan untuk terus menjaga budaya literasi, khususnya di kabupaten yang juga berinisiatif untuk terus menumbuhkan budaya literasi di masyarakat.

"Orientasi penting dari terbitnya buku ini tidak lepas dari upaya kami untuk mendorong budaya literasi di kalangan insan pers, tidak kalah penting tentunya marwah jurnalis sebagai penyampai risalah terpelihara dengan baik di tengah membanjirnya arus informasi saat ini," katanya. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Gabung PWI Dirikan Posko COVID-19]

Aziz juga berharap, terbitnya buku tersebut nantinya dapat menjadi motivasi kepada para insan pers, khususnya di organisasi yang dipimpinnya, agar terus menjunjung tinggi etika jurnalistik.

"Selain mendorong peningkatan budaya literasi dan menjaga marwah profesi, kita harapkan hal ini terus berlangsung pada tahun mendatang dan tentunya dengan kemasan berbeda dan lebih baik," harap wartawan LKBN ANTARA Biro Jawa Timur ini.

"Kami akui buku ini masih terdapat beberapa kekurangan, semoga pada terbitan berikutnya bisa lebih baik lagi dan tentunya dengan gagasan dan ide yang lebih progresif dan up to date. Sehingga dapat memotivasi rekan-rekan jurnalis untuk terus meningkatkan budaya literasi," katanya.

Ada 12 sub bahasan yang disajikan dalam buku yang diterbitkan oleh CV Duta Media ini. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Masing-masing, 1). Menggoli Potensi, Menata Birokrasi, 2). Potret dan Peristiwa, 3). Toleransi dan Pluralisme, 4). Konflik dan Dinamika Sosial, 5). Politik, 6). Seni dan Budaya, 7). Ekonomi dan Kesra, 8). Jurnalis, Media dan Komunikasi, 9). Pendidikan, 10). Olehraga, 11). Prestasi dan Profil.

Rencana awal buku ini, akan diluncurkan pada malam resepsi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) oleh PWI Pamekasan pada April 2020  lalu, namun karena terjadi wabah corona, maka malam puncak resepsi HPN ditiadakan.

"Semoga buku perdana yang terbit di tengah pandemi corona ini nantinya akan menjadi penyemangat bagi insan pers di Pamekasan dalam menguatkan nilai-nilai jurnalistik dan beretika dan mampu membangun optimisme publik," kata alumni Magister Media dan Komunikasi Unair Surabaya ini.

Buku bunga rampai berjudul "Bukan (tanda tanya): Madura Dalam Sorotan Media" ini merupakan buku kedua hasil karya jurnalis di Indonesia yang terbit di tengah pandemi corona.

Buku lainnya adalah buku berjudul  "Bertahan di Wuhan: Kesaksian Wartawan Indonesia di Tengah Pandemi Corona" yang ditulis wartawan LKBN ANTARA M Irfan Ilmi saat bertugas melakukan liputan di Negara Tirai Bambu itu. (RILIS PWI PAMEKASAN)

Pemkab Pamekasan Bentuk Tim Khusus Pemeriksaan Hewan Kurban

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, membentuk tim khusus pemeriksa kesehatan hewan yang hendak dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan Bambang Prayogi di Pamekasan Kamis (23/7/2020) mengatakan, selain bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban, tim juga bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di sejumlah pasar tradisional.

"Pembentukan tim khusus ini dimaksudkan untuk memastikan agar hewan yang akan dijadikan kurban benar-benar aman dan bebas dari berbagai jenis penyakit," katanya.

Tim khusus yang terdiri dari dokter hewan dan penyuluh peternakan itu, katanya, bertugas melakukan pemeriksaan dengan mendatangi rumah potong hewan, pasar hewan dan perkampungan warga.

Menurut Bambang, tim telah dibentuk beberapa hari lalu, dan mereka telah mulai bekerja hingga Hari Raya Idul Adha `10 Dzulhijjah 1441 Hijriah nanti. [Baca Juga: Tip Memilih Hewan Kurban Yang Sehat]

Selain membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Pamekasan juga menyampaikan imbauan kepada warga yang hendak berkurban.

Menurut Bambang, imbauan itu mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.

Dalam Permentan itu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan hewan kurban adalah hewan yang memenuhi persyaratan syariat Islam untuk keperluan ibadah kurban.

Lazimnya, kata Bambang, hewan ternak yang dijadikan hewan kurban di Indonesia adalah kambing, domba, sapi dan kerbau.

"Dan menjelang Hari Raya Idul Adha di Pamekasan ini memang banyak lapak-lapak perdagangan hewan," ucap Bambang. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Hewan kurban yang sehat, sambung dia, mutlak harus dipenuhi untuk mendapatkan kepuasan dan ketenangan dalam berkurban, sehingga nantinya dapat diperoleh daging kurban yang aman dan layak untuk dikonsumsi oleh penerima manfaat daging kurban.

