Kepala Diskominfo Pamekasan Meninggal Dunia

PAMEKASAN HEBAT - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur M Bahrun meninggal dunia, Selasa (27/8/2019) sekitar pukul 20.25 WIB di RS Dr Soetomo Surabaya, akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

Almarhum meninggal di usia 55 tahun. Lahir di Pamekasan pada 13 Mei 1964, dan meninggal dunia pada 27 Agustus 2019. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Ia meninggalkan seorang istri bernama Hj Fatmawati dan empat orang. Masing-masing bernama Moh Bafari Rahman Pratama, Nur Aini Fajrin, M Trinur Ilham, dan Moh Kaisar Aji Pamungkas.

Jenazah Almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. [Baca Juga: Data dan Alamat Kantor Media Massa di Kabupaten Pamekasan]

M Bahrun menjabat sebagai Kepala Diskominfo Pemkab Pamekasan 30 Desember 2016, sejak organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan itu dipisah dari dari Dinas Perhubungan.

Sebelum menjabat Kepala Diskominfo Pamekasan, Bahrun sempat menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Pamekasan, Kadinsosnakertrans Pemkab Pamekasan, dan Kepala Ketahanan Pangan Pemkab Pamekasan. (PAMEKASAN HEBAT)

PWI Perluas Jangkauan Spektrum Pamekasan bersama Ralita FM

PAMEKASAN HEBAT - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan memperluas jangkauan dialog publik dalam program "Spektrum Pamekasan" yang digelar rutin setiap hari Kamis bersama Radio Ralita FM.

"Jadi, selain dengan JTV Madura, dialog publik yang kami beri nama 'Spektrum Pamekasan' juga bekerja sama dengan Ralita FM," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Kamis (22/8/2019).

Proram "Spektrum Pamekasan" ini disiarkan secara live di JTV Madura setiap hari Kamis dan mulai pukul 16.00 WIB. Dialog ini dipandu langsung oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS dengan tujuan untuk mengurai berbagai persoalan publik dengan tema aktual yang berkembang di Pamekasan.

Dalam pertemuan segi tiga antara Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Direktur JTV Madura Ahmad Sholeh dan Koordinator Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Ralita FM Gufron Burhanudin di studio radio yang mengudara pada gelombang 89,1 FM, Rabu (21/8/2019) disepakati bahwa kegiatan yang digelar PWI Pamekasan itu, sangat penting untuk diketahui publik. [Baca Juga: Spektrum III PWI-JTV Bahas Radikalisme]

Oleh karenanya, radio yang beralamat di Jalan Pamong Praja Pamekasan ini bersedia, dan merasa terpanggil untuk ikut menyebarluaskan isi dialog yang digelar PWI Pamekasan dengan JTV Madura ini. Apalagi, dialog yang diangkat PWI tersebut memang seputar persoalan publik dengan mengedepankan solusi, atau bersifat solutif.

"Sistemnya, kami akan merilay dari sini, dan waktu pemutaran iklan, Ralita FM akan memutar iklan sendiri dan JTV juga seperti itu," kata Gufron yang juga disetujui oleh Direktur JTV Madura Ahmad Soleh.

Hingga 22 Agustus 2019 ini, dialog publik yang diberi nama "Spektrum Pamekasan" ini telah berlangsung selama dua kali. Dialog pertama mengangkat tema tentang "Penangulangan Bencana Terintengratif di Kabupaten Pamekasan" dan pada dialog kedua membahas tentang "Persiapan Pilkades Serentak 2019". [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

"Pada 22 Agustus 2019 ini, kita mengangkat tema tentang Radikalisme, dan tema ini kita angkat, karena isu-isu radikal yang pada akhirnya berujung pada terjadinya konflik, merupakan ancaman serius yang perlu menjadi perhatian semua pihak," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz.

Program "Spektrum Pamekasan" yang merupakan kerja sama antara PWI Pamekasan dengan JTV Madura dan Ralita FM Pamekasan ini tidak hanya berbentuk dialog di media elektronik saja, akan tetapi isi dialog juga dinarasikan dengan bentuk tulisan dan berita, sehingga bisa terdokumentasikan dengan baik. [Baca Juga: Data dan Alamat Kantor Media di Pamekasan]

Dalam hal ini, PWI Pamekasan berkerja sama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat, juga dengan media online lokal Pamekasan, yakni penawarta.com, serta di situs resmi PWI Pamekasan, yakni pwipamekasan.com.

"Jadi publik yang tidak sempat menonton secara langsung atau mendengar secara langsung isi dialog yang kita gelar bisa membaca di tiga media ini, yakni di pwipamekasan.com, penawarta.com, dan kim.pamekasanhebat.com," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, menjelaskan. (Humas PWI Pamekasan)

Spektrum III PWI-JTV Bahas Radikalisme

PAMEKASAN HEBAT - Dialog Publik ketiga dalam program "Spektrum Pamekasan" yang digelar atas kerja sama antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan bersama JTV Madura Kamis (22/8/2019) mulai sekitar pukul 16.00 WIB membahas tentang Radikalisme.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz di Pamekasan Kamis (22/8/2019) pagi menyatakan, radikalisme selalu menjadi ancaman atas keutuhan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan oleh karenanya, tema ini menjadi penting untuk dibahas, agar persoalan radikalisme tidak menjadi ancaman bagi keutuhan negara bangsa.

"Melalui dialog publik yang kita siarkan di JTV Madura ini, kita berharap agar ada upaya-upaya pencegahan dan deteksi dini dari semua elemen masyarakat sehingga masalah radikalisme tidak menjadi persoalan akut dan pada akhirnya mengancam keutuhan bangsa ini," katanya. [BACA JUGA: PWI-JTV DISKUSIKAN PERSOALAN PUBLIK DALAM SPEKTRUM PAMEKASAN]

Ada tiga narasumber yang diundang hadir dalam dialog publik "Kamisan" yakni dialog publik yang digelar setiap Hari Kamis di JTV Madura. Masing-masing Rektor Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Dr Moh Kosim, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan.

Rektor IAIN Madura akan membahas tentang akar radikalisme, sejarah singkat, pandangan yang mendasari seseorang atau kelompok akhirnya menganut dan bertindak radikal. Lalu, kemungkinan masuknya paham radikal ini di berbagai kelompok masyarakat, termasuk di dunia pendidikan, dan antisipasi yang perlu dilakukan. Juga tentang faktor-faktor dan analisa akademis yang mempengaruhi seseorang atau kelompok orang terpapar paham radikal. Narasumber ini juga akan menjelaskan tentang efek paham radikal dan kaitannya dengan tindakan intoleransi.

Narasumber dari Polres Pamekasan (Kapolres atau yang mewakili) akan membahas tentang dampak paham radikal ini terhadap kondisi keamanan, dan ada tidaknya sekelompok orang atau masyarakat di Pamekasan yang terpapar paham radikal, upaya preventif yang dilakukan dalam menanggulangi berkembangnya paham radikal di Pamekasan.

Sedangkan narasumber dari Kodim 0826 Pamekasan atau yang mewakili akan membahas tentang radikalisme dan hubungannya dengan pertahanan negara, upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan dalam menanggulangi dan mencegah paham radikal, serta pentingnya pendidikan kebangsaan dalam rangka mencegah paham radikal dan upaya yang telah dilakukan selama ini, dalam meningkatkan rasa cinta tanah air di Pamekasan. Narasumber pada tema dialog ini juga akan menjelaskan tentang bentuk pencegahan dini yang dilakukan selama ini, serta upaya antisipatif seperti yang dilakukan, guna mencegah kemungkinan adanya kelompok-kelompok radikal tersebut. [BACA JUGA: Dinas PUPR Sinergikan Kegiatan dengan Program Pamekasan Cantik]

Direktur JTV Madura Ahmad Soleh menyatakan, dialog publik dalam program “Spektrum Pamekasan” sebagai salah satu bentuk pendidikan publik solutif, sebagai upaya menggugah kesadaran publik berperan serta dalam ikut mensukseskan program pembangunan di Pamekasan.

Isi dari dialog publik ini, juga akan dinarasikan dalam bentuk artikel hasil kerja sama antara PWI Pamekasan dengan media online lokal Madura, dan kelompok informasi masyarakat (KIM), yakni KIM PAMEKASAN HEBAT, sehingga penyebaran informasi dalam isi dialog akan lebih luas ke berbagai media lain dan bisa diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dialog publik dengan nama “Spektrum Pamekasan” hasil kerja sama PWI Pamekasan dengan JTV Madura digelar rutin setiap hari Kamis, dengan tema-tema aktual dan menjadi perhatian publik di Kabupaten Pamekasan, baik tentang peristiwa, sosial, ekonomi, politik, tata kelola pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan kebijakan publik, sebagai bentuk sumbangsih pemikiran dalam berupaya mewujudkan Pamekasan lebih baik. (PAMEKASAN HEBAT)

Data dan Alamat Kantor Media Massa di Pamekasan

Media massa yang ada di Kabupaten Pamekasan terdiri dari media massa cetak (koran), media massa elektronik (radio dan televisi), serta media massa dalam jaringan (daring/online).

Berikut ini data dan alamat kantor media massa yang ada di Kabupaten Pamekasan.

