Jatim Kominfo Festival Digelar di Magetan 1-4 Oktober 2019


PAMEKASAN HEBAT - Jatim Kominfo Festival 2019 akan digelar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai tanggal 1 hingga Oktober 2019, dan beragam kegiatan digelar dalam acara ini.

Berikut jadwal dan jenis kegiatan yang akan digelar di JKF 2019 yang akan diikuti oleh berbagai kelompok informasi masyarakat (KIM) se-Jawa Timur:

Warga Pamekasan ini Raih Gelar Doktor di Usia 27 Tahun

PAMEKASAN HEBAT - Warga asal Desa Teja Timur, Pamekasan Lailatul Qomariyah berhasil meraih gelar doktor di usia 27 dengan nilai Cum Laude, 4.0. Anak pasangan suami istri Saningrat (43) dan istrinya Rusmiati (40) ini berhasil menempuh pendidikan di Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Saningrat (43) dan istrinya Rusmiati (40) tidak menyangka dirinya akan mampu mengantarkan anak sulungnya, Lailatul Qomariyah menempuh pendidikan di Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga lulus doktor.

Apalagi pasangan suami istri asal Dusun Jinangka, Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, ini sehari-hari hanya menarik becak dan menjadi buruh tani.  Saningrat menceritakan bagaimana keluarganya mengantarkan anaknya bisa menempuh pendidikan sampai S3.

Lailatul Qomariyah sudah dikenal di keluarganya sebagai anak yang cerdas sejak di bangku sekolah dasar, dan Saningrat tidak pernah memberikan pendidikan khusus kepada anaknya itu. Ia hanya sibuk bekerja sebagai penarik becak dan istrinya menjadi buruh tani.

Sejak SD, Lailatul terus-menerus mendapat ranking 1. "Setelah lulus SD, anak saya mendaftar di SMP negeri. Alhamdulillah diterima di SMPN 1 dan SMPN 4 Pamekasan. Namun, pilihannya jatuh ke SMPN 4 Pamekasan. Saya tidak tahu mengapa Lailatul memilih SMPN 4 Pamekasan," ujar Saningrat saat ditemui di kediamannya oleh sejumlah wartawan media massa Pamekasan, Minggu (8/9/2019). [Baca Juga: Tim Pamekasan Borong Medali di Kejurprov Jatim]

Selama duduk di bangku SMP, Lailatul yang lahir pada 16 Agustus 1992 selalu meraih ranking 1 di sekolahnya. Hingga akhirnya dia diterima di SMAN 1 Pamekasan dengan meraih beasiswa.

Saat di bangku SMA, Lailatul dianggap orang kaya karena setiap hari selalu diantar dan dijemput dengan becak. Waktu itu, anak yang bisa diantar dan dijemput becak tergolong anak orang kaya, padahal yang mengantar dan menjemput Lailatul adalah ayahnya sendiri.

"Oleh teman-temannya, Lailatul dibilang anak orang mampu, padahal yang narik becak saya sendiri sebagai ayahnya," ujar Suningrat.  [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Peduli Produk Unggulan]

Entah karena apa, Lailatul memutuskan diri agar tidak diantar dan dijemput oleh ayahnya menggunakan becak. Dia minta dibelikan sepeda ontel agar tidak merepotkan ayahnya. Sebagai ayah, Suningrat tidak langsung memenuhi permintaan anaknya karena tidak punya uang. Untuk memenuhi permintaan anaknya, Suningrat harus menunggu masa panen tembakau usai.

"Untuk membeli sepeda ontel anak saya, saya harus menunggu hasil panen tembakau dan menguras tabungan selama setahun. Waktu itu harga sepedanya Rp 1 juta," ujarnya.

Setelah punya sepeda ontel, Lailatul yang pernah menempuh pendidikan di TK Muslimat NU Pamekasan rajin mengikuti les selama dua kali dalam seminggu. Ayahnya sendiri tidak tahu dari mana biaya les diperoleh.  Selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Pamekasan, Lailatul yang juga dikenal kutu buku di rumahnya selalu meraih ranking 1 yang sekaligus mengantarkan dirinya diterima di dua perguruan tinggi terkemuka di Surabaya.