Pengetahuan masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya zoonosis, yaitu penularan penyakit dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

"Atas dasar itu, maka kami membentuk tim khusus," ujarnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Permentan, hewan kurban yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain tidak cacat, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya dan mengalami kerusakan daun telinga.

Selain itu, syarat lainnya adalah tidak kurus, berjenis kelamin jantan, tidak dikebiri, memiliki buah zakar lengkap, utuh dan berbentuk simetris, serta cukup umur.

"Untuk kambing dan domba berusia lebih dari satu tahun, sedangkan untuk sapi dan kerbau berusia lebih dari dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap," katanya.

Ketentuan ini, sambung dia, mengacu kepada ketentuan syariat Islam tentang syarat-syarat syahnya kurban.

"Oleh karena itu, saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, petugas kami di lapangan juga diminta untuk menjelaskan hal tersebut," kata Bambang.

Hingga saat ini, kata Bambang, sudah ada sekitar 700-an hewan kurban jenis sapi, kambing dan domba yang telah dilakukan pemeriksaan oleh tim khusus bentukan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Pamekasan itu. (PAMEKASAN HEBAT)

Tip Memilih Hewan Kurban Yang Sehat

PAMEKASAN HEBAT - Berdasarkan peraturan menteri pertanian Nomor: 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban yang dimaksud adalah hewan yang memenuhi persyaratan syariat Islam untuk keperluan ibadah kurban.

Di Indonesia, hewan ternak yang lazin dijadikan hewan kurban adalah kambing, domba, sapi dan kerbau. Menjelang Hari Raya Idul Adha ini mulai banyak menjamur lapak-lapak perdagangan hewan

Hewan kurban yang sehat mutlak dipenuhi untuk mendapatkan kepuasan dan ketenangan dalam berkurban, sehingga nantinya dapat diperoleh daging qurban yang aman dan layak untuk dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Dengan demikian, maka pengetahuan masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya zoonosis yaitu penularan penyakit dari hewan ke manusia atau sebaliknya. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Hewan yang akan dikurbankan hendaknya memenuhi beberapa persyaratan, seperti, tidak cacat, buta, pincang, patah tanduk, putus ekornya dan mengalami kerusakan daun telinga dan tidak kurus.

Selain itu, diutamakan berjenis Kelamin jantan, tidak dikebiri,  memiliki buah zakar lengkap, utuh dan berbentuk simetris. Selanjutnya cukup Umur, dengan ketentuan untuk kambing dan domba berusia lebih dari 1 tahun, sedangkan untuk sapi dan kerbau berusia lebih dari 2 tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Secara administrasi hewan qurban yang diperdagangkan harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh otoritas veteriner/ dinas yang membidangi fungsi peternakan dari daerah asal ternak.

Hal ini sesuai dengan Permentan Nomor: 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Potensi Daerah Melalui KIM]

SKKH ini paling sedikit memuat informasi mengenai, nama pemilik, alamat pemilik, jenis hewan, jumlah hewan, jenis kelamin hewan, daerah asal hewan, status kesehatan hewan, dan status situasi penyakit hewan daerah asal.

Secara teknis hewan harus dinyatakan sehat berdasarkan pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner di bawah pengawasan dokter hewan berwenang.

Terkait hal ini, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan telah membentuk tim pengawasan kesehatan hewan kurban yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner untuk melakukan pengawasan peredaran perdagangan hewan kurban di Kabupaten Pamekasan.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkab Pamekasan Bambang Prayogi, selain pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga menerapkan dua pola pengawasan, yakni ante mortem dan post mortem.

"Ante mortem ini adalah pemeriksaan sebelum  penyembelihan, sedangkan post mortem adalah pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban," katanya.

Pemeriksaan kesehatan hewan di lapak pedagang hewan sekaligus melakukan pemeriksaan kelengkapan SKKH dari daerah asal ternak. Hewan yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat, maka akan diberikan kalung bertuliskan sehat. Sedangkan untuk hewan kurban yang sakit maka akan diberikan pelayanan kesehatan gratis.

Pada pemeriksaan kesehatan daging hasil penyembelihan di lokasi-lokasi yang menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban untuk menjamin ketentraman batin masyarakat penerima manfaat daging kurban di Kabupaten Pamekasan untuk mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh dan halal atau ASUH. (PAMEKASAN HEBAT)

Tim Gugus Tugas Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Kasus COVID-19 karyawan BRI

PAMEKASAN HEBAT - Tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) melakukan penyelidikan epidemiologi pada kasus COVID-19 yang menyebabkan sebanyak 13 karyaran Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pamekasan, Jawa Timur positif terpapar virus corona.