MEDIA MASSA CETAK (KORAN)
01). KORAN HARIAN KABAR MADURA. Badan Hukum Media: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Kantor/Redaksi: Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com, (HP:085104020817).

02). KORAN HARIAN RADAR MADURA. Badan Hukum Media: PT Madura Intermedia Pers Alamat Kantor Biro Pamekasan: Jalan Kabupaten Pamekasan.

MEDIA MASSA ELEKTRONIK (RADIO)
01). RADIO SWARA PELITA ABADI (RALITA FM). Badan Hukum Media: Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Alamat Kantor: Jalan Pamong Praja Nomor 03 Pamekasan. Telepon: (0324) 332554, 087756514899, 081331043100 SMS 08155111899, Email: ralita899fm@gmail.com. Radio ini mengudara di frekwensi 89,9 FM.

02). RADIO KARIMATA FM. Badan Hukum Media: PT Radio Swara Karimata. Alamat Kantor Jalan Raya Panglegur Nomor 123 Pamekasan. Telp/ Fax: 0324–333222, 333555/ Fax: 0324–331432. Radio ini mengudara di frekwensi 103,3 FM.

03). RADIO SUARA PAMEKASAN FM. Badan Hukum Media: ‎PT Radio Suara Pamekasan. Alamat Kantor: Jalan Trunojoyo Nomor. 222 Pamekasan, Telp/Fax 0324 323131. Radio ini mengudara di frekwensi 96,6 FM.

MEDIA MASSA ELEKTRONIK (TELEVISI)
01). JTV MADURA. Badan Hukum Media: PT Jumlah Sumenep Televisi. Alamat Kantor: Jalan Ronggosukowati Nomor 13 Pamekasan. (Telepon: 081331232724).

MEDIA MASSA DALAM JARINGAN (DARING/ONLINE)
01). MediaMadura.com. Badan Hukum Media: PT Media Madura Group. Alamat Kantor: Jalan Bahagia Nomor.34, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. (Telepon: 081333354175).

Catatan: data ini merupakan data sementara, dan akan terus diupdate. Data yang sudah dipublikasikan di situs ini merupakan data berdasarkan hasil verifikasi dari imput data yang disampaikan jurnalis di masing-masing media, serta manajemen perusahaan media yang bersangkutan.

Pamekasan Bebas dari Status Kumuh Akhir 2019

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten Pamekasan memastikan pada akhir tahun 2019 ini akan bebas dari status kumuh karena pemerintah telah mencanangkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), hasil kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Pemkab Pamekasan.

Menurut Sekretaris Bappeda Pemkab Pamekasan Rahmat Kurniadi Suroso, di Pamekasan tujuh desa/kelurahan yang masuk dalam status kumuh.

"Perinciannya terdiri dari lima kelurahan dan dua desa, dan semuanya di Kecamatan Kota Pamekasan," kata Rahmat dalam rilisnya yang diterima Jumat (16/8/2019).

Dalam rilis yang disampaikan tim pendamping program Kotaku dari Kementerian PUPR RI dijelaskan, kelima kelurahan yang masuk kategori kumuh tersebut masing-masing Kelurahan Barurambat Kota, Gladak Anyar, Jungcangcang, Parteker dan Kelurahan Patemon. Sedangkan dua desa sisanya adalah Desa Nyalabu Daya, dan Desa Panempan. [Baca Juga: Pamekasan Promosikan Potensi Daerah Melalui KIM]

Penetapan desa/kelurahan kumuh ini, didasarkan pada SK Bupati Pamekasan Nomor: 188/545/423.131/2015 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh.

Ada tujuh indikator plus satu yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebuah desa/kelurahan masuk kategori kumuh.

Ketujuh indikator itu, meliputi bagunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka publik, serta pengamanan kebakaran. [Baca Juga: Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan]

Dalam bidang bangunan gedung, ketidakteraturan dalam hal dimensi, orientasi dan bentuk kepadatan, serta tinggi bangunan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam rencana tata ruang, serta ketidaksesuaian dengan persayaratan teknis sistem struktur, pengamanan petir, penghawaan, pencahayaan, sanitasi merupakah indikator kumuh.

Demikian juga dengan jalan lingkungan seperti kondisi permukaan jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan aman dan nyaman, atau lebar dan kelengkapan jalan yang tidak memadai, termasuk ketidaktersediaan akses air minum.

Disamping itu, drainase lingkungan, seperti ketidakmampuan mengalirkan limpasan air hujan yang bisa menimbulkan bau, dan ketidaktersediaan sistem pengelolaan air limbah juga menjadi indikator sebuah desa/kelurahan berstatur kumuh. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Terapkan Penanganan Bencana Terintegratif]

"Demikian juga tentang pengelolaan persampahan, seperti ketidaktersediaan sistem pengelolaan persampahan, dan ketidaktersediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan, termasuk ketidaktersediaan lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH)," kata Kasubid Permukiman Bappeda Pemkab Pamekasan Andri Isfaraini.

Pengamanan kebakaran juga menjadi indikator tambahan, karena ketidaktersediaan sistem pengamanan secara aktif dan pasif, kaitannya dengan pasokan air untuk pemadaman yang memadai, merupakan hal yang dinilai penting, mengingat musibah kebakaran juga sering terjadi pada saat-saat tertentu.

Andri menjelaskan, total luas daerah kumuh dari lima kelurahan dan dua desa di Pamekasan mencapai 60,91 hektare, lebih luas dari daerah kumuh yang ada di Sumenep dan Bangkalan yang juga menerima program bantuan ini. Sebab, di Sumenep luas areal kumuh hanya 35,39 hektare, sedangkan Bangkalan hanya 10,48 hektare. [Baca Juga: Dinas PUPR Sinergikan Kegiatan dengan Program Pamekasan Cantik]

Workshop tentang teknik pelaksanaan program ini telah digelar oleh tim pendamping pelaksana program dari Kementerian PUPR Republik Indonesia pada 15 Agustus 2019 dengan mengundang para pihak, seperti aparat desa dan pihak terkait lainnya.

Menurut Koordinator Kota Kluster 4 pada program Kotaku ini, Abdussalam, di Madura ada tiga kabupaten yang mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat, yakni Pemkab Pamekasan, Sumenep dan Pemkab Bangkalan.

"Dan workshop tentang program ini telah dilaksanakan sejak beberapa hari ini, termasuk di Kabupaten Pamekasan," kata Salam sapaan karib alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jungcangcang, Pamekasan itu. [Baca Juga: PWI-JTV Madura Diskusikan Persoalan Publik dalam Spektrum Pamekasan]

Sementara di Pamekasan, program "Kotaku" telah berlangsung mulai tahun 2017.

Kala itu, sekitar 20 persen atau 12,18 hektare dari total luas daerah kumuh yang ada di Pamekasan telah tergarap, lalu pada 2018 mencapai 65 persen atau 39,59 hektare, sedangkan tahun ini, sekitar 15 persen atau 9,14 hektare.

Workshop ditekankan pada teknik pelaksanaan, sistem pelaporan dan asas manfaat dari pelaksanaan program, berikut target yang hendak dicapai melalui program "Kotaku" itu, disamping sistem pelaporan dan bentuk pertanggung jawaban dari program yang telah dilaksanakan. (PAMEKASAN HEBAT)

Pamekasan Promosikan Potensi Daerah melalui KIM

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten Pamekasan,terus mendorong upaya promosi potensi daerah yang ada di wilayah itu melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

"Ada sebanyak 11 Kelompok Informasi Masyarakat yang saat ini terdata di Dinas Komunikasi Pamekasan dan menjadi mitra pemerintah membantu mempromosikan potensi daerah di Pamekasan ini," kata Kepala Diskominfo Pamekasan M Bahrun di Pamekasan, seperti dilansir Kantor Berita Antara, Senin (22/7/2019).

Masing-masing KIM itu memiliki fokus atau konten isi informasi berbeda. Seperti KIM khusus pertanian, perikanan, kerajinan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pamekasan.

Selain untuk membantu promosi potensi daerah yang ada di Pamekasan, keberadaan KIM di Kabupaten Pamekasan diharapkan bisa menjadi penyeimbang informasi, mengingat akhir-akhir ini banyak menyebar kabar bohong di masyarakat.

"Kami menginginkan KIM di Pamekasan ini juga bisa membantu menangkal penyebaran berita bohong yang kian marak akhir-akhir ini," kata Bahrun. [Baca Juga: PWI-KIM Pamekasan Hebat Kaji Media dan Ekonomi Digital]

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, para pengelola kelompok informasi masyarakat ini nantinya diharapkan bisa berkolaborasi lebih jauh dengan pemkab tentang penyebaran informasi yang mendidik dan mencerahkan tentang Pamekasan.

Selain itu, sambung dia, yang juga tidak kalah pentingnya yang perlu dilakukan pengelola dan pengurus KIM Pamekasan adalah pendidikan melek media.

"Caranya bisa bekerja sama dengan organisasi profesi wartawan yang ada di Pamekasan ini, sehingga masyarakat kita bisa melek informasi dan mampu menyaring informasi yang benar dan faktual," katanya.