"Setelah lulus SMA, Lailatul diterima di Unair Surabaya dan di ITS Surabaya. Tapi pilihannya jatuh ke ITS," ungkap Saningrat.  [Baca Juga: Milenial Job Fair 2019 Tekan Pengangguran di Pamekasan]

Saningrat sempat membujuk Lailatul agar memilih kuliah di Pamekasan saja. Pertimbangannya, karena Lailatul anak perempuan dan Saningrat sendiri menganggap dirinya tidak akan mampu membiayainya. Apalagi, Saningrat sering mendapat cibiran dari beberapa orang bahwa dirinya tidak akan mampu membiayai pendidikan anaknya.

"Cibiran tetangga ke saya begini, 'Jadi tukang becak mau menyekolahkan anaknya ke Surabaya, dapat uang dari mana, apalagi tanahnya hanya sepetak yang ditempati sebagai rumahnya'," tutur Saningrat.

Namun, cibiran orang itu dianggap sebagai motivasi oleh Saningrat. Begitu pula dengan Lailatul. Lailatul sendiri sudah bulat tekadnya untuk tetap melanjutkan pendidikan ke ITS sambil menutup telinga dari cibiran para tetangga. [Baca Juga: MTsN 3 Pamekasan Raih Penghargaan Studi ke Korea]

"Bapak dan ibu tidak perlu kawatir soal biaya kuliah saya. Semoga saya mendapatkan rezeki sampai lulus," tutur Saningrat, mengenang kata-kata anaknya ketika hendak berangkat ke Surabaya. Anak kebanggaan Saningrat Setelah Lailatul Qomariyah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa baru di ITS, Saningrat dipanggil untuk datang ke kampus ITS. Saningrat datang dengan baju seadanya dan bersandal jepit.

Untuk menemukan anaknya, Saningrat berkeliling kampus ITS kurang lebih satu jam lebih karena tidak tahu di mana ruangan yang harus dituju. Beruntung ada satpam yang mengarahkan Saningrat ke ruang kuliah Fakutas Teknologi Industri.

"Ketika saya mau masuk ke ruang pertemuan anak saya, saya lihat orangtua dan mahasiswa yang lain turun dari mobil pribadi semua dan berdasi, sedangkan saya hanya bersandal jepit. Tapi anak saya tidak minder dan mengajak saya masuk ke dalam ruangan," kata Saningrat. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Selama menempuh pendidikan S1, Saningrat dan istrinya tidak pernah dimintai biaya kuliah dan biaya hidup oleh Lailatul. Dia sudah hidup mandiri di Surabaya dengan mengisi les privat dari rumah ke rumah. Dari setiap anak, Lailatul mendapat honor Rp800 ribu. Dari pendapatannya itu, Lailatul masih sempat mengirimkan uang ke orangtua, terutama ketika ayahnya butuh uang untuk modal bertani di musim tembakau.

"Seingat saya, saya hanya mengeluarkan biaya Rp 10 juta untuk beli motor dan Rp 6 juta untuk beli laptop Lailatul. Selain itu, saya lebih sering dikirimi uang oleh Laila untuk modal bertani," kata dia.