"Saat ini tim medis dari Dinas Kesehatan Pamekasan sudah turun tangan, guna melacak orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 dari BRI tersebut," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat kepada media di Pamekasan Ahad (19/7/2020).

Temuan adanya karyawan BRI yang terpapar COVID-19 ini, setelah perusahaan jasa keuangan ini melakukan tes swab kepada semua karyawannya di Surabaya. Hasilnya, sebanyak 13 orang dinyatakan positif. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Gabung PWI Dirikan Posko COVID-19]

Menurut Syaiful, para karyawan BRI yang positif terpapar COVID-19 itu masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan semuanya sehat.

"Karena jenisnya OTG, maka karantina yang dilakukan adalah karantinya mandiri. Mereka tidak dirawat di RSUD Pamekasan ataupun di rumah sakit rujukan kasus COVID-19 di Pamekasan ini," katanya.

Selain dilakukan penyelidikan penilitian epidemiologi, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan di semua kantor BRI unit yang ada di Kabupaten Pamekasan. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

"Kecuali kantor BRI cabang. Kalau semua BRI unit kita lakukan sudah melakukan penyemprotas atas permintaan pihak BRI sendiri," kata Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana Daerah (FRPB) Pamekasan Budi Cahyono.

Kantor BRI unit yang dilakukan penyemprotan karena karyawannya ada positif terpapar COVID-19 itu, masing-masing BRI unit Gaden, Terminal, Trunojoyo, Pakong, Palengaan, Ponteh dan BRI unit Waru.

Sementara itu, hingga 18 Juli 2020 terdata warga Pamekasan terpapar COVID-19 sebanyak 201 orang dengan perincian sebanyak 101 orang masih menjalani perawatan, 75 orang sembuh dan sebanyak 25 orang sisanya meninggal dunia. (PAMEKASAN HEBAT)

Gugus Tugas Pamekasan Umumkan 19 Pasien Positif COVID-19 Sembuh

PAMEKASAN HEBAT - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengumumkan sebanyak 19 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Ke-19 pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh per hari ini adalah berasal dari tiga kecamatan," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media Ahad (19/7/2020) malam.

Perinciannya pasien berasal dari Kecamatan Pademawu sebanyak 7 orang, lalu dari Kecamatan Pamekasan sebanyak 4 orang dan 3 orang sisanya pasien positif COVID-19 yang berasal dari Kecamatan Tlanakan. [Baca Juga: KPID Jatim Minta KIM Proaktif Sosialisasikan Pencegah COVID-19]

Pasien positif COVID-19 asal Kecamatan Pademawu yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (66) berjenis kelamin laki-laki, S (53) berjenis kelamin perempuan, M (56) juga perempuan, lalu S (tanpa tahun) berjenis kelamin laki-laki, D (49), W (th) berjenis kelamin perempuan dan A (44) berjenis laki-laki.

"Kalau dari Kecamatan Tlanakan masing-masing berinisial D (35), M (28), dan E (51)," kata Sigit menjelaskan. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Sedangkan pasien asal Kabupaten Pamekasan yang telah dinyatakan sembuh masing-masing berinisial M (51) berjenis kelamin laki-laki, A (20) berjenis kelamin laki-laki, S (25) juga berjenis kelamin laki-laki, lalu M (32) berjenis kelamin laki-laki dan H (61) berjenis kelamin perempuan.

Dengan adanya sebanyak 19 pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total pasien COVID-19 yang sembuh hingga 19 Juli 2020 sebanyak 75 orang dari total 201 orang yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19. Sedangkan pasien yang meninggal dunia terdata sebanyak 25 orang. (PAMEKASAN HEBAT)

Inilah Terminologi Baru Kasus COVID-19

PAMEKASAN HEBAT - Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan keputusan Nomor: HK. 01.07-MENKES-413-2020 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

Keputusan yang berisi 207 halaman tersebut diantaranya membahas tentang terminologi kasus COVID-19 terbaru, yakni 1). Kasus Suspek, 2). Kasus Probable, 3). Kasus Terkonfirmasi,
4). Kontak Erat, 5). Pelaku Perjalanan, 6). Discarded, 7). Selesai Isolasi, dan 8). Kematian.

KASUS SUSPEK adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria (a). Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat
 perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Lalu, (b), orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19. (c). Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

KASUS PROBABLE adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan
gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

KASUS KONFIRMASI adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang
dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi ini dibagi menjadi dua, yakni (2:a). Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan (2:b). Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)
.
KONTAK ERAT adalah  Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.  Riwayat kontak yang dimaksud antara lain, (a). kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

Berikutnya, (b), melakukan sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain). Lalu pada poin (c), adalah orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai
standar.