Setidaknya, sambung Bahrun, dua fungsi pokok KIM sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo bisa terlaksana dengan baik, yakni melakukan diseminasi penyebaran informasi publik dan penopang kegiatan ekonomi produktif di masyarakat. [Baca Juga: KIM Pamekasan Hebat Kampanyekan Literasi Bersama Bupati-Wabup]

Bahrun menjelaskan, dalam waktu dekat Pemprov Jatim juga akan menggelar pekan KIM Se-Jawa Timur dengan melibatkan semua KIM yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

"Di Pamekasan ada dua KIM yang akan kirim untuk mengikuti pekan KIM ke-10 Jatim nanti, yakni KIM Kamboja dan KIM Pamekasan Hebat," katanya, menjelaskan.

KIM Pamekasan merupakan kelompok informasi yang bergerak pada upaya pendidikan melek media, dan kelompok ini bekerja sama dengan organisasi profesi wartawan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sedangkan KIM Kamboja fokus pada potensi lokal Pamekasan dan pengembangan seni budaya tradisional. (PAMEKASAN HEBAT)

Data Jurnalis di Kabupaten Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT - Jurnalis media massa yang bertugas melakukan liputan jurnalistik di Kabupaten Pamekasan terdiri dari jurnalis media cetak, televisi, radio dan media online dan kantor berita.

Berikut rincian data jurnalis, berikut nomor kontak person dan badan hukum media para jurnalis:

JURNALIS MEDIA CETAK
01). MUCHSIN, Jurnalis Koran Harian SURYA, (Telp: 081331156299). Alamat Kantor, Jalan Rungkut Industri III No 68 & 70 Surabaya 60293 Telepon: (031) 8419000, Fax Redaksi: (031) 8414024/ PO BOX 110 SBS 60400 Surabaya. PT Antar Surya Jaya, Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No.202/SK/MENPEN/ SIUPP/A.7/1986 Tanggal 28 Juni 1986. Pendidikan S1, telah mengikuti dan lulus UKW pada  9-10 Mei 2014 angkatan ke-8 PWI Jatim.

02). SYAMSUDDIN, Jurnalis Koran Harian BHIRAWA, (HP: 081332690722). Pendidikan Terakhir S1. Badan Hukum Media, PT Harian Bhirawa (Perusahaan Pers SK: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-82337.AH.01.01.Tahun 2008). Alamat Kantor: PT. Harian Bhirawa (Perusahaan Pers SK: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-82337.AH.01.01.Tahun 2008). Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031-561-5454, Fax: 031-561-9009.(Sudah ikut UKW di PWI Jatim). Nomor Anggota PWI: 14.00.12689.06

03). HAIRUL ANAM, Jurnalis Koran Harian KABAR MADURA, Badan Hukum Media PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Kantor/Redaksi: Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com, (HP: 085104020817). Lulus Uji Kompetensi (UKW) pada 15 November 2015 yang digelar PWI Jatim di Sarangan, Magetan pada Angkatan Ke-14. Pendidikan Strata 2 (S2). Nomor Anggota PWI: 14.00.0548.13.M.

04). MOH ALI MUHSIN, Jurnalis Koran Harian RADAR MADURA (HP: 082330445884). Badan Hukum Media: PT Madura Intermedia Pers Alamat Kantor: Jalan Halim Perdana Kusuma (Ring Road) Bangkalan Telp/Fax: (031)3090312-3091206. Lulus UKW pada 12 Juni 2015 yang digelar oleh Lembaga Pers dr. Soetomo (LPDS) di Malang, Jawa Timur. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1).

05). WAWAN AWALLUDIN HUSNA, jurnalis Koran Harian KABAR MADURA (HP:087705738122). Badan Hukum Media: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Kantor/Redaksi: Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com. (HP:085258873649). Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 September 2015 dalam UKW Angkatan Ke-11 yang digelar PWI Jatim di Surabaya. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

06). TABRI Jurnalis Koran Harian KABAR MADURA (HP: 081939475700). Badan Hukum Media: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com. (HP:085258873649). Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 September 2015 dalam UKW Angkatan Ke-11 yang digelar PWI Jatim di Surabaya. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

07). TOTOK ISWANTO, jurnalis Koran Harian KABAR MADURA. Badan Hukum Media: PT Madura Mandiri Indonesia Sejahtera. Alamat Kantor/Redaksi: Jalan Raya Panglegur No 10 KM 1, Kabupaten Pamekasan, email: kabarmaduranews@gmail.com. (HP:085258873649). Pendidikan S2. Lulus Uji Kompetensi (UKW) pada 15 November 2015 yang digelar PWI Jatim di Sarangan, Magetan pada Angkatan Ke-14.

08). FRENGKY WIRANANDA, Jurnalis Koran Harian RADAR MADURA (HP: 081935167761). Badan Hukum Media: PT Madura Intermedia Pers Alamat Kantor: Jalan Halim Perdana Kusuma (Ring Road) Bangkalan Telp/Fax: (031)3090312-3091206. Lulus UKW PWI Jatim, Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1).

09). MASDAWI DAHLAN, jurnalis tabloid Global News, (HP: 081235404824). Badan Hukum Media, PT GLOBAL MEDIA PRIMA dengan penerbit percetakan PT MEDIA NUSANTARA PRESS. Alamat kantor: Jl Cipta Menanggal VI/7 Surabaya, Telp. (031) 8281712, e-mail: gnewsredaksi@gmail.com website: www.global-news.co.id. Pendidikan S1, (belum UKW/UKJ).

10). HABIB ASSHIDDIK,  S, Sos, Pamekasan 10 Oktober 1977. Alamat : Dusun Sumber Taman Desa Pakong Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan (HP: 085257649927). Pendidikan Terakhir: (S1) Fakultas Sosial dan Politik Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya. Jurnalis pada media massa Koran Harian Duta Masyarakat, dengan media online duta.co. Badan Hukum Media, PT  DUTA AKSARA MULIA, Alamat kantor Graha Astranawa Lt. 2, Jl. Gayungsari Timur 35 Surabaya. (belum UKW/UKJ)

11). MUKSIN ALATAS, jurnalis koran BIDIK. (HP: 085231038710). SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor AHU.26132.40.10.2014  NPWP 71.006.656.4-609.000 (Fax)0315340644, 085231038710 E-mail bidik_editor @yahoo.com dengan Badan Hukum Media PT.Pulitzer  Indonesia Media, Alamat  Jl Jembatan Merah 4 surabaya, Pendidikan terakhir Strata 1(S1). (Belum UKW/UKJ).

12). ERRY SUGIANTO, alamat Jln Bhayangkara 116 Laden Pamekasan
(Hp. 082334222811), jurnalis HARIAN BANGSA. Badan Hukum Media, PT DUTA BANGSA INTERMEDIA PERS, Akamat: Jln. Gayungsari IX no. 5 Surabaya. Pendidikan SMA. (Belum UKW/UKJ).

13). MOH GHOZI, Alamat Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Jurnalis KORAN HARIAN MEDIA INDONESIA. (HP: 081999284111). Badan Hukum Media: PT Citra Media Nusa Purnama, Alamat Kantor, Kompleks Delta Kedoya, Jalan Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Lulus UKJ, yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya).


JURNALIS TELEVISI
01). DEDY PRIYANTO Jurnalis RCTI (HP: 081937235007). PT Rajawali Citra Televisi Indonesia. Alamat Kantor: Jl. Raya Pejuangan No. 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530 DKI Jakarta. No Fax.(021) 5493838, No Fax.(021) 5327190. No Telepon (021) 5303540, No Telepon.(021) 5303550. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 20 Desember 2014 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada UKW Angkatan Ke-9 yang digelar PWI Jawa Timur. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1). Nomor Anggota PWI: 14.00.17796.16B

02). ACH SHOLEH, Jurnalis dan Direktur JTV Jawa Post Group (HP:081331232724). PT Jumlah Sumenep Televisi. Alamat Kantor: Jalan Ronggosukowati Nomor 13 Pamekasan - Madura. Telp: 0324 333165. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 Januari 2014 dalam pelaksanaan UKW yang digelar PWI Jatim di Kabupaten Gresik. Pendidikan Terakhir: Strata 1 (S1), dan saat ini menjabat sebagai Direktur JTV Madura yang membawai Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

03). MOH HASAN, Jurnalis JTV Madura  (HP:082336410182). Badan Hukum Media: PT Jumlah Sumenep Televisi. Alamat Kantor: Jalan Ronggosukowati Nomor 13 Pamekasan. Pendidikan S1. (Belum UKW/UKJ)

04). ZUHRI, Jurnalis JTV Madura  (HP:082331861117). Badan Hukum Media: PT Jumlah Sumenep Televisi. Alamat Kantor: Jalan Ronggosukowati Nomor 13 Pamekasan. Pendidikan S1. (Belum UKW/UKJ)


JURNALIS MEDIA ONLINE
01). ESA ARIF AS, Jurnalis dan Direktur MediaMadura.Com (HP: 081333354175). PT Media Madura Group. Alamat Kantor Jalan Bahagia No.34, Bugih, Kec. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Lulus Uji Kompetensi Wartawan pada 20 Desember 2014 di Kabupaten Mojokerto pada UKW Angkatan Ke-9 yang digelar PWI Jawa Timur. Pendidikan Terakhir Strata 2 (S2) Unitomo Surabaya.

