Bupati Pamekasan Cegah Korupsi Bersama KPK

PAMEKASAN HEBAT – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menanda tangani komitmen bersama pencegahan tindak pidana korupsi di hadapan KPK bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan para kepala daerah se-Jawa Timur, Kamis (28/2/2019).

Penanda tanganan pencegahan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran keuangan negara ini, sebagai bentuk komitmen dan niat baik bupati dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih, bebas praktik KKN, serta sebagai wujud tanggung jawab moral kepada bangsa, negara dan agama.

“Penanda tanganan ini sebagai bentuk antisipasi. Kami memiliki komitmen dan niat baik, untuk menjalankan tata kelola pemerintahan ini yang bebas korupsi. Oleh karena itu, KPK kami jadikan mitra, agar bisa mengarahkan kami dalam bertugas menjalankan tata kelola pemerintahan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Baddrut Tamam. [Baca Juga: Bupati Baddrut Tamam Cegah Korupsi di Pamekasan Bersama KPK]

Penanda tanganan pencegahan korupsi ini digelar dalam rapat Koordinasi dan Evaluasi di Provinsi Jatim bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Negara Grahadi Surabaya diikuti oleh 38 bupati dan walikota se Jatim serta Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Kamis (28/2/2019)

“Ini komitmen bersama untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan terhadap kemungkinan titik-titik terjadinya kerawanan, kerentanan dari potensi korupsi,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya.

Ada 8 poin yang menjadi penilaian Tim Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK di Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Dari 39 Pemerintah Daerah di Jawa Timur (38 Kabupaten/Kota plus 1 Pemerintahan Provinsi) secara rata-rata mendapat nilai 66 persen. [Baca Juga: PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak]

“Atau 8 persen lebih tinggi dari nilai rata-rata nasional yang sebesar 58 persen,” jelasnya.


Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menanda tangani pencegahan tindak pidana korupsi dalam hal pengelolaan APBD dengan KPK di Pemprov Jatim Surabaya, Kamis (28/2/2019).
Delapan sektor yang menjadi monitoring dan evaluasi oleh KPK antara lain, pertama perencanaan dan penganggaran APBD, kedua pengadaan barang dan jasa, ketiga, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), keempat kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

“Ini hal-hal yang mendapatkan penajaman, pada saat kami, Gubernur Jambi, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau melakukan konsultasi didampingi oleh Dirjen Kemendagri. Maka catatan-catatan ini oleh jajaran pimpinan KPK beberapa kali distabilo supaya menjadi catatan penting bagi kita semua untuk melaksanakan kewajiban dan antisipasi sebagai kita terus berbenah,” paparnya. [Baca Juga: Slogan ‘Pamekasan Hebat’ Jadi Inspirasi Bisnis Warga]

Selanjutnya, sektor kelima yaitu manajemen ASN, keenam dana desa, ketujuh optimalisasi dan pendapatan daerah. Menurut Khofifah, delapan sektor tersebut menjadi catatan manajemen aset daerah yang mampu memberi standar kepada pemerintah daerah dalam membangun suatu kerangka kerja.

“Delapan sektor itu akan menjadi catatan manejemen kami untuk dapat digunakan untuk memahami elemen-elemen terhadap kemungkinan terjadinya korupsi,” imbuhnya.

Sementar dari hasil penilaian Tim Korsupgah antara lain, pencapaian program perencanaan dan penganggaran APBD sebesar 71 persen, barang dan jasa sebesar 61 persen, pelayanan terpadu satu pintu sebesar 77 persen, kapabilitas APIP sebesar 64 persen, manajemen ASN senilai 65 persen, Dana Desa sebesar 71 persen, manajemen aset sebesar 80 persen. Terendah adalah optimalisasi pendapatan daerah baru yakni 47 persen.

“Jadi mungkin ini yang akan kami harapkan asistensi yang lebih detail dari Tim Korsupgah dari sisi pendapatan daerah bisa dimaksimalkan, yang hari ini ini menurut supervisi dan monitoring Tim Korsubgah baru 47 persen,” tambah Gubernur Khofifah. [Baca Juga: Bupati Baddrut Tamam Sapa Masyarakat di Talkshow Ralita FM]

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata memaparkan, banyak korupsi yang menggunakan modus ijon proyek. Praktik itu biasanya banyak terjadi di daerah-daerah. Bahkan tak sedikit yang sudah setor uang pun tak kebagian proyek.