Berikutnya (d). Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik)  untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

PELAKU PERJALANAN adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Yang dimaksud dengan DISCARDED apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: (a), Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam. (b), seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan  masa karantina selama 14 hari selesai.

ISOLASI  selesai ialah isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria, (a), kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10
 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. (b), Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. (c). Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala(simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
(PAMEKASAN HEBAT)

KPID Jatim Minta KIM Proaktif Sosialisasikan Pencegahan COVID-19

PAMEKASAN HEBAT - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur meminta agar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Pamekasan lebih proaktif lagi dalam ikut membantu pemerintah mensosialisasikan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang akhir-akhir ini jumlahnya terus meningkat.

"Peran aktif media dan lembaga penyiaran sangat dibutuhkan, karena bangsa kita saat ini sedang dilanda pendemi, terutama bantuan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan," kata Ketua KPID Jawa Timur Afif Amrullah dalam acara workshop Penyiaran Bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Pegiat Media Sosial.

Pada kegiatan yang digelar di aula Bakorwil IV Pamekasan, Rabu (15/7/2020) itu, Afif juga mengemukakan pentingnya KIM dan kelompok pegiat media sosial untuk menciptakan iklim yang berpihak kepada kepentingan umum dan bernilai guna bagi khalayak. [Baca Juga: Pemerintah Gerakkan KIM Se-Indonesia Sosialisasikan Pencegahan COVID-19]

Apalagi, sambung dia, akhir-akhir ini banyak kabar bohong yang tersebar di media sosial yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Ia juga berharap, pegiat KIM di Kabupaten Pamekasan dan Jawa Timur pada umumnya juga lebih meningkatkan perannya dalam berupaya menyiarkan informasi yang mendidik, mencerahkan kepada publik, sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran berita bohong yang marak di media sosial.

Workshop Penyiaran kepala Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Pegiat Media Sosial yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur itu, dimaksudkan untuk meningkatkan peran KIM dan mengarahkan pada pegiat KIM agar lebih aktif dalam menyiarkan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, peserta juga dibekali dengan teknik promosi efektif melalui media sosial, serta wawasan wirausaha dengan memanfaatkan media sosial. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Potensi Daerah Melalui KIM]

Hadir juga sebagai pembicara dalam kegiatan itu Konsultan CEO Iconusantara Gani Kartiwa Adiwisastra, Direktur Koran Harian Kabar Madura Hairul Anam, dan Influencer Jatim Tita Oxa Anggrea.

Workshop yang diikuti sekitar 30 orang dari perwakilan pegiat KIM, perwakilan media massa radio dan televisi, serta pegiat media sosial di Kabupaten Pamekasan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Semua peserta harus masuk ke dalam ruang pertemuan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak antarpeserta. (PAMEKASAN HEBAT)

Dua Pasien Positif Corona di Pamekasan Sembuh

PAMEKASAN HEBAT - Upaya Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pamekasan dalam melakukan pencegahan dan penanganan membuahkan hasil, bahkan jumlah pasien positif terpapar COVID-19 terus bertambah.

"Hari ini ada dua pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono dalam keterangan persnya kepada media di Kabupaten Pamekasan, Senin (13/7/2020).

Dengan adanya dua orang pasien positif COVID-19 yang sembuh ini, maka total jumlah pasien sembuh di Kabupaten Pamekasan hingga 13 Juli 2020 sebanyak 59 orang. Keduanya dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji laboratorium. Kedua pasien positif itu masing-masing berinisial S (54) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pakong dan F (59) berjenis kelamin laki-laki asal Kecamatan Pamekasan.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Pamekasan menunjukkan bahwa angka pasien positif COVID-19 yang sembuh ini lebih tinggi dari angka pasien positif yang meninggal dunia. Sebab, jumlah warga Pamekasan yang positif corona yang meninggal dunia, terdata sebanyak 24 orang, dari total jumlah pasien positif sebanyak 170 orang. Sedangkan yang masih menjalani perawatan sebanyak 87 orang.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 121 orang. Sebanyak 48 pasien yang masih dalam pengawasan, lalu sebanyak 39 orang masih dalam pengawasan dan sebanyak 34 sisanya meninggal dunia.orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantau (ODP) mencapai 609 orang, dengan perincian sebanyak 576 sudah selesai dilakukan pemantauan, dan sebanyak 33 orang masih dalam pemantauan.

Upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, TNI dan Polisi terus digencarkan. Selain dengan cara melakukan rapid test atau cepat, para petugas gabungan ini, terus gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan masker apabila hendak keluar rumah, dan menjarak jarak fisik atau menghindari kerumunan. (KIM PAMEKASAN HEBAT)