Situs kompas.com, merilis, Lailatul Qomariyah menuturkan tidak pernah merasa minder karena berlatar belakang anak seorang tukang becak. Meskipun setiap hari dirinya naik ontel sejauh 5 km dari tempat kos ke kampusnya, hal itu tidak mengurangi semangat untuk meraih prestasi gemilang hingga lulus doktor dengan IPK 4.0. [Baca Juga: Data dan Alamat Kantor Media Massa di Kabupaten Pamekasan]

"Saya anak orang miskin, tapi saya tidak minder. Yang saya butuhkan adalah semangat orangtua, doa orangtua, dan kesabaran orangtua. Hasilnya saya petik saat ini dan untuk masa depan saya," ungkap Lailatul saat diwawancarai via telepon seluler.  Hari Minggu, 15 September 2019, Lailatul Qomariyah, anak kebanggaan Saningrat itu akan diwisuda. Saat sidang terbuka disertasi Lailatul pada 4 September 2019, Saningrat datang bersama enam saudaranya yang juga paman Lailatul. Saat sidang berlangsung, mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa yang menjadi perbincangan antara anaknya dan tujuh profesor yang menguji Lailatul. Pasalnya, bahasa yang digunakan bahasa Inggris.

"Saya dan paman-pamannya Laila hanya duduk kebingungan karena kami tidak mengerti bahasa Inggris. Kami ini orang kecil. Tapi sekarang saya bangga dengan anak saya. Bukan saya sombong dengan prestasi anak saya saat ini, saya mensyukuri nikmat besar anak saya bisa sampai doktor tanpa saya banyak mengeluarkan biaya," ungkap Saningrat.(PAMEKASAN HEBAT)

Data Calon Kades Terpilih 2019 di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT - Pilkades serentak di Kabupaten Pamekasan telah digelar 11 September 2019 di 91 desa yang tersebar di 13 kecamatan di wilayah itu. Berikut ini, data calon kepala desa terpilih, sesuai hasil perolehan suara yang kami rangkum dari berbagai sumber di lapangan:

Di Kecamatan Proppo sebanyak 13 desa.
1. Desa Banyu Bulu, H Sukarto.
2. Desa Campor, Faisal.
3. Desa Candi Burung, Misnaji.
4. Desa Jambringin, Muhendan
5. Desa Klampar, H Badrus Saleh.
6. Desa Kodik, Saiful Rahman.
7. Desa Panglemah, Uuk Salehoddin.
8. Desa Proppo, Dwi Nurul Ita.
9. Desa Rangperang Daja, Satoli.
10. Desa Rangperang Laok, Buhari.
11. Desa Samatan, Moh Tamyis
12. Desa Srambah, Maryam.
13. Desa Tlangoh, Fatimah.

Kecamatan Pademawu sebanyak 12 desa.
1. Desa Badduri, Saninggar.
2. Desa Buddih, Mukhlis.
3. Desa Bunder, Hj. Iswan Yanti.
4. Desa Dasok, Fathorasyid.
5. Desa Durbuk, Mohammad Baidawi.
6. Desa Lemper, Hosnan.
7. Desa Pademawu Timur, Jum’ati Elis Susanti.
8. Desa Pagagan, Muhammad Huri.
9. Desa Prekbun, Drs. H. Syafiudin.
10. Desa Sentol, Eka Hendra Prasetyo.
11. Desa Sopaah, Wahyu Junaidi.
12. Desa Tambung, Halili.

Kecamatan Larangan sebanyak 7 desa.
1. Desa Blumbungan, Ferry Andriyanto.
2. Desa Lancar, Moh Hosli.
3. Desa Larangan Luar, AH Farisi.
4. Desa Larangan Dalam, Saliman.
5. Desa Panaguan, Ali
6. Desa Peltong, Muh Saiful.
7. Desa Tentenan Timur, Farid Afandi, SE.

Kecamatan Pasean sebanyak 5 desa.
1. Desa Bindang, Juhairiyah.
2. Desa Dempo Timur, Ramli.
3. Desa Sotabar, Nasuki.
4. Desa Dempo Barat, Joko Pranoto.
5. Desa Tlonto Raja, Syaiful Bahri.

Kecamatan Pegantenan sebanyak 7 desa.
1. Desa Bulangan Timur, Salehoddin.
2. Desa Palesanggar, Abd Kadir Jaelani.
3. Desa Pagentenan, Sulastri.
4. Desa Plakpak, H. Satrah.
5. Desa Tebul Barat, Moh Ali Purwanto.
6. Desa Tebul Timur, Sutaji.
7. Desa Tlagah, Sutrisno.