“Pengusaha itu membawa teman-teman ke DPRD. Kalau anggaran disetujui akan mendapat fee. Pemenang lelang sudah diputuskan sejak awal, ini jangan sampai terjadi di Jatim. KPK mendorong e-planning dan e-budgeting,” tuturnya.

Ia mengatakan jika korupsi dilakukan untuk mengambil keuntungan setelah mengeluarkan dana besar untuk bisa memenangkan kontestasi kepala daerah. Di mana berdasar survei, seorang calon kepala daerah bisa menghabiskan biaya Rp 20-30 miliar. [Baca Juga: 38 Produk UMKM Siap Dipasarkan di Toko Swalayan]

“Persoalan paling besar dan mendasar dalam pemberantasan korupsi adalah komitmen dan integritas pimpinan. Berdasarkan survei Kemendagri, saya sendiri juga kaget rata-rata kepala daerah itu menghabiskan Rp20-30 miliar dalam ajang pilkada. Mudah-mudahan itu tidak terjadi di Jawa Timur yang ikut Pilkada 2018 kemarin. Yang sudah keluarkan biaya banyak, supaya ikhlas. Anggap itu biaya membeli legacy. Buktikan kepada masyarakat, bahwa pilihan mereka tidak salah memilih pemimpinnya,” tambahnya.

Bupati Baddrut Tamam menyatakan, pelibatan KPK dalam hal penyelenggaraan dan pengawasan pengelolaan keuangan negara ini menjadi penting, karena diantara kasus dugaan korupsi yang terjadi, salah satu faktornya karena kurang mengerti.

“Jika ada pendampingan, atau pencegahan dari KPK, maka hasilnya akan lebih baik, dan aparatur negara kita di Pamekasan bisa bekerja sesuai dengan petunjuk atau arahan dari tim KPK. Jadi kita bisa bekerja dengan tenang, dan tidak khawatir melakukan pelanggaran hukum, karena KPK melakukan pendampingan secara langsung atau pencegahan,” ujar Bupati Baddrut Tamam. (PAMEKASAN HEBAT)

36 Produk UMKM Siap Dipasarkan di Toko Swalayan

PAMEKASAN HEBAT - Sebanyak 36 produk unggulan hasil usaha mikro, kecil dan menengah kini siap dipasarkan di toko swalayan yang ada di Kabupaten Pamekasan, kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan, Jawa Timur Jhon Yulianto.

"Ke-36 produk unggulan UMKM hasil kerajinan warga Pamekasan yang telah memenuhi standar operasional dan memiliki izin lengkap," katanya di Pamekasan, Kamis.

Jhon Yulianto menjelaskan hal ini, terkait rencana kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan sejumlah toko swalasan, yakni Indomart dan Alfamart.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebelumnya membuat kebijakan, agar semua toko swalayan yang ada di Pamekasan menyediakan sekitar 25 persen produk lokal Pamekasan.

Kebijakan bupati muda ini untuk membantu para pelaku usaha mikro di Pamekasan, dalam memasarkan hasil produksinya. [Baca Juga: Pemkab Pamekasan Luncurkan UMKM Go Online]

Menurut Jhon Yulianto, saat ini pihaknya masih menunggu lebih lanjut kesiapan dari pihak Indomart dan Alfamart kapan hasil produk unggulan masyarakat Pamekasan itu bisa dipasok.

"Yang jelas, ke-36 produk unggulan UMKM warga Pamekasan ini, sudah memenuhi standart operasi produk. Dari segi legalitas semua sudah dipenuhi, baik izin edar maupun izin kesehatan," katanya.

Sejumlah produk unggulan Pamekasan yang siap dipasarkan di toko swalayan yang ada di Pamekasan diantaranya, kopi mangrove, produk olahan durian, produk berbasis pisang, produk handycraft dan lainnya. [Baca Juga: PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak]

Selain mendorong para pelaku UMKM bisa memasarkan hasil produk mereka di toko swalayan, Pemkab Pamekasan juga memfasilitasi mereka bisa berjualan secara 'online'.

Pemkab bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama meluncurkan "UMKM Go Online" dan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM tentang teknik penjualan online.