02). SAMSUL ARIFIN, Jurnalis BeritaJatim.com (HP:081231053090). Badan Hukum Media: PT Beritajatim Cyber Media, SK Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia AHU-35951.40.10.2014. Notaris ARIYANI, SH. Nomer 147 Tanggal 28 Oktober 2014. Alamat Kantor: Jalan Ciliwung No 65, Surabaya 60241 Jawa Timur. Telp. [031] 566 7326, Fax. [031] 566 7362. HOTLINE : [031] 7233 4517. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 Januari 2014 dalam pelaksanaan UKW yang digelar PWI Jatim di Kabupaten Gresik. Pendidikan Terakhir: Strata 2 (S2). Nomor Anggota: 14.00.0591.14.M

03). RIFQI, Jurnalis MediaMadura.Com (HP:087866205067). Badan Hukum Media:  PT Media Madura Group. Alamat Kantor Jalan Bahagia No.34, Bugih, Kec. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 September 2015 dalam UKW Angkatan Ke-11 yang digelar PWI Jatim di Surabaya. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

04). MOH RIDWAN, Jurnalis KoranMadura.Com (HP: 081934643670). Badan Hukum Media: PT. Koran Madura. Alamat Kantor: Jalan Adirasa No 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@gmail.com. Telepon/Fax (0328) 6761211. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 26 September 2015 dalam UKW Angkatan Ke-11 yang digelar PWI Jatim di Surabaya. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

05). ZAINOL ATIKURRAHMAN Jurnalis, MediaMadura.Com (HP: 085230232347). Badan Hukum Media:  PT Media Madura Group. Alamat Kantor Jalan Bahagia No.34, Bugih, Kec. Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Lulus Uji Kompetensi (UKW) pada 15 November 2015 yang digelar PWI Jatim di Sarangan, Magetan pada Angkatan Ke-14. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

06). MARZUKY, jurnalis PortalMadura.Com (HP:081939006208). Badan Hukum Portal Madura: PT Radio Pesona Wisatama. Alamat Kantor: Jl KH. A Sajad Nomor 165, Bangselok, Sumenep E-mail: redaksi@portalmadura.com HP: 082231011520.  Lulus Uji Kompetensi (UKW) pada 15 November 2015 yang digelar PWI Jatim di Sarangan, Magetan pada Angkatan Ke-14. Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1)

07). FATHOL ARIF, Jurnalis Limadetik.com, (HP: 081939484156) - Badan Hukum Media PT. PANIN INFRASTRUKTUR MEDIAKOM, alamat Jl Teuku Umar No.44 Pandian-Sumenep E-mail Redaksi: redaksilimadetik@gmail.com. Pendidikan Strata 1 (S1). (Lulus UKW PWI Jatim).

08). M HASANUDDIN, jurnalis MaduraTrendingnews.Com, (HP: 082332844923), Badan Hukum Media PT Madura Insan Media, alamat Jalan Raya Bugih, Pamekasan, Madura. (Lulus UKW).

09). KUSWANTO FERDIAN, Pamekasan, 30 Desember 1995, Alamat: Jalan Gatot Koco, Kolpajung. Jurnalis tribunmadura.com, (HP:085811651654). Alamat Kantor, Jalan Rungkut Industri III No. 68 & 70 Sier, Surabaya 60293 Telepon: (031) 8419000, Fax Redaksi: (031) 8414024/ PO BOX 110 SBS 60400 Surabaya. Badan Hukum Media, PT Antar Surya Jaya, Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No.202/SK/MENPEN/ SIUPP/A.7/1986 Tanggal 28 Juni 1986. Pendidikan S1, (Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Trunojoyo Madura). (Keterangan: belum UKW/UKJ)

10). HASIBUDDIN, jurnalis PortalMadura.Com (HP:081913745888). Badan Hukum Media, PT Portal Cyber Merah Putih, SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : AHU-0001756.AH.01.01.Tahun 2017. SIUP Nomor : 503/164.1/SIUP-K/435.120/2017, TDP PT Nomor : 13.21.1.63.00273. Alamat Kantor: Jl KH. A Sajad Nomor 165, Bangselok, Sumenep E-mail: redaksi@portalmadura.com HP: 082231011520.  Pendidikan Terakhir Strata 1 (S1). (Keterangan: Belum UKW/UKJ).

11). BAMBANG WINARNO, Tempat dan tanggal lahir, Surabaya 12 Juli 1953, (Telepon: 08133253381). Jurnalis jatimpos.co. Alamat: Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu. Badan Hukum Media, PT Media Utama Jatim. NPWP: 70.185.962.1-615.000 NIB. 9120009890877. Pendidikan SLTA. (belum UKW/UKJ).

12). ANDIKUR RAHMAN, Tempat dan tanggal lahir,  Sumenep 02 juli 1987. Jurnalis beritalima.com. PedidikanTrakhir SI jurusan PAI STAIN Pamekasan. (HP: 085257887919). Badan Hukum Media,  PT. MEDIA BERITA LIMA. Akte Pendirian Tanggal 30 Januari 2015 Nomor : 41 Notaris LUTFI AFANDI, SH, M.Kn SK KUMHAM : Nomor AHU-0006430.AH.01.01 tAHUN 2015 SIUP : Nomor : 503/1463.A/436.6.11/2015 TDP : 503/3052.D/436.6.11/2015 NPWP Perusahaan : 72.313.580.2-606.000 PKP Nomor : S-120PKP/WPJ.11/KP.0403/2015. (Sudah UKW di UPN Surabaya).

13). AKHMAD SYAFI'I, S.Pd, jurnalis TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id). Alamat Desa Bujur Timur. (Ijasah terakhir S1). Alamat Kantor: Jalan Teuku Cik Ditiro No.34 Menteng Jakarta Pusat 10310. Telp/Fax (021) 21394119. Email: redaksi@timesindonesia.co.id (khusus redaksi). Badan Hukum Media,  PT Dawai Citra Semesta,  SK Kemenkum HAM: AHU-22172.AH.01.01.Tahun 2012. SIUPP: 517/60/35.73.407/2013. TDP: 130817402104. (Belum UKW/UKJ).

14). TAUFIQURRAHMAN, Jurnalis kompas.com, Alamat Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan. (Pendidikan Terakhir S2), Badan Hukum Media: PT Kompas Cyber Media, Alamat: Gedung Kompas Gramedia, Unit II Lt. 5, Jl Palmerah Selatan No 22-28 Jakarta 10270 Indonesia. HP:081803351115/ 082335306113


JURNALIS RADIO
01). SUHIL QODRI Jurnalis Radio KARIMATA FM (HP:0817382065). Badan Hukum Media: PT Radio Swara Karimata. Alamat Kantor Jl. Raya Panglegur No 123 Pamekasan. Telp/ Fax: 0324–333222, 333555/ Fax: 0324–331432. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 12 Desember 2015 dalam uji kompotensi Angkatan XIV yang digelar PWI Jawa Timur di Surabaya.

02). AKHMAD FAWAID (HP: 081913717750) - Radio Swara Pelita Abadi Panggilan (RALITA FM) Frekuensi, 89,1 FM Alamat: Jl. Pamong Praja No.03 Pamekasan – Madura Telepon : (0324) 332554, 087756514899, 081331043100 SMS 08155111899, Email: ralita899fm@gmail.com. Pendidikan Strata 2 (S2). (Lulus UKW)

03). HOLIL (HP: 082334464326) - PT Radio Suara Pamekasan, 96,6 FM Jalan Trunojoyo No 222 Pamekasan, Telp/Fax 0324 323131. Pendidikan Strata 1 (S1). (Lulus UKW).

04). HENDRA HAMINULLAH, jurnalis Radio Karimata FM Pamekasan (HP: 081939232999). Badan Hukum Media: PT Radio Swara Karimata. Alamat Kantor Jl. Raya Panglegur No 123 Pamekasan. Telp/ Fax: 0324–333222, 333555/ Fax: 0324–331432. Pendidikan S1, (belum UKW/UKJ)

05). ISWANTORO, Jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI), Laman Website: rri.co.id, (HP: 087850098168). Badan Hukum Media Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Alamat Kantor: Jalan Medan Merdeka Barat 4-5 Jakarta Pusat. Pendidikan S1, (Belum UKW/UKJ)


JURNALIS KANTOR BERITA
01). ABD AZIZ Jurnalis Perum LKBN Antara Biro Jawa Timur. Alamat Kantor: Jalan Kombes Jalan Kombes M Duryat 41 A-B Surabaya, Kode Pos: 60262. Telepon: 0818325612: Email: abdina_05@yahoo.co.id. Blog Pribadi: abdaziz.pwipamekasan.com. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Jatim di Kabupaten Gresek Angkatan IV pada 25-26 Januari 2014. Nomor Anggota PWI: 14.00.16976.13, Pendidikan S2.

02). SYAIFUL BAHRI (HP; 08175101070), Jurnalis Foto Perum LKBN Antara Biro  Jawa Timur. Alamat Kantor: Jalan Kombes Jalan Kombes M Duryat 41 A-B Surabaya, Kode Pos: 60262. Alamat Pamekasan Pamekasan, pendidikan S1. (belum UKW/UKJ)

Catatan: data ini akan terus diup-date, sesuai dengan hasil pendataan terbaru. Data jurnalis yang diupdate di situs ini adalah jurnalis yang bekerja di perusahaan media berbadam hukum, memiliki identitas yang jelas, seperti kontak person, tergabung dalam organisasi atau paguyuban profesi jurnalis, dan mengantongi surat tugas dari perusahaan media yang bersangkutan.