Desa Palengaan sebanyak 5 desa.
1. Desa Akkor, Muzammil/H Faizal.
2. Desa Larangan Badung, Fitriyah.
3. Desa Palengaan Daja, H Syamsul Arifin.
4. Desa Panaan, Mohammad Ali.
5. Desa Rekkerrek, Fadil.

Kecamatan Tlanakan sebanyak 11 desa.
1. Desa Tlanakan, H. Kali.
2. Desa Ambat, Samhari.
3. Desa Branta Pesisir, Agus Istiqlal.
4. Desa Bukek, Syaiful Bahri.
5. Desa Dabuan, Moh Sukri.
6. Desa Kramat, Robby Sugara.
7. Desa Mangngar, Fahrur Rozi.
8. Desa Panglegur, H. Mista’i.
9. Desa Taroan, Safiudin.
10. Desa Terrak, Moh. Saleh
11. Desa Branta Tinggi, H Imam.

Kecamatan Pamekasan sebanyak 4 desa.
1. Desa Laden, Alimuddin.
2. Desa Nyalabuh Daya, Moh Juhri.
3. Desa Toronan, Moh Sa’ie.
4. Desa Teja Timur, Aminullah.

Kecamatan Galis sebanyak 6 desa.
1. Desa Galis, Hafidi.
2. Desa Konang, Samidi.
3. Desa Lembung, H. Hairul Anwar.
4. Desa Pagendingan, Rahmawati.
5. Desa Polagan, Siswaji.
6. Desa Ponteh, Nansi Pitadora.

Kecamatan Kadur ada 5 desa.
1. Desa Gagah, Hendra Budi Krisna.
2. Desa Kadur, Moh Zaiful.
3. Desa Pamaroh, H Asy’ari.
4. Desa Kertagena Laok, Abdul Qodir.
5. Desa Bungbaruh, A Fauzi M.

Kecamatan Pakong sebanyak 8 desa.
1. Desa Banban, Hj. Suhaimah.
2. Desa Bandungan, H Abusiriadi.
3. Desa Cenlecen, Amin Yazid Halimi.
4. Desa Klompang Barat, H. Samsul Arifin.
5. Desa Klompang Timur, H Erfan Efendi, SE.
6. Desa Lebbek, Baisuni Wijaya.
7. Desa Palalang, Zaipurrahman.
8. Desa Seddur, Akhmad Subki Suwito.

Kecamatan Waru ada 2 desa.
1. Desa Ragang, Moyar.
2. Desa Tampojung Pregi, Yanto.

Kecamatan Batumarmar 6 desa.
1. Desa Blaban , Maimuna.
2. Desa Kapong, H. Karto.
3. Desa Lesong Laok, Suparti.
4. Desa Pangerreman, Ahmad Riadi.
5. Desa Ponjanan Barat, Suparwan.
6. Desa Ponjanan Timur, Fahri. (PAMEKASAN HEBAT)

Tim Pamekasan Borong Medali di Kejurprov Jatim

PAMEKASAN HEBAT - Tim Pamekasan berhasil memborong medali pada Kejurprov taekwondo antarpelajar se-Jawa Timur yang digelar mulai tanggal 5 hingga 8 September 2019 di kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Berikut rincian perolehan medali tim taekwondo Pamekasan yang mengikuti Kejurprov di Kota Batu, Malang, Jawa Timur:

MEDALI EMAS
1.Ayu
2.Septiangrum
3.Moh Rizki
4.Mauldy
5.Agyl Febyanti
6.Yasmin Patricilla
7.Dwi Sri Wahyuni
8.Elly Fatmawati
9.Faiqotus
10.Sholihah
11.Praseptian
12.Putera
13.Dwi
14.As'ad
15.Ahmad Irsyadul Ibad
16.Arul
17.Novelyn
18.Khumaira
19. Afif Irvansyah