"Melalui 'UMKM Go Online' ini ada sebanyak 1.509 jenis usaha mikro yang sudah siap memasarkan hasil produknya secara online," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jhon Yulianto, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)

Pemkab Pamekasan Luncurkan "UMKM Go Online"

PAMEKASAN HEBAT - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Timur mulai memfasilitasi pemasaran produk usaha mikro, kecil dan menengah meluncurkan program "UMKM Go Online" kerja sama antara pemkab dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo).
 
Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, "UMKM Go Online" ini sebagai upaya pemerintah untuk membantu pemasaran produk hasil kerajinan masyarakat Pamekasan kepada masyarakat luas.
 
"UMKM Go Online ini juga akan menjadi wadah efektif bagi pelaku UMKM kita dalam memasarkan hasil produknya, sekaligus akan menjadi 'millenial talent hub' bagi generasi muda kreatif di Pamekasan ini," kata Baddrut Tamam di Pamekasan, Rabu.
   
Ia menjelaskan, "melennial talent hup" memiliki peran untuk memberikan wadah kepada kaum muda Pamekasan, yang akan berkiprah di dunia wirausaha, termasuk juga, akan menjadi wadah belajar bersama, untuk mengembangankan jual online di Pamekasan. [Baca Juga: Slogan 'Pamekasan Hebat' Inspirasi Bisnis Warga]
 
Bupati muda ini lantas bercerita tentang masa lalunya saat ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang.
   
Pada tahun 2000, jika sebuah produk ingin terkenal masyarakat luas, maka harus mengundang orang banyak ke satu tempat, dan menceritakan tentang produk yang hendak dijual.
   
Namun, sambung dia, saat ini dengan kemajuan teknologi, semua orang bisa menjual barang apapun di online. Dengan mudah, cepat dan terukur.
 
"Dulu, saya sambil kuliah juga jualan. Makanya saya memahami betul bagaimana sulitnya memasarkan sebuah produk," kata dia.
   
Oleh karenanya, dengan kemajuan teknologi informasi, sangat membantu bagi masyarakat, terutama UMKM dalam memasarkan produknya. [Baca Juga: PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak]
   
"Untuk mendorong itu, semua, maka pemkab perlu membentuk pusat bakat milenial (millenial talent hup), sehingga para generasi milenial kita nanti bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini secara bijak dan bernilai ekonomis," katanya.
   
Bupati dalam kesempatan itu juga menjelaskan, bahwa pencanangan "UMKM Go Online" itu sebagai bentuk turunan dari program aplikasi berbasis daring yang telah diluncurkan di Pamekasan dalam bidang pelayanan publik, yakni "Pamekasan Smart".
   
Aplikasi ini, merupakan layanan publik berbasis android, untuk memperluas jangkauan layanan publik, sehingga masyarakat bisa melaporkan secara langsung ke Pemkab Pamekasan apabila ada keluhan yang berkaitan dengan kepentingan umum, seperti jalan rusak, jembatan ambruk dan berbagai jenis keluhan lainnya.
   
"Terima kasih kepada Kominfo yang telah bersedia membantu Pamekasan dalam program 'UMKM Go Online' ini," ucap Baddrut Tamam.
   
Peluncuran program UMKM Online kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, dihadiri perwakilan pelaku UMKM di Pamekasan, perwakilan media, serta pelaku usaha pemula di Pamekasan.
 
 Program ini sebagai upaya untuk mendukung program 10.000 pengusaha baru yang dicanangkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e dalam lima tahun kedepan.  (PAMEKASAN HEBAT)

Bupati Baddrut Tamam Sapa Masyarakat di Talkshow Ralita FM

PAMEKASAN HEBAT - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam talkshow bersama dengan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di studio Ralita FM jl. Pamong Praja 03 Kelurahan Bugih Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (25/02/2019).

Kegiatan interaktif ini dipandu oleh Bhuk Leha (nama udara) dan cak Madin di program “Olle Olang Spesial” dengan tema “Kiat kebersihan dan ketertiban menuju Pamekasan Cantik”.

Pertama kali Talkshow di lembaga publik penyiaran lokal (LPPL), Bupati Baddrut Tamam didampingi Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Amin Jabir, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agus Mulyadi, Kepala Satpol-PP Didik dan Kadis Komunikasi dan Informatika M. Bahrun.