Indonesia Maju Berbasis Potensi Lokal

Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus dan peringatannya digelar serentak di berbagai belahan Bumi Nusantara, merupakan momentum bersejarah. Sebab, eksistensi bangsa terwujud, dan bebas dari kungkungan penjajah, setelah adanya proklamasi kemerdekaan sekaligus sebagai bentuk pernyataan bahwa Indonesia sudah tidak tidak terikat dengan negara manapun, merupakan negara yang merdeka, berdaulat dan mengatur tata kelola pemerintahan secara mandiri pula.

Tentu saja, bagi rakyat Indonesia, memperingati Hari Kemerdekaannya bukan hanya mengenang peristiwa bersejarah yang terjadi di masa lalu, namun juga bisa dimaknai mensyukuri atas karunia yang telah diterimanya. Kemerdekaan yang dirayakan segenap lapisan masyarakat di seantero Nusantara, tidak hanya bermakna politis, karena Indonesia bebas dari penjajahan lalu merayakannya dengan berbagai jenis kegiatan, akan tetapi disatu sisi juga bermakna teologis.

Pandangan teologis ini misalnya sebagaimana yang telah tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ketiga yang menyebutkan bahwa, "atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya". Alinea ini merupakan alinea penghubungan pada nilai-nilai filosofis bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam lima sila yang menjadi dasar negara kita, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [Baca Juga: Pamekasan Terapkan Penanganan Bencana Terintegratif]

Dengan demikian, maka konsepsi teologis dan ideologi bangsa yang berorientasi pada nilai-nilai keberagaman, Ketuhanan Yan Maha Esa dan kebhinnekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam persatuan dan kesatuan merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan para pendahulu bangsa kita melalui kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 lalu.

Menyambut, memeriahkan, dan merayakan kemerdekaan bangsa ini yang biasa digelar selama bulan Agustus setiap tahunnya, dimaksudkan sebagai upaya untuk mengingatkan sejarah perjuangan bangsa oleh para pejuang pendahulu bangsa ini, untuk mengobarkan semangat nasionalisme.

Ada misi politik, sosiologis dan teologis yang hendak dibangunan melalui kegiatan perayaan memperingati HUT Kemerdekaan RI. Misi politik yang dimaksud adalah menyuarakan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat dan mampu membebaskan diri dari penjajahan pada 17 Agustus 1945, sedangkan misi sosiologis dalam rangka merekatkan kembali hubungan dan dinamika kebangkaan, bahwa beragam jenis masyarakat yang ada di negeri yang terpadu menjadi satu kesatuan, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [Baca Juga: Karnaval Budaya Meriahkan HUT Kemerdekaan RI di Pamekasan]

Sedangka misi teologis yang hendak digugah melalui momentum perayaan tahunan yang juga sering disebut dengan istilah "Agustusan" oleh sebagian masyarakat, adalah pada sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini meneguhkan, bahwa masyarakat nusantara yang tergabung dalam negara yang bernama Indonesia ini adalah masyarakat berkepercayaan atau ber-Tuhan (teologis), bukan anti-Tuhan (atheis).

Misi, dan tiga prinsip dasar (politik, sosiologis dan teologis) itulah yang setidaknya menjadi dasar pijakan, mengapa menyambut HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia setiap tahunnya perlu disambut meriah oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Kegembiraan sebagai bangsa yang berdaulat, bangsa yang mampu mengatur tata kelola pemerintahan secara mandiri tanpa intervensi dari negara lain harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda saat ini. Sebab komitmen kuat akan visi dan misi dan ideologi sebuah bangsa, salah satunya melalui dorongan emosional positif, seperti yang biasa dilakukan masyarakat dan pemangku kebijakan di negeri ini.

Nasionalisme dengan Identitas Lokal
Keragaman budaya, adat istiadat, serta potensi lokal di masing-masing daerah, merupakan identitas sejati dari sebuah bangsa yang berbudaya, bangsa yang menjadikan keragaman sebagai kekuatan dan potensi dasar dalam meraih kemerdekaan.

Dengan demikian, maka pengakuan atau eksistensi akan ke-Indonesia-an dari masyarakat di suatu daerah, tidak harus sama dengan daerah lain. Artinya, agar bisa diakui sebagai bangsa Indonesia, orang Madura tidak perlu menjadi orang Aceh, Sumatera atau orang Kalimantan, karena Indonesia ada, karena negara ini memang terdiri dari suku bangsa yang beragam ini. Hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menyebutkan, di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnis dan sebanyak 1.340 suku bangsa. [Baca Juga: Pamekasan Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Layak Anak]

Suku Jawa, demikian catatan data BPS tersebut, merupakan kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41 persen dari total populasi. Orang Jawa kebanyakan berkumpul di Pulau Jawa, akan tetapi jutaan jiwa telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara, bahkan bermigrasi ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Suriname. Suku Sunda, Suku Batak, dan Suku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini. Banyak suku-suku terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua, memiliki populasi kecil yang hanya beranggotakan ratusan orang. Sebagian besar bahasa daerah masuk dalam golongan rumpun bahasa Austronesia, meskipun demikian sejumlah besar suku di Papua tergolong dalam rumpun bahasa Papua atau Melanesia.

Data BPS ini, setidaknya menunjukkan bahwa Indonesia sejatinya kaya akan keberagaman, sehingga kekayaan harus terus terpelihara dengan baik, karena fakta sejarah menunjukkan, bahwa kemerdekaan Indonesia dan keinginan merdeka dari kungkungan penjajah, bukan hanya oleh kelompok atau suku dan etnis tertentu saja, akan tetapi, berkat kekompakan dari semuanya.

Bagi Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, HUT Kemerdekaan RI merupakan salah satu momentum tepat untuk mengekplorasi potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah di Indonesia. Selain untuk mensyukuri atas anugerah yang telah diraih bangsa ini melalui jasa-jasa para pahlawan pejuang terdahulu, perayaan menyambut HUT Kemerdekaan RI merupakan media efektif untuk menunjukkan identitas diri dari masing-masing daerah. Sebab pengakuan akan ke-Indonesia-an kelompok atau masyarakat, bukan karena menjadi dan meniru kelompok lain, akan tetapi karena eksis dengan identitas kelompok itu sendiri.

Gapura Batik Sekar jagad
Salah satu potensi keunggulan produk lokal yang dimiliki Kabupaten Pamekasan dan menjadi ikon Pamekasan sebagai kota batik adalah batik tulis Sekar Jagad. Oleh karenanya, saat institusi Polres Pamekasan membangun gapura dalam lomba "Gapura Cinta Negeri" yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI kali ini ialah dengan motif batik tulis Sekar Jagad yang merupakan batik tulis khas Pamekasan.

"Ini kami lakukan dalam rangka berupaya mengangkat potensi lokal yang ada di Pamekasan ini, disamping untuk mendukung program Pemkab Pamekasan dalam mempromosikan hasil kerajikan masyarakat Pamekasan," kata Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo di seperti dilansir media, Sabtu (17/8/2019).

Gapura yang dibangun di pintu masuk halaman Mapolres Pamekasan ini terlihat sangat elegan, dengan perpaduan warna dasar merah dan hijau, sebagai simbol semangat keberanian dan hijau sebagai simbol kualitas sumber daya unggul yang memang menjadi tema pada HUT Kemerdekaan RI kali ini. [Baca Juga: Dinas PUPR Sinergikan dengan Program Pamekasan Cantik]

Di bagian atas gapura terdapat lambang garuda berwarna merah dan putih dengan tulisan 74 "SDM Unggul Indonesia Maju". Sementara pada bagian samping kanan terdapat gapura kecil berbentuk "Monumen Arek Lancor" yang merupakan simbol jantung Kota Pamekasan.

Kapolres AKBP Teguh Wibowo mengatakan, gapura bernuansa batik dengan nilai filosofis perjuangan dan dorongan untuk mewujudkan SDM unggul tersebut diharapkan menjadi spirit akan terwujudnya masa depan Pamekasan yang lebih.

"Melalui simbol gapura yang seperti ini, kami ingin menggugah, bahwa semangat keberagaman, atau nasionalisme memang harus berbasis lokal, karena bangsa ini terbangun dari berbagai jenis keragaman, baik dalam hal keragaman budaya, adat istiadat dan keragaman potensi di masing-masing daerah," katanya, menjelaskan. [Baca Juga: PWI-JTV Diskusikan Persoalan Publik dalam Spektrum Pamekasan]

Kapolres lebih lanjut menjelaskan, pemasangan gapura ini untuk ikut serta memeriahkan dan menyemarakkan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, juga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Festival Gapura Cinta Negeri" yang digelar oleh Polda Jawa Timur.