MEDALI PERAK
1.Sekar Ayu Davina
2.Zakhwa Shaikhah
3.Aditya Bambang
4.Moh.Yunus Ardi
5.Moh.Hamdy
6.Ilham

MEDALI PERUNGGU
1.Tarissa Davina Putri
2.Ferdi Anas Abdan
3.Yasmin Patricilla
4.Zabdan
5.Adam

Pada Kejurprov Jatim kali ini, Pamekasan mengirim mengikuti 41 pertandingan dan sukses borong 30 medali. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Juara II Lomba Kreatifitas Masak Ikan

PAMEKASAN HEBAT - Kabupaten Pamekasan berhasil meraih jura II dalam lomba kreatifitas masak ikan tingkat Propinsi Jatim, yang diselenggarakan 11 Juli 2019 yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dan diikut oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur.

Penyerahan hadiah dan penghargaan atas pemenang lomba ini dilakukan oleh Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Ibu Arumi Dardak kepada Ibu Nayla Badrut Tamam istri Bupati Pamekasan selaku Ketua Forikan Pamekasan. Penyerahan penghargaan dan hadiah juga disaksikan oleh Ketua Forikan Indonesia Dr Joko.

Lomba kreatifitas memasak ikan ini digelar tiap tahun rutin. Selama dua tahun terakhir yakni pada tahun 2017 hingga tahun 2018 Pamekasan absen tidak mengikuti dan pada tahun 2019 ini kembali ikut dan berhasil meraih juara II. Juara pertama untuk tahun ini diraih oleh Kabupaten Pasuruan. [Baca Juga: Mahasiswi IAIN Madura Raih Medali Perak di MKTQ PIONER IX 2019]

Plt Kepala DKP Pamekasan Fathorrasyid SE mengungkapkan keberhasilan meraih juara tahun ini benar benar menjadi kebanggaan bagi kabupaten Pamekasan. Karena kemenangan ini terjadi pada saat awal kepemimpinan Bupati Badrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e.

“Ini benar benar membanggakan bagi kami. Awal kepeminpinan Bapak Bupati dan Wabup ini kami langsung dapat juara. Alhamdulillah benar benar menyenangkan bagi kami. Teman teman capek capek kerja keras ada hasilnya dan memuaskan kita semua,” ungkapnya.

Dalam lomba kali ini ada dua kategori masakan yang dilombakan yakni kategori masakan keluarga dan kategori masakan untuk balita. Untuk lomba masakan keluarga dilakukan live atau langsung diracik di tempat lomba. Sedangkan lomba makanan balita tidak live namun bahan materinya sudah jadi sebelumnya. [Baca Juga: Dua Kelurahan di Pamekasan Terima Anugerah Berseri Gubernur Jatim]

“Yang paling memuaskan juga karena kami ini ikut lomba pertama untuk lomba masakan secara live di arena lomba. Dan itu langsung kami mendapat juara. Itu artinya kita bisa memiliki kemampuan untuk membuat aneka ragam masakan ikan yang penting untuk kesehatan,” katanya.

Ibu Nayla Badrut Tamam mengharapkan keberhasilan meraih juara dalam lomba ini bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah harus ditindak lanjuti dengan sosialisasi yang merata kepada masyarakat untuk memotivasi dan mendorong masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan.

“Tujuan dari lomba ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengkonsumsi ikan sebagai kebutuhan penting sehari hari. Lauk pauk dalam makan sehari tidak harus mahal, dengan ikan laut dan ikan darat yang biasa dan murah, tapi dengan mempelajari bagaimana tata cara memasaknya maka akan menjadi makanan yang enak dan menyehatkan,” katanya.(PAMEKASAN HEBAT)

Diskominfo Pamekasan dorong pengembangan KIM ke desa-desa

PAMEKASAN HEBAT - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, mendorong pengembangan kelompok informasi masyarakat (KIM) hingga ke desa-desa, sebagai upaya untuk menangkap penyebaran berita bohong yang akhir-akhir ini kian marak melalui media sosial.