Bupati Pamekasan Baddrut menyampaikan, usaha untuk menjadikan “Pamekasan Cantik” harus ada konsep berfikir yang sama atar semua kepala Dinas guna menyatukan visi dan misi bagaimana menjadikan Pamekasan hebat.

“Saya sungguh sangat senang sekali karena bisa berdialog di program olle olang spesial karena bersama Pak Jabir, Pak Bahrun, Pak Mol dan pak Kasat Pol – PP,” kata Bupati Baddrut Tamam. [Baca Juga: PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak]

“sebelum kita ke Pamekasan cantik, di periode ini, saya sedang mengajak kita semua mulai dari kepala Dinas dan seluruh masyarakat untuk berfikir melangkah lebih baik dari sebelumnya, artinya kita sedikit keluar dari cara lama yang biasa saja untuk kemudian menuju Pamekasan yang lebih luar biasa,” sambungnya.

Politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini menuturkan, “Pamekasan Hebat” adalah spirit baginya bagaimana menjadikan Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini menjadi Rajjha, Bhajjra dan Parjhuga.

“Hebat ka’dhinto dijadikan semangat dan spirit perjuangan bagi pemerintah Kabupaten Pamekasan,” kata Bupati muda ini.

Pertama, RBT sapaan akrab Ra Baddrut Tamam adalah melakukan reformasi birokrasi, selanjutnya pemenuhan infrastruktur, kemudian pemenuhan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. [Baca Juga: Slogan "Pamekasan Hebat" Jadi Inspirasi Bisnis Warga]

“Lima hal ini menjadi hal utama yang harus kami lakukan, tidak ada yang kedua, ini semuanya pertama,” lanjut Bupati Baddrut Tamam di hadapan kepala Dinas dan pemandu talkshow.

Pamekasan cantik ini, sebut Bupati adalah masuk di pemenuhan infrastruktur. Tetapi, semuanya saling berkaitan dan berkesinambungan.

“Untuk kemudian menuju Pamekasan sehat, lingkungan kita itu harus bersih karena hilir dari kehidupan, kalau lingkungan kotor maka akan cenderung menjadikan masyakarat kurang sehat, hulunya rumah sakit akan banyak pasien,” katanya, menjelaskan. [Baca Juga: Zawawi dan Sujiwo Tejo Pentas di IAIN Madura]

Salah satu langkah-langkahnya, adalah dengan membudayakan hidup sehat dan menjadikan lingkungan ini bersih.

“Caranya adalah, memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa hidup sehat dan bersih itu menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Misalnya, buang sampah sembarangan, ini bukan zamannya. Kita Viralkan aja orang yang buang sampah sembarangan,” katanya. (PAMEKASAN HEBAT).

Zawawi dan Sujiwo Tejo Pentas di IAIN Madura

PAMEKASAN HEBAT - Presiden Jancukers Sujiwo Tejo bersama budayawan Madura, D Zawawi Imron pentas bersama di kampus IAIN Madura, Sabtu (23/2/2019) malam.

Dalam acara yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Fataria ini, dikemas dengan Talk Show Kebudayaan dengan tema "Seni Budaya sebagai Identitas Nusantara".

Ketua Teater Fataria Ardi Wiranata menuturkan, pihaknya menggelar acara tersebut sebagai upaya untuk mengetahui nilai-nilai kebudayaan nusantara yang begitu kaya. [Baca Juga: PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak]

"Kami sengaja mendatangkan budayawan nasional (Sujiwo Tejo dan D Zawawi Imron) untuk memperkenalkan akan kekayaan kebudayaan sebagai identitas nusantara, agar mahasisa mengetahui hal itu," katanya. Sabtu (23/02/2019) malam.

Saat ini kata dia, anak muda sudah mulai malu dengan kebudayaan dan lebih bangga dengan kebudayaan asing, sehingga penting untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan pada generasi muda. [Baca Juga: Slogan "Pamekasan Hebat" Jadi Inspirasi Bisnis Warga]

Sementara itu, Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim melalui Wakil Rektor III Muhammad Hasan dalam sambutannya mengatakan, kampusnya itu mempunyai tiga jargon, yakni religius, kompeten dan kompetitif, ia berharap agar aacara tersebut membawa kebaikan untuk mahasiswanya. (PAMEKASAN HEBAT)

PWI Harus Salurkan Energi Positif pada Khalayak

PAMEKASAN HEBAT - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz meminta agar semua pengurus dan anggota organisasi profesi wartawan itu mampu menyalurkan energi positif kepada khalayak melalui pemberitaan di medianya masing-masing.