Selain itu, lomba gapura cinta negeri ini juga digelar di tingkat lokal Pamekasan dan diikuti oleh 13 Polsek yang ada di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam pandangan kapolres, kemajuan dan kemakmuran bangsa ini akan terwujud, apabila ratusan kelompok etnis dan sebanyak 1.340 suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Meraoke itu maju. Oleh karenanya, potensi ada di masing-masing daerah harus terus didorong dengan memanfaatkan media promosi yang tersedia dalam berbagai kesempatan, termasuk pada momentum HUT Kemerdekaan RI kali ini. (Pamekasan, 17 Agustus 2019)

Karnaval Budaya Meriahkan HUT Kemerdekaan RI di Pamekasan

PAMEKASAN HEBAT - Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Kemerdekaan RI di Pamekasan, Jawa Timur diwarnai dengan kegiatan karnaval budaya dan pawai pembangunan. Sebanyak 30 kelompok perwakilan dari sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (SD/MI), SMP/MTs dan SMA/MA dan SMK ikut serta dalam karnaval budaya dan pawai pembangunan ini.

“Selain memeriahkan kemerdekaan bangsa ini, karnaval budaya dan pawai pembangunan juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menanamkan rasa cinta dan meningkatkan kepedulian atas perjuangan yang telah dilakukan oleh pendahulu bangsa ini,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Senin(12/8/2019).

Bupati muda ini melepas secara langsung karnaval dan pawai budaya yang dimulai dari depan Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan di Jalan Jokotole dan berakhir di pertigaan Jalan Raya Asem Manis Pamekasan tersebut. [Baca Juga: Bupati Baddrut Ajak Masyarakat Dukung Milleneal Talent Hub]

Pemberangkatan peserta ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati dengan didampingi jajaran Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan DPRD, Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Kegiatan bertema “Pengembangan Budaya Lokal Sebagai Penyangga NKRI menuju Pamekasan Hebat, Rajjha, Bhajjra tor Parjhuga” ini merupakan kegiatan yang sangat diminati masyarakat lokal Pamekasan.

Di sepanjang jalan yang dilalui peserta karnaval mulai Jalan Jokotole hingga di Jalan Asem Manis Pamekasan dipenuhi oleh warga untuk bisa menyaksikan secara langsung kegiatan spektakuler tersebut.

Peserta dari tingkat SD/MI sebanyak 12 peserta dengan sub tema “Kepahlawanan”, untuk jenjang SMP/MTs diikuti 10 peserta dengan sub tema “Budaya Lokal Madura”, sedangkan untuk SMA, SMK dan MA diikuti 8 peserta dengan sub tema “Batik Pamekasan”. [Baca Juga: Bupati Paparkan Program Inovatif Pamekasan di Perguruan Tinggi]

Bupati Baddrut Tamam dalam sambutannya mengatakan, HUT Kemerdekaan RI yang bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah ini sebagai isyarat bahwa semangat perjuangan dalam meraih kemerdekaan bangsa ini, sebenarnya senafas dengan semangat pengorbanan.

“Ini juga sebagai tanda bahwa semangat pengorbanan untuk bangsa dan negara harus kita tancapkan di masing-masing pikiran dan hati kita untuk kemudian menjadi gerak dan langkah dalam pengabdian serta menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” kata Baddrut Tamam.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengatakan bahwa dalam acara itu masyarakat disuguhkan dengan berbagai atraksi keanekaragaman budaya Indonesia, sejarah dan presentasi program pembangunan. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Luncurkan UMKM Go Online]

Ia juga menyebutkan kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting guna merefleksikan kembali tekad, semangat serta keinginan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dalam bentuk atraksi sejarah, keragaman budaya, penampilan program serta hasil pembangunan di Kabupaten Pamekasan.

“Melalui penampilan tematik yang ditampilkan pada hari ini diharapkan akan meningkatkan semangat kejuangan kita semuanya, bahwa kemerdekaan yang telah kita nikmati saat ini merupakan buah perjuangan dari seluruh pahlawan yang telah mendahului kita,” ujarnya.

Sementara itu, diantara tema karnaval yang ditampilkan, sub tema Batik Pamekasan lebih digemari penonton.

Ini karena busana batik yang ditampilkan dikemas dalam bentuk tarian dengan iringan lagu “Pamekasan Hebat” yang merupakan lagu mars Kabupaten Pamekasan yang kini digemari masyarakat lokal di kabupaten berpenduduk hampir 1 juta jiwa ini. (PAMEKASAN HEBAT)

KIM Pamekasan Hebat

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pamekasan Hebat ini merupakan kelompok informasi binaan organisasi profesi wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, sebagai upaya mewujudkan cita ideal tatanan masyarakat melek media, serta meningkatkan peran masyarakat dalam bidang jurnalistik (citizen journalistic). Keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media blog berbasis konten lokal, yang mendidik dan mencerahkan, merupakan salah satu missi yang hendak diwujudkan melalui kelompok informasi.

Meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, ketrampilan dan keaktifan masyarakat tentang informasi yang benar, serta mampu menyaring informasi yang valid dan mencerahkan, merupakan satu dari empat tujuan sebagaimana ditetapkan dalam anggaran dasar (AD) KIM Pamekasan Hebat ini, disamping sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat seputar pembangunan, program pemerintah dan berbagai kebutuhan informasi lainnya yang dianggap penting dan mendidikan masyarakat. Sebagai penyambung informasi yang bersifat top down (dari pemerintah kepada masyatakat), maka kajian dan penyebaran informasi melalui paradigma positivistik adalah yang digunakan dalam konten ini.

Namun, sebagai mediator komunikasi dan informasi pemerintah kepada mayarakat secara timbal balik dan berkesinambungan, sebagai tujuan pada poin ketiga pada Anggaran Dasar KIM Pamekasan Hebat ini, serta sebagai penerima, dan penyebar infromasi dan berinterksi sesama anggota mayarakat guna meningkatkan kesejahteraan, sebagaimana pada poin keempat, maka paradigma kritis, akan tetapi bertanggung jawab menjadi pilihan konten di blog KIM Pamekasan Hebat ini.

Maraknya, penyebaran informasi bohong, di berbagai media sosial, juga menjadi alasan kelompok informasi masyarakat ini, membentuk wadah organisasi untuk bergerak di bidang penyebaran informasi berbasis blog.

Maka pada 28 Oktober 2018, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, KIM Pamekasan Hebat dengan laman kim.pamekasanhebat.com, ini akhirnya terbentuk, dengan semangat menyajikan informasi yang mendidik, mencerahkan, dan mensukseskan program-program baik yang telah dicanangkan oleh pemerintah, disamping sebagai komunikator dan mediator yang menjembatani antara kepentingan rakyat dengan pemerintah.

Program KIM Pamekasan Hebat
Untuk mencapai maksud dan tujuan dari pembentukan organisasi sebagai tertuang dalam Anggaran Dasar (AD) sebagaimana ketentuan Bab III, maka tahun ini, KIM Pamekasan Hebat menetapkan sejumlah program. Antara lain;

1). Menggelar diskusi dan temu penulis kontributor KIM PAMEKASAN HEBAT, untuk merawat persaudaran dan meningkatkan kesadaran melek media.

2). Membuat profil produk-produk unggulan pada kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Pamekasan, baik produk kerajinan, kuliner atau jenis usaha kreatif lainnya yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

3). Menggelar pelatihan jurnalistik, dan pendampingan pembentukan kelompok informasi masyarakat di tingkat kecamatan, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, ketrampilan dan keaktifan masyarakat tentang informasi yang benar, serta mampu menyaring informasi yang valid dan mencerahkan.

4). Menggelar lomba blog antarpelajar, mahasiswa dan umum, se-Kabupaten Pamekasan yang berisi tentang berbagai potensi daerah di Kabupaten Pamekasan, seperti potensi wisata, kuliner dan ekonomi. Program ini juga untuk mendukung program 'Millenial Talent Hub' yang dicanangkan Pemkab Pamekasan.

5). Menjalin kemitraan dengan institusi lain, dalam berupaya memberantas penyebaran kabar bohong (hoax) yang marak beredar di media sosial, dan memfasilitasi penyebaran informasi dakwah melalui media, dengan memberikan ruang dakwah dalam bentuk artikel bagi para dai di blog Pamekasan Hebat.(PAMEKASAN HEBAT)

KIM Kamboja Pamekasan

KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kamboja merupakan KIM yang dimiliki oleh masyarakat Desa Ladden, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan. KIM ini didirikan atas dasar inisiatif masyarakat di Kelurahan Ladden yang bertujuan untuk memberikan seluas-luasnya akses informasi kepada seluruh lapisan masyarakat baik dalam maupun luar desa.

KIM Kamboja ini berdiri pada tanggal 02 Agustus 2004 yang dimotori oleh anak-anak muda di Desa Laden, dan KIM ini dibina langsung oleh Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pamekasan. Pada tahun 2009 KIM Kamboja sempat vacuum selama kurang lebih 4 tahun karena berbagai macam hal internal maupun eksternal.

Pada awalnya KIM Kamboja menjadi wadah bagi UKM (Usaha Kecil Mengengah) dan mempunyai beberapa produk makanan dan kerajinan yang ditelurkan demi membiayai keberlangsungan KIM itu sendiri, mulai dari biaya operasional, komsumsi dan biaya penyebaran informasi seperti leaflet, bulletin dll.