"Selain itu, dengan adanya KIM di desa-desa nanti, juga bisa dimanfaatkan oleh warga mempromosikan potensi desa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepada Diskominfo Pemkab Pamekasan Muhammad, seperti dilansir Kantor Berita Antara (Jatim.Antaranews.Com), Kamis, 5 September 2019.

Potensi yang ada di desa, sambung dia, bisa dipromosikan melalui KIM yang mereka kelola, sehingga dengan cara itu, maka berbagai potensi desa bisa dipublikasikan melalui KIM tersebut. [Baca Juga: Kepala Diskominfo Pamekasan Meninggal Dunia]

Upaya mendorong pengembangan KIM ini, menurut Muhammad juga untuk mendukung program "Desa Tematik" yang dicanangkan oleh Pemkab Pamekasan. Program ini berorientasi pada pengembangan potensi desa.

Desa yang memiliki potensi di bidang ekonomi kreatif batik tulis, maka yang harus diperioritaskan dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa adalah batik tulis, sehingga desa tersebut bisa mengambil tema "desa batik".

Demikian juga desa yang memiliki potensi pengembangan ekonomi dalam hal budi daya ikan, maka tema desa bisa disebut dengan "desa perikanan". [Baca Juga: Program KIM Pamekasan Hebat 2019]

"Jika KIM di masing-masing desa terbentuk, maka akan ada simbiosis mutualisme, bahkan sejalan dengan kepentingan pemerintahan desa, dan Pemkab Pamekasan yang menetapkan program desa tematik ini," kata Muhammad.

Hanya saja, sambung Muhammad, pihaknya menginginkan agar pembentukan KIM di tingkat desa tersebut, melalui kesadaran mereka, bukan karena paksaan, sehingga keberadaan kelompok informasi masyarakat di desa tersebut akan sangat efektif.

Makanya, sambung dia, yang perlu dilakukan Diskominfo Pamekasan dalam waktu dekat ini, adalah berupaya mewujudkan kesadaran di kalangan masyarakat desa, akan pentingnya KIM. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Potensi Daerah Melalui KIM]

Muhammad menjelaskan, saat ini di Pamekasan terdapat 11 Kelompok Informasi Masyarakat yang terdata di Dinas Komunikasi Pamekasan dan menjadi mitra pemerintah membantu mempromosikan potensi daerah di Pamekasan ini.

Masing-masing KIM itu memiliki fokus atau konten isi informasi berbeda. Seperti KIM khusus pertanian, perikanan, kerajinan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pamekasan.

Hanya saja dari 11 KIM itu yang aktif hanya tiga kelompok, yakni KIM Pamekasan Hebat, KIM Kamboja dan KIM Titanik.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini merupakan lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Kampanyekan Literasi Bersama Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan]

Payung hukum KIM adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antarapemerintah, Pemerintahan daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah kabupaten/kota dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 17 Tahun 2009 tentang Diseminasi informasi nasional oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota, tanggal 17 Maret 2009.

Dasar hukum lainnya adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, tertanggal 1 Juni 2010.

KIM ini merupakan revitalisasi dan reaktualisasi dari kelompencapir pada masa pemerintahan orde baru, dengan mengedepankan prinsip demokrasi dan good governance. Dengan demikian, KIM berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang terarah dan terukur. (PAMEKASAN HEBAT)

Mahasiswi IAIN Madura Raih Medali Perak di MKTQ PIONIR IX 2019

PAMEKASAN HEBAT - Rofiatul Windariana, mahasiswi pada program stusi (Prodi) Ilmu Alquran dan Tafsir (IQT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura meraih medali perak dari Cabang lomba Musabaqoh Karya Tulis Qur`ani (MKTQ) di Pekan Ilmiah, Olahraga, dan Riset (PIONIR) IX Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, belum lama ini.

Karya tulisnya yang berhasil menyumbangkan medali perak untuk IAIN Madura itu bertajuk "Alquran dan Ujaran Kebencian: Analisis Hermeneutika Abid al Jabiri terhadap Surah al Hujurat:11"

Lomba yang diikuti oleh 58 PTKIN itu, Juara 1 diraih IAIN Langsa, juara 2 diraih IAIN Madura, kemudian IAIN Surakarta sebagai juara 3. Sementara Juara harapan 1 UIN Malang, Juara harapan 2 UIN Suka Jogja, Juara harapan 3 Metro Lampung. [Baca Juga: Pamekasan Terima Anugerah Kabupaten Layak Pemuda]

"Alhamdulillah, senang sekali dan sangat bersyukur bisa menyumbang Medali untuk IAIN Madura. Ini tidak lepas dari dukungan dan do`a kedua orang tua di rumah,  dukungan para guru dan teman-teman kontingen lainnya," katanya, Jumat (19/07/2019).

"Kemenangan ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya, kampus tercinta, IAIN Madura, dan seluruh keluarga besar IAIN Madura," sambung mahasiswi yang juga aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Ia berharap, prestasi yang diraihnya juga dapat menular kepada para mahasiswa IAIN Madura, khusunya mahasiswa prodi IQT. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM]

"Saya yakin, kita semua bisa meraih apa yang kita harapkan. Karenanya, saya berharap kepada kawan-kawan mahasiswa IAIN Madura semoga keberhasilan ini menjadi spirit dan motivasi untuk kita semua agar lebih baik dan meraih prestasi, kita pasti bisa. Mari harumkan bersama-sama nama baik kampus kita," ucapnya penuh harap. (PAMEKASAN HEBAT)

Milenial Job Fair 2019 Tekan Pengangguran di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT- Pemerintah Kabupaten Pamekasan, berupaya menekan angka pengangguran terbuka di wilayah itu melalui kegiatan bursa tenaga kerja pada kegiatan "Milenial Job Fair 2019" di gedung Islamic Centre Pamekasan, Rabu (4/9/2019).

"Ini merupakan ikhtiar Pemkab Pamekasan dalam membantu mencarikan lowongan pekerjaan dengan mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam membuka secara langsung "Milenial Job Fair 2019" yang akan berlangsung selama dua hari, yakni mulai Rabu (4/9) hingga Kamis (5/9) itu.

Sebanyak 50 perusahaan ikut dalam kegiatan bursa tenaga kerja yang digelar pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja ini. [Baca Juga: Data Media di Kabupaten Pamekasan]

"Kegiatan ini merupakan kegiatan pendukung Pemkab Pamekasan terhadap program Provinsi Jawa Timur, dan digelar secara rutin setiap tahun, seperti ini," kata bupati.

Sementara sejak kegiatan itu dibuka, Gedung Islamic Centre Pamekasan telah dipenuhi warga yang hendak mencari lowongan pekerjaan. Sebagian diantara mereka bahkan ada yang langsung membawa berkas lamaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Pamekasan Arif Handayani menjelaskan, jumlah penduduk Pamekasan berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 sebanyak 871.497 jiwa, dengan jumlah angkaran kerja sebanyak 458.086 orang. [Baca Juga: Data Wartawan di Pamekasan]

Dari jumlah itu, tingkat pengagguran terbuka di Kabupaten Pamekasan terdata sebantak 13.386 orang atau sekitar 2,92 persen dari jumlah angkatan kerja yang ada di Kabupaten Pamekasan.

"Maka kegiatan memfasilitasi pertemuan antara pencara kerja dengan penyedia tenaga kerja ini, adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran yang ada di Pamekasan," katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Spektrum v Pamekasan Bahas Persoalan Tembakau

PAMEKASAN HEBAT - Dialog publik yang digelar secara rutin oleh organisasi profesi wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan bersama JTV Madura dan Radio Ralita FM Pamekasan akan membahas tentang persoalan tembakau yang kini banyak menjadi sorotan publik di Kabupaten Pamekasan.