"PWI harus menjadi penyalur energi positif kepada khalayak dengan membangun optimisme dan mendorong kemajuan dalam banyak hal, dan ini sejalan dengan kode etik jurnalis, yakni niat dan itikat baik harus menjadi pondasi ideologis dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan," kata Aziz saat menyampaikan sambutan dalam acara rapat kerja PWI di kantor MediaMadura.Com, Jalan Dirgahayu Nomor 19 Kelurahan Bugih, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (22/2/2019).

Ia meminta, agar insan pers mempertahankan kepercayaan publik pada media massa. Sebab, saat ini, masyarakat masih lebih percaya pada informasi media massa dibandingkan media sosial (medsos). Kepercayaan itu, harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga peran insan pers akan dirasa sangat penting dan berguna.

Stigma yang berkembang di sebagian masyarakat bahwa jurnalis hanya cenderung mencari kesalahan orang lain, dengan hanya meliput kejadian-kejadian yang bernilai negatif hendaknya diarahkan ke hal-hal yang positif dan membangun optimisme publik.

"Tapi, bukan berarti kita harus meninggalkan peran kontrol kita. Peran kontrol harus tetap dilakukan. Berita yang mengkritik tidak dilarang, akan tetapi harus berimbang dan solutif. Berimbang dan solutif ini yang saya sebut bertanggung jawab. Tidak hanya menyajikan berita bernuansi kritik, akan tetapi juga menyampai solusi dalam berita yang kita tulis," kata Aziz. [Baca Juga: Slogan "Pamekasan Hebat" Jadi Inspirasi Bisnis Warga]

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Pamekasan juga mengingatkan kembali tentang komitmen masyarakat pers untuk mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan di era digital, sebagaimana telah menjadi tema Hari Pers Nasional (HPN) 2019 yang digelar di Surabaya pada pada 6 hingga 9 Februari 2019.

Tema HPN 2019 adalah "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital". Tema ini diangkat, karena telah menjadi komitmen bersama antara masyarakat dengan pemerintah, untuk sama-sama berperan aktif dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis digital.

Dengan demikian, maka pengurus dan anggota PWI di daerah, perlu mengimplementasi tema HPN 2019 dalam bentuk aksi nyata. "Makanya, Raker PWI Pamekasan saat ini, hendaknya mengacu kepada komitmen masyarakat pers sebagaimana tertuang dalam tema itu HPN 2019 itu," kata Aziz melanjutkan.

Pendalaman dan rencana teknis dari tema HPN 2019 tentang "Media dan Ekonomi Digital" penting untuk ditindak lanjuti oleh para pengurus dan anggota PWI Pamekasan, dengan memperhatikan dan menselaraskan dengan kepentingan masyarakat lokal Pamekasan.

"Konsepsi nilai-nilai keagamaan kita ini kan "khoirunnas anfauhun linnas/ sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi manusia lain," ucap Aziz.

Sehingga, sambung dia, menetapkan program dan rencana aksi yang bermanfaat untuk kepentingan umat dan bangsa hakikatnya adalah tugas kemanusiaan sejati. "Dan PWI harus menjadi pelopor dalam hal ini," imbuh perwata Perum LKBN Antara itu.

"Saya yakin, program yang baik dan memiliki dampak sosial yang baik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, akan mendapat dukungan dari elemen masyarakat yang memiliki visi yang sama dengan program yang hendak kita gelar nantinya," kata Aziz.

Selain menetapkan agenda kerja dan rencana aksi, raker pertama PWI Pamekasan periode 2018-2021 ini juga membubarkan kepanitiaan Konfercab dan Pelantikan Pengurus PWI Pamekasan 2018-2021 yang diketuai oleh Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pamekasan Tabri Syaifullah Munir. (RILIS PWI PAMEKASAN)

Slogan "Pamekasan Hebat" Jadi Inspirasi Bisnis Warga

PAMEKASAN HEBAT - Slogan "Pamekasan Hebat" dari  Bupati Pamekasan, Jawa Timur Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e, telah menginspirasi sebagian warga di bidang dunia usaha kreatif yang bernilai bisnis.