Sebelum tahun 2015, KIM semakin kehilangan ruhnya yang visi awalnya adalah sebagai wahana informasi masyarakat pedesaan, menjelma menjadi UKM-UKM yang lebih menonjolkan dan memproduksi Produk khas daerah masing-masing. Sehingga dipertengahan tahun 2015 ada gerakan “KIM kembali ke Khittoh” yakni monomersatukan penyebaran informasi, dan ICT (Information and technology).

Nama KIM "Kamboja" diharapkan mampu mengharumkan masyarakat Kelurahan Laden dalam hal penyebaran informasi yang tajam, aktual dan terpercaya pada masyarakat Desa Laden, Pamekasan dan masyarakat international pada umumnya.

Program dan Kegiatan
Penyebaran informasi ke masyarakat desa laden, melalui berbagai media; kerjasama dengan radio pemerintah (RALITA FM) dan radio komunitas mahasiswa (Be-MFM).

Membantu mempromosikan ke khasan masyarakat desa laden, mulai dari makanan sampai kegiatan yang akan dilakukan oleh desa.

Pusat informasi masyarakat yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja : WWW.KIM-KAMBOJA.BLOGSPOT.COM

Melakukan berbagai macam penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat yang berhubungan dengan dunia maya. Media social dan web server.

Pelatihan Windows bagi masyarakat sekitar

Diklat jurnalistik untuk anggota KIM Kamboja

Mengadakan Web Marketing dan bisnis online kepada anak muda Laden
Pembentukan perpustakaan mini “KAMBOJA” yang didanai oleh iuran dan dari sumber yang tidak mengikat.

Mengikuti workshop TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

Mengikuti Pameran produk KIM dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

Dinas PUPR Sinergikan Kegiatan dengan Program Pamekasan Cantik

PAMEKASAN HEBAT - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Pamekasan terus mensinergikan berbagai jenis kegiatan yang akan digelar institusi itu dengan program "Pamekasan Cantik" yang dicanangkan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Agus Priambodo dari PUPR Pemkab Pamekasan saat menjadi narasumber dalam program "Spektrum Pamekasan", yakni dialog terbatas yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan dengan JTV Madura Senin (12/8/2019) menjelaskan, salah satu pendukung suksesnya program itu, adalah bebas banjir.

Di Pamekasan, sambung dia, banjir masih sering terjadi akibat dangkalnya aliran sungai, sehingga hujan turun dengan deras, air sungai meluap, dan menyebabkan banyak rumah-rumah warga tergenang.

"Maka, sejalan dengan program pak bupati, yakni Pamekasan Cantik, langkah yang dilakukan adalah normalisasi aliran sungai," kata Agus. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Terapkan Penanganan Bencana Terintegratif]

Dengan cara melakukan bersih-bersih aliran sungai, maka luapan air yang terjadi akibat sungai yang dangkal, bisa diantisipasi. Hanya saja, yang sering menjadi kendala adalah lemahnya kesadaran publik. Sebab, hingga kini masih sering ditemukan, banyak warga yang membuang sampah secara sembarangan ke sungai.

Agus menjelaskan, sejak tahun 2012, di Pamekasan mulai mengalami banjir besar, dan hal itu bersumber dari 13 sungai, 5 diantaranya di wilayah perkotaan, semuanya bermuara di Sungai Kalisemajid.

Dengan demikian, sambung dia, maka melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat agar mereka bisa memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan bersih, dan cantik dengan cara tidak membuang sampah ke sungai. [Baca Juga: PWI-JTV Diskusikan Persoalan Publik dalam Spektrum Pamekasan]

Agus Priambodo merupakan satu dari tiga narasumber yang diundang hadir pada dialog terbatas dalam program "Spektrum Pamekasan" hasil kerja sama antara JTV Madura dengan PWI Pamekasan yang digelar di studio media itu, di Jalan Ronggosukowati Pamekasan, Senin (12/8/2019).

Narasumber lainnya adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Pamekasan Syaiful Anam.

Dialog bertema "Penanggulangan Bencana Terintegratif di Kabupaten Pamekasan" yang dipandu langsung oleh Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Esa Arif AS ini merupakan kali pertama, dan selanjutnya akan digelar rutin setiap Hari Kamis dengan tema berbeda. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Terapkan Penanganan Bencana Terintegratif

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten Pamekasan kini mulai menerapkan pola penanganan bencana secara terintegrasi, guna menekan kerugian dan mempercepat penanganan pascabencana.

"Yang dimaksud terintegrasi di sini adalah dengan melibatkan peran aktif instansi lain dalam hal penanganan bencana sesuai dengan kapasitasnya masing-masing," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus.

Dalam dialog terbatas bertajuk "Penanganan Bencana Terintegratif di Kabupaten Pamekasan" yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan bersama JTV Madura di Pamekasan, Senin (12/8/2019), Firdaus menjelaskan, organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam program itu adalah Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dinsos terkait penanganan korban pascabencana, dan mempersiapkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, sedangkan PUPR bertugas membantu para korban bencana yang tempat tinggalnya rusak akibat bencana dan membutuhkan bantuan.

Firdaus menjelaskan, Pemkab Pamekasan tergolong salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana alam, berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan bencana kebakaran. Saat kemarau, desa-desa di kabupaten ini juga banyak yang mengalami kekeringan.

Pada musim kemarau ini saja, terdata sebanyak 80 desa di Pamekasan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sehingga dipandang perlu untuk membentuk kampung siaga bencana dan desa tangguh bencana.

"Makanya program penanggulangan bencana terintegrasi ini diharapkan bisa menjadi solusi apabila terjadi bencana," kata Firdaus.

Sementara Kepala Dinas Sosial Pemkab Pamekasan Syaiful Anam menyatakan, melalui program terintegrasi ini, maka pihaknya bisa menentukan dan memprioritaskan bantuan sosial yang akan disalurkan pemkab kepada masyarakat.

"Warga miskin yang menjadi korban bencana, akan menjadi prioritas," katanya dalam dialog yang dipandu oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS ini.

Sehingga, sambung dia, dengan cara itu, maka persoalan penanganan bencana, setelah kejadian segera teratasi.

"Dan PUPR merupakan instansi yang akan bertindak sebagai pelaksana dari bantuan ini," katanya.

Direktur JTV Madura Ahmad Soleh menjelaskan, program dialog rutin hasil kerja sama dengan PWI Pamekasan ini sebagai bentuk sumbangsih media dalam ikut memberikan solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi di Pamekasan.

"Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang terjadi di Pamekasan ini," kata Soleh. (PAMEKASAN HEBAT)

Nama-nama Legislator Pamekasan dari 10 Partai Politik

PAMEKASAN HEBAT - Partai Politik yang memiliki perwakilan di DPRD Pamekasan hasil pemilu 17 April 2019 adalah 10 partai, terdiri dari PPP, PKB, Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, Partai Golkar, PBB, PAN, Partai Nasdem dan Perindo.

Perinciannya, PPP 12 orang, PKB 7 orang, Partai Demokrat 6 orang, PKS 5 orang, Partai Gerindra 4 orang, Partai Golkar 3 orang, PBB 3 orang, PAN 2 orang, Partai Nasdem 2 orang dan Perindo 1 orang.

Berikut nama-nama anggota DPRD periode 2019-2024 dari masing-masing partai politik:

Anggota DPRD dari PPP
1. H. Maskur Rasid
2. Muhammad Sahur
3. Anwar Syamsidi
4. Fathorrahman
5. Andi Suparto
6. Muksin
7. Abdul Rasyid Fansori
8. Achmadi
9. Halili
10. Ainul Yaqin
11. H Zamahsyari
12. Ali Masykur

Anggota DPRD dari PKB
1. Abd Aziz
2. Khairul Umam
3. H. Imam Hosairi
4. Syafiuddin
5. HM. Lutfhi
6. Syamsuri
7. Ir. Moh Zainal Arifin.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat
1. Ismail
2. Deajeng Pangestu
3. Moh Ali
4. Heriyanto Demokrat
5. Ahmad Fauzi
6. H. Hermanto

Anggota DPRD dari PKS
1. Suryono
2. Jumaah
3. Al Anwari
4. Husnul Hidayat
5. Harun Suyitno

Anggota DPRD dari Partai Gerindra
1. Doni Febrorur Rasyid
2. Ismail A Rahim
3. Munaji
4. Ridai

Anggota DPRD dari Partai Golkar
1. Alfian Rhomadani
2. Ach Tatang
3. Zainal Afandi

Anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB)
1. Hamdi
2. Sulhan
3. Moh Qomarul Wahyudi

Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN)
1. Abdul Haq
2. Muhammad Rusi

Anggota DPRD dari Partai Nasdem
1. Wardatus Syarifah
2. Mohammad Hamidi

Anggota DPRD dari Perindo
1. Nurul Ahmad Dian P. M.           (PAMEKASAN HEBAT)

Inilah Anggota DPRD Pamekasan 2019-2024

PAMEKASAN HEBAT Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019) menetapkan calon legislatif terpilih  untuk tingkat kabupaten hasil pemilihan umum yang digelar 17 April 2019.

"Sebanyak 45 caleg terpilih telah kami tetapkan dari pagi dengan mengundang para pengurus partai politik pengusung caleg tersebut," kata Ketua KPU Pamekasan Muhammad Halili.