"Ada beberapa pertimbangan tema dialog tentang tembakau yang akan kami gelar pada 5 September 2019 ini," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz dalam keterangan persnya kepada wartawan di Pamekasan, Rabu (4/9/2019).

Pertama, pertanian tembakau selama ini merupakan jenis pertanian yang menjadi tumpuan petani di Madura secara umum dan Pamekasan secara khusus, sehingga persoalan tembakau dinilai sangat mewakili kepentingan publik.

Kedua, Kabupaten Pamekasan merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki ketentuan berupa Peraturan Daerah tentang Tata Niaga Tembakau, dan yang ketiga, persoalan tata niaga tembakau disatu sisi sering menjadi komuditas politik, meskipun sejatinya bisnis tembakau ini merupakan bisnis murni, yakni antara pabrikan sebagai pembeli, dan petani sebagai penjual.

"Kendatipun demikian, disatu sisi tembakau juga banyak menyumbang pada pendapatan negara melalui cukai rokok, dan disinilah pentingnya memahami tentang tembakau melalui kedua regulasi ini, yakni regulasi lokal dan nasional," kata Aziz.

Ada tiga narasumber yang diundang hadir dalam dialog publik yang akan digelar tanggal 5 September 2019 dan disiarkan secara live di JTV Madura dan akan dipancarkan ulang di Radio Ralita FM tersebut. Mereka itu masing-masing dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan, lalu Kantor Bea dan Cukai Perwakilan Madura di Kabupaten Pamekasan, serta perwakilan dari pihak Asosiasi Petani Tembakau Pamekasan.

Disperindag akan membahas seputar efektivitas pelaksanaan Perda Nomor 4 Tahun 2015 yang mengatur tentang Tata Niaga Tembakau, luas areal lahan tembakau di Pamekasan serta realiasisanya pada musim tanam tahun ini, data pabrikan yang melakukan pembelian tembakau, serta harga jual tembakau petani yang berlaku di masing-masing pabrikan.

Sedangkan dari pihak Bea Cukai akan membahas tentang ketentuan cukai rokok, kenaikan cukai rokok dan imbasnya pada pada kenaikan harga tembakau, alokasi bagi hasil cukai rokok, peredaran rokok ilegal dan upaya penertiban yang akan digelar oleh institusi ini.

Sementara dari Asosiasi Petani Tembakau Pamekasan akan membahas tentang bagaimana pola kemitraan terbangun antara petani dengan pengusaha, luasan lahan di Pamekasan yang telah menjalin kemitraan dengan pabrikan, perusahaan yang telah menjalin kemitraan dengan petani, serta keuntungan pola kemitraan antara petani dengan pihak pabrikan.

Dialog hasil kerja sama segitiga antara PWI Pamekasan, JTV Madura dan Radio Ralita FM Pamekasan ini, merupakan program akan dipandu oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS, dan akan disiarkan secara live di JTV Madura mulai pukul 16.00 WIB.

"Selain bisa ditonton secara langsung di JTV Madura juga bisa digengarkan secara langsung di Radio Ralita FM pada Frekwensi 89,1 FM," kata  Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Pamekasan Lutfi.

Sebelum dialog publik digelar dalam program yang diberinama "Spektrum Pamekasan" Wakil Ketua bidang Pendidikan PWI Pamekasan Syamsul Arifin akan menyampaikan materi pengantar tentang dasar pemikiran dialog bertema "Tembakau Madura, Antara Harapan dan Kenyataan" itu digelar.

Jurnalis beritajatim.com yang juga dosen Institute Agama Islam Al-Khairat Pamekasan ini akan menjelaskan perihal pentingnya PWI menjadi mediator ilmiah dalam dalam bentuk dialog dalam menyampaikan pendidikan publik atas persoalan-persoalan aktual yang terjadi di Pamekasan. (Rilis PWI Pamekasan)