Melalui slogan ini, kini banyak warga Pamekasan yang membuat kerajinan bertuliskan "Pamekasan Hebat", seperti papan nama pejabat di meja, sovenir, gantungan kunci kendaraan bermotor, hingga pakaian.

Hasan (23) warga Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan kepada Antara di Pamekasan Jumat, menuturkan, slogan Pamekasan Hebat Bupati Baddrut Tamam itu, telah menginspirasi dirinya untuk membuat gantungan kunci kendaraan bermotor.

"Peminatnya lumayan banyak, dan gantungan kunci yang saya buat ini kini sangat diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda Pamekasan," katanya.

Para pejabat publik di lingkungan Pemkab Pamekasan bahkan banyak juga yang membeli sovenir gantungan kunci kendaraan, buatannya itu.

Awalnya, sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini, slogan "Pamekasan Hebat" ditentang dan diolok-olok, karena dipersepsi terlalu muluk.

Sedangkan, potensi yang ada di Pamekasan, seperti potensi sumber daya alam, dan sumber daya manusia (SDM) tergolong biasa-biasa saja.

Namun, dalam perkembangannya, slogan ini justru digemari masyarakat. Apalagi, Baddrut Tamam langsung membuat baju dan topi bertuliskan "Pamekasan Hebat" yang pertama kali diperkenalkan dalam acara silaturrahmi dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan kala itu.

Perubahan pandangan masyarakat itu juga setelah Bupati Baddrut Tamam menjelaskan tentang arti sebenarnya dari slogan "Pamekasan Hebat", yakni terwujudnya tata kelola pemerintah yang kreatif, inovatif, dan solutif dengan senantiasa tetap mengacu kepada nilai-nilai ke-Islam-an sebagai landasan normatif ideologis, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

Berdasarkan slogan ini pula, Bupati Baddrut menerapkan kebijakan yang berpihak kepada pelestarian nilai-nilai keagamaan, dengan menutup tempat-tempat hiburan di ruang tertutup yang ada di Pamekasan, dan mendorong berkembangnya kesenian rakyat.

Dukungan masyarakat semakin kuat, setelah bupati membranding semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan dengan batik tulis Pamekasan dan bertuliskan "Pamekasan Hebat".

Semangat dari slogan "Pamekasan Hebat" ini juga diwujudkan Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e dengan mendirikan Mall Pelayanan Publik di 47 hari kepemimpinan dirinya.

Kini, menjelang 100 hari kepemimpinannya, para pedagang baju terinspirasi menjual baju kemeja warna putih bertuliskan "Pamekasan Hebat" dan banyak diminati masyarakat Pamekasan, terutama kalangan generasi muda di wilayah itu.

Baju bertuliskan "Pamekasan Hebat" di bagian punggung dan tulisan "100 Hari Kerja" pada bagian belakang, serta tulisan 'bajhra, rajha, tor parjugha' mulai diburu oleh kalangan generasi muda Pamekasan karena dinilai gaul dan menginspirasi.

"Karena bagi kami, yang disebut hebat itu juga apabila mampu menginspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal-hal yang positif. Kami ingin memberikan kail kepada masyarakat, bukan ikan," ujar Baddrut Tamam.

Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Bangsa (STIEBA) Pamekasan Akh Fawaid menilai, keberhasilan Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e mengimplementasikan ide yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, seperti sovenir dan baju juga tidak lepas dari tindakannya yang selalu tampil merakyat dan bergaul tanpa jarak dengan siapapun.

"Bupati Pamekasan ini mampu menempatkan diri, dan mampu menyesuaikan pola komunikasi dengan siapapun, termasuk mampu membaca peluang yang ada di sekitarnya," kata Fawaid.

Ia menuturkan, kemampuan pola komunikasi Baddrut Tamam, sudah terlihat saat hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan.

Kala itu, Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e langsung menggunakan seragam batik tulis khas Pamekasan, sehingga saat yang bersangkutan kampanye, juga secara tidak langsung membantu mempromosikan batik tulis Pamekasan, karena semua pendukung dan tim suksesnya menggunakan seragam batik.

"Kreatif, inovatif, tanpa jarak dengan masyarakat, serta mampu membaca peluang yang ekonomi adalah kemampuan terpendam yang dimiliki duet pasangan muda Pamekasan saat ini," katanya, menjelaskan. (PAMEKASAN HEBAT)