Pleno penetapan caleg terpilih itu digelar setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) legislatif.

Para caleg terpilih di Pamekasan kali ini, dari sejumlah partai politik, yakni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Bulang Bintang (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Perindo, Nasional Demokrat dan Partai Golkar.

Ia menjelaskan, penetapan caleg terpilih di Pamekasan ini tergolong lambat, karena masih menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau di Madura, yang penetapannya juga lambat adalah KPU Bangkalan dan Sampang, karena sama-sama menunggu hasil putusan dari MK," kata Halili.

Berikut adalah ini daftar nama 45 anggota DPRD Kabupaten Pamekasan periode 2019-2024 yang ditetapkan oleh KPU Pamekasan, Sabtu (10/8/2019):

Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi
1. H. Maskur Rasid (PPP).
2. Alfian Rhomadani (Partai Golkar).
3. Ismail (Partai Demokrat).
4. Suryono (PKS).
5. Abd Aziz (PKB)
6. Doni Febrorur Rasyid (Partai Gerindra)
7. Abdul Haq (PAN)
8. Wardatus Syarifah (Partai Nasdem).

Daerah Pemilihan (Dapil) 2
1. Muhammad Sahur (PPP)
2. Anwar Syamsidi (PPP).
3. Fathorrahman (PPP).
4. Khairul Umam (PKB)
5. H. Imam Hosairi (PKB).
6. Deajeng Pangestu (Partai Demokrat)
7. Ismail Arahim (Partai Gerindra)
8. Muhammad Rusi (PAN).
9. Ach Tatang (Partai Golkar).

Daerah Pemilihan (Dapil) 3
1. Andi Suparto (PPP).
2. Muksin (PPP).
3. Abdul Rasyid Fansori (PPP)
4. Heriyanto Demokrat.
5. Moh Ali (Demokrat).
6. Jumaah (PKS)
7. Al Anwari (PKS).
8. Syafiuddin (PKB)
9. Munaji (Partai Gerindra)
10. Hamdi, PBB (Baru).

Daerah Pemilihan (Dapil) 4
1. Achmadi (PPP).
2. Halili (PPP).
3. Ainul Yaqin (PPP)
4. H Zamahsyari (PPP)
5. Ahmad Fauzi (Partai Demokrat)
6. Husnul Hidayat (PKS)
7. HM. Lutfhi (PKB)
8. Ridai (Partai Gerindra)
9. Sulhan (PBB)

Daerah Pemilihan (Dapil) 5
1. Syamsuri (PKB).
2. Moh Qomarul Wahyudi (PBB)
3. H. Hermanto (Partai Demokrat).
4. Zainal Afandi (Partai Golkar)
5. Ali Masykur (PPP)
6. Mohammad Hamidi (NasDem)
7. Harun Suyitno (PKS).
8. Ir. Moh Zainal Arifin (PKB).
9. Nurul Ahmad Dian P. M, (Perindo) (PAMEKASAN HEBAT)

Jurnalisme Profetik Husnun N. Djuraid

Husnun N Djuraid-wafat 4 Agustus 2018 dalam usia 60 tahun—adalah wartawan yang menjalani “laku jurnalisme”. Laku adalah terminologi Jawa untuk seseorang yang sedang menempuh jalan pengekangan diri (self-restrain) untuk mencapai tujuan-tujuan spritualitas. Dalam hal laku jurnalisme, sang jurnalis mempunyai tujuan transendental, ukhrawiah melalui laku.

Bagi Husnun, jurnalisme bukan sekadar profesi untuk memperjuangkan idealisme ataupun demokrasi yang bersifat profan. Jurnalisme bagi Husnun menjadi sarana untuk mencapai tujuan-tujuan transendental, ukhrawiah.

Dalam tulisan-tulisannya yang tersebar di banyak media laku transendental Husnun sangatlah kental. Dia memakai jurnalisme sebagai sarana memenuhi kewajiban kemanusiaannya untuk menjalankan amar makruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan, mencegah keburukan.

Jurnalisme dalam praktik Husnun, adalah jurnalisme profetik yang bersifat kenabian dengan menerapkan empat strategi dakwah kenabian tabligh (komunikatif), amanah (trustworthy, terpercaya), fatanah (cerdas), dan sidiq (membawa kebenaran).

Di Amerika wartawan menjalankan tugasnya untuk memenuhi hak masyarakat untuk tahu “people’s right to know”, sebagai bagian dari proses demokrasi. Wartawan Amerika (dan Eropa) menjalankan profesinya sebagai bagian dari pengamalan hak konstitusi terutama First Amandment dalam konstitusi Amerika, yaitu memenuhi hak publik untuk mendapatkan kebebasan berekspresi dan memperolah berita.

Jurnalis dan media di barat adalah bagian dari the fourth pillar of democracy, pilar keempat demokrasi dalam sistem Trias Politika Montesquieu untuk memastikan terjadinya check and balance antara tiga pilar; eksekutif, legislatif, dan judikatif. Media menjadi watch dog, anjing penjaga, untuk menggonggongi penyimpangan kekuasaan, abuse of power, dari ketiga lembaga itu.

Dalam hal ini tujuan jurnalisme Barat adalah profan, duniawiah semata karena didasari hanya oleh pandangan materialisme dan rasionalitas.

Janet E. Steele, profesor jurnalistik dari George Washington University, melakukan penelitian paralel di tiga negara; Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia melibatkan wawancara mendalam dengan puluhan wartawan dan studi kepustaan yang ekstensif, hasilnya dituangkan dalam buku Mediating Islam; Cosmopolitan Journalism in Muslim South East Asia. Dia menyimpulkan bahwa jurnalis Barat mempunyai tujuan yang profan sedangkan jurnalis Indonesia dan Malaysia umumnya mempunyai tujuan transendental, ukhrawiah.

Steele menemukan bahwa motivasi jurnalis Amerika yang paling utama adalah pemenuhan dan pelaksanaan hak-hak demokrasi. Sedangkan wartawan Muslim di Indonesia dan Malaysia menemukan motivasinya untuk menjalankan peran utama sebagai umat terbaik “khairu ummah” dan menerapkan amar ma’ruf nahi munkar.

Di Indonesia Steele melakukan penelitian terhadap tiga media; Majalah Sabili, Republika, dan Tempo. Ketiga objek penelitian itu dipilih untuk mewakili “tiga media Islam” dalam kuadran yang berbeda. Sabili pada masa terbitnya sejak awal reformasi sampai 2013 mewakili suara Islam skripturalis dan Republikabersama Tempo oleh Steele digolongkan dalam media yang memperjuangkan Islam kosmopolitan yang lebih mondial, moderat, modern (orang-orang Tempo tidak sepakat dengan penggolongan ini).

Meskipun memperjuangkan mazhab Islam yang berbeda tapi para jurnalis sama-sama dimotivasi oleh spirit amar makruf nahi munkar, dan dorongan untuk menyampaikan kebenaran meskipun hanya satu ayat (ballighu ‘anni walau ayatan). Majalah Sabili melakukannya dengan tujuan penerapan syariah dalam bernegara, sedangkan Republika dan Tempo ingin menciptakan masyarakat madani yang islami, Islam rahmatan lil alamin.

Parni Hadi, mantan pemimpin redaksi Republikamenyebutnya sebagai “Jurnalisme Profetik” (2014) jurnalisme kenabian yang dijiwai oleh spirit dakwah Nabi Muhammad SAW yaitu tabligh, sidiq, fatanah, dan amanah.

Dalam hal menjalankan etika jurnalistik Steele menyebut jurnalis Muslim Indonesia didasari oleh konsep tabayun, check and recheck, disiplin verifikasi, dari Alquran surat Alhujurat ayat 6, tidak melakukan fitnah dan berita insinuatif Alhuhurat ayat 11-12. Pasal-pasal dalam kode etik jurnalistik memperoleh legitimasi profetik dari ajaran Alquran.

Husnun menjalani jurnalisme profetik sebagai bagian dari kewajiban keimanan yang dia lakukan 24 jam dalam hidupnya. Husnun tidak hanya berdakwah melalui laku jurnalisme, tapi sekaligus laku pribadi. Dia adalah jurnalis yang dalam terminologi Gramsci masuk dalam kategori “jurnalis organik” yang menjadikan laku jurnalisme sebagai laku moral-agama selama 24 jam.

Pada sepertiga malam Husnun memanfaatkan platfrom aplikasi Whatsapp untuk mendakwahkan shalat malam. Pada malam-malam Senin dan Kamis Husnun mendakwahkan puasa sunnah. Pada pagi hari saat matahari naik Husnun mendakwahkan shalat Dhuha.

Husnun konsisten memegang etika jurnalisme yang didasari oleh kode etik jurnalistik dan spirit qurani. Husnun tidak menulis fitnah dan insinuasi, apalagi hoax karena kesadaran qurani.

Di tengah tsunami informasi, banjir hoax, serta degradasi profesi jurnalis, kepergian Husnun adalah sebuah kehilangan yang menyesak dada. (*)

Penulis adalah Dhimam Abror Djuraid, dosen Stikosa-AWS, dan tulisan ini telah dimuat di jawapos.com pada 6 Agustus 